Hei :)
*
Melihat kesempatan Bian meluncur di pegangan tangga berusaha menahan suara karena takut di lihat si kembar namun
'Hap'
"Papa ^^."
***
Horor dan malu kini Bian rasakan bagaimana bisa anaknya secara ajaib ada di bawah tangga dan dengan mudahnya menangkap tubuhnya ini
"Hehe mulai nakal gak inget tadi habis dibanting Daddy." Ucap Arza yang masih mengendong papa Bian yang wajahnya merah
Setelah tersadar Bian meminta turun memang meskipun terkadang Arza atau Arzi menggendong nya dengan alasan nanti papa encok dia belum dan gak akan pernah terbiasa
"Arza ngapain." Tanya Bian sambil menatap kebawah masih dengan wajah merah yang justru terlihat imut
Arzi dan Andrew sedang Menahan Daddy Jackson di belakang agar tak menghampiri papa gemoy mereka
"Tadinya mau nyusul, tapi malah nyaksiin papa baik nakal."
Mampus kalau Arza sudah ngomong begitu Bian yakin lagi-lagi akan mendapat hal yang memalukan dan benar saja bian langsung di gendong Arza ala koala
Bian malu tapi gak berani ngelawan inget pernah ngelawan Arza yang berakhir sikap dingin Arza keluar dan tiada hari tanpa minyak telon dan cubitan pipi lebih parah lagi tangan nya yang terikat dengan si kembar satu hari 3 malam penuh, Bian pria dewasa yang butuh privasi okeh
Mimpi buruk bian yang tak terlupakan, ingat Bian tuh lemah banget sama anak-anaknya yang sayangnya pada gak punya akhlak karna kegemoyan bapaknya
"Ngapain lari-lari?." Tanya Arza pada Bian yang nyembunyiin wajahnya, malu coyy
"Dikejar biawak sama anak kadal." Jawaban Bian membuat Arza tertawa gemas sesekali meminta ayahnya untuk mencium pipinya
"Nah duduk samping Arza jangan samping Daddy nanti papa di banting lagi." Jelas Arza, Jackson mendelik dan menyentil dahi Arzi
"Kok sama Arzi."
"Kan kembar." Lalu semuanya tertawa Abraham juga Zico sudah bergabung setelah menyaksikan drama seluncur ala Bian dan kepergok Titan
"Daddy?." Bian menaruh wajah bingung setelah menyadari panggilan si kembar kepada Jackson, membuat Jackson mengepalkan tangan
"Ah papa gak keberatan kan kalau kami panggil Daddy Jackson dengan Daddy." Ucap Arzi, Bian yang tadinya memasang wajah sedih mulai menutupin dengan senyum lebar
"Tak apa sayang," ucap Bian mengelus kepala Arzi dan Arza, menampik perasaan tak nyaman Bian menatap Andrew yang sedang menunggu masakan oma dan mommy nya
"Nah Andrew panggil papa Bian juga Daddy berarti." Ujar Bian mencoba negosiasi
"No ah, baby." Ujar Andrew
"Pala kau, masa manggil om sendiri ongik ongik."
"Itu monyet."
"Serah."
"Ya udah, papa gemoy." Ujar Andrew lagi
"Gemoy dari mananya sih." Kesal Bian yang tangannya terlihat menyuapi Arzi dan Arza buah yang tersaji di depan
Membuat semuanya tersenyum bangga, orang tua gemoy yang penuh tanggung jawab dan kasih sayang. Abraham menyesal telah mengusirnya dulu
"Enggak Daddy aja." Ujar Bian kekeh hey pengen juga di panggil Daddy biar keren
KAMU SEDANG MEMBACA
Overprotektif Boy [END]
Novela Juvenil||Ganti Cover||... ||⚠️Murni ideku😚 jangan diplagiat ide itu mahal❤️|| Orang tua overprotektif ke anak ❎ Anak overprotektif ke ayah ✅ "Papa gak boleh makan pedes nanti sakit lagi." "Papa, mulai sekarang arza yang anter jemput, jangan bawa kendaraa...
![Overprotektif Boy [END]](https://img.wattpad.com/cover/267991542-64-k888528.jpg)