"Hahh ini karena Jackson brengsek gue aduin ayah liat aja Lo bang Jack." Lirih Zico tapi setelah nya dia tersentak
"Ayah." Gumam Zico menyadari sesuatu
"Ahh gue ada ide." Bersamaan dengan itu lampu menyala.
***
Zico berdiri dari acara duduknya lalu membuka pintu yang ternyata tidak di kunci itu beruntunglah lampu segera menyala dengan santai Zico melangkah meninggalkan ruang bawah tanah tempat nya dikerem
"Waktunya ke ruangan itu." Ucap nya menyeringai tak lupa mematikan juga lampu agar tidak ada yang curiga (semoga banyak yang kejedot)
"Cih sakralnya ada di sini juga." Decih nya lalu melangkah tergesah
Dug
"Tembok sialan."
*
Jeffrey memandang wajah terlelap Bian raut wajah nya tampak berbeda-beda entah itu sendu, marah, terkikik /ini serem:(/ tak lupa di tangan nya terdapat pisau lipat yang sudah menyayat lengan Bian saat pingsan tadi
"Hhh huah bahkan darahnya berbau manis." Ucapnya menyeringai
Jeffrey mengelus kepala Bian yang tidak terganggu oleh kegiatannya
"Seharusnya pisau ini di banjiri darah anak kembarmu Revana heh bagaimana bisa bocah kecil seperti mu lancang mengubah pikiranku ini." Gumam Jeffrey lantas tersenyum kecil
"Haha tidak apa saat mereka kemari akan ku pastikan kepala mereka sudah tak terhubung dengan badan lagi. Dan kau akan menjadi puppy ku selamanya."
'Spychopat ni hooman' batin Bian yang ternyata mendengar segala celotehan tak waras Jeffrey
"Hmm aku akan pergi memeriksa Jessy dulu yah Bianku." Ucap Jeffrey lalu pergi meninggalkan Bian yang membuka mata setelah mendengar suara pintu tertutup
"Tak kewarasan tuh orang, sungguh bersoda." Ucap Bian lalu mendudukan diri di ranjang itu beruntungnya Bian dia tidak terikat apapun seperti tadi
"Ah mening Kabor." Gumam Bian saat dirinya akan melangkah betapa terkamjagyiaaa nya Bian saat melihat Jeffrey sedang bersandar pada dinding kamarnya dengan alis terangkat menantang
Glup'
Bian menelan ludah sungguh lebih baik berbicara dengan hewan daripada berhadapan dengan Jeffrey yang terbukti di pertanyakan kewarasan dan kemanusiaan nya, setidaknya hewan masih kehewanan jadi kalau kurang ajar juga ora iso?
Lengannya sakit woyy di sayat-sayat hiks boleh return gak di sayang-sayang aja sama bunda Eni
"Ehem." Deheman itu membuat Bian tersadar dari lamunannya dengan perlahan Bian kembali berbaring membetulkan selimutnya lalu meren seolah tak terjadi apa-apa
"Revana, aku tau kau sudah bangun." Ucap Jeffrey tajam
"Siapa bilang ini lagi tidur." Balas Bian masih merem
"Terus yang bicara ini apa?." Bian menukikan alisnya tanda berpikir
"Gue lagi ngigo tolong jangan ganggu." Ucap Bian lalu mengangguk puas
Jeffrey tersenyum menahan tawa karena terhibur oleh aksi Bian namun pikiran Jeffrey memang tak bisa di tebak
Dia menarik tangan Bian lembut memberi sebuah kain pada mata Bian
KAMU SEDANG MEMBACA
Overprotektif Boy [END]
Teen Fiction||Ganti Cover||... ||⚠️Murni ideku😚 jangan diplagiat ide itu mahal❤️|| Orang tua overprotektif ke anak ❎ Anak overprotektif ke ayah ✅ "Papa gak boleh makan pedes nanti sakit lagi." "Papa, mulai sekarang arza yang anter jemput, jangan bawa kendaraa...
![Overprotektif Boy [END]](https://img.wattpad.com/cover/267991542-64-k888528.jpg)