||Ganti Cover||...
||⚠️Murni ideku😚 jangan diplagiat ide itu mahal❤️||
Orang tua overprotektif ke anak ❎
Anak overprotektif ke ayah ✅
"Papa gak boleh makan pedes nanti sakit lagi."
"Papa, mulai sekarang arza yang anter jemput, jangan bawa kendaraa...
"Uhuuuyyyyyy." Bian tersenyum menatap pantulan nya di cermin dengan celana pendek dan kaos putih eh jangan lupakan hadeband dan kacamata gahol nya
"Bian masih ganteng ternyata hehe." Ucap Bian geer
Tapi emang ganteng 🥺
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Udah belum adek." Ucap Riani ketus lantas bersedekap dada dengan Oma Eni yang menatap Bian sebal yahh karena hukuman Bian waktu itu rupanya menjadi sebuah peluang untuk bebas dari kedua cwk ini
Rupanya tak hanya penawaran Andrew kemarin untuk meminta maaf pada sang papa. Oma Eni dan Riani yang awalnya berpikir mendapat maaf juga pun kalang kabut saat melihat sikap Bian yang tak berubah pada mereka
Meski paling parah pada Abraham dan Jackson sih
"Boy kau huwaah."
"Loncatan yang bagus ayah." Ucap Jackson saat melihat Abraham melompat menghindari lemparan remot AC
"Yakk kambing unta monyett Bagong pergi." Umpat Bian dengan menunjukan sisir pada mereka
"Bang Jack ngapain Lo." Tanya Zico heran menatap Jackson seperti tengah bersembunyi lalu melongokan wajahnya kedalam kamar Bian, menahan tawa saat melihat Abraham sedang bersembunyi di belakang tubuh Eni dan Riani
"Haha ayah ngumpet gak inget badan." Tawa Zico yang sayangnya tak tahan lama karena dengan nanarnya terkena lemparan sisir dari Bian
"Sembunyi dari itu." Ucap Jackson setelah melihat Zico tepar
"Uhh kena orang yah." Ucap Bian lalu mengedip ngedikan matanya
"Papa udah siap?." Tanya Arza yang ternyata bersembunyi di balik ranjang Bian juga Andrew dan Arzi yang keluar dari lemari baju
"Eh sejak kapan kalian di sana nak." Balas Bian malu karena aksi nya tadi di saksikan oleh Arza dan Arzi plus Andrew
Image Daddy oh image daddy masih ada kan pada Bian?
"Sejak Oma dan mommy datang."
Mampus~batin Bian lalu mengusap wajahnya yang memerah
"Ayok Arza Arzi kita pergi, Andrew mau ikut juga?." Tanya Bian menatap Andrew yang menampilkan wajah memelas ingin ikut
"Ikutttt." Balas Andrew lalu berlari menghampiri Bian yang gagal karena kerah lehernya di tarik sang Daddy
"Ehem kau punya PR boy." Andrew menatap tajam ayahnya
"Enggak enggak Andrew mau ikut papa gemoy."
"Mom liat Daddy." Riani dengan raut muka masam menatap tajam Jackson