~5~

8.7K 744 25
                                        

Apa yang di sembunyikan keluarga Nelson dan anaknya. Bian bersumpah akan mencari tau sendiri

***

"Eungg~"

Ah nguliat emang enak

Bian membuka mata sedikit mengerjapnya berkali kali dirasa ada yang mengganggu padangan nya, melempar bantal pada jam yang sedikit membuatnya terusik hingga rusak

Mate kau~pikir bian

"Sudah berapa lama aku tidur."

Bian mendudukkan diri sambil melamun kebiasaannya jika bangun tidur katanya proses pengumpulan nyawa

Bian menguap lebar lalu mengerjapkan mata puppynya beberapa kali lagi dirasa nyawa nya sudah berkumpul Bian tersenyum dan membaringkan tubuhnya lagi menghadap samping dengan memeluk guling

Perasaan nyaman melingkupi tubuh berotot Bian🙄 di rasa guling nya mengelus-ngelus pungungnya membuat Bian melesatkan wajahnya ke guling yang lumayan keras namun hangat itu

Guling orang kaya memang beda~ Begitu pikirnya

Tunggu, merasa ada yang aneh perasaan nyaman Bian berubah jadi gelisah, keningnya mengerut telihat berpikir keras dirasa mendapat kejanggalan Bian membelalakkan matanya otak cangihnya mulai memproses kejadian ini, bagaimana bisa guling mengelus Manusia

Bian melihat sang guling yang justru membuat dia menyesal karna

"AGHHHHH." teriak Bian mundur kebelakang dengan naasnya membuat Bian terjungkal kebawah dengan kaki yang masih berada di kasur, untung karpet nya berbulu tebal

"Sedang apa kau di sini wahay siluman." Hardik Bian menatap tajam kearah sang guling yang ternyata adalah Jackson yang sedang memangku kepala dengan sebelah tangan pose santuy menatap Bian yang kesal

"Kanyang." Ujar Jackson kesal setelah di katai siluman oleh orang yang sudah dia anggap adiknya itu

"Astaghfirullah darah rendahku mulai tinggi." Ucap Bian memijit pangkal hidungnya

"Papa darahmu normal asal tau aja." Ucap Arzi yang ternyata sudah ada di kamar Bian setelah teriak supersonik terdengar tentunya dengan Arza dan Andrew yang senantiasa mengikuti

"Arzi?."

"Hadir papa." Jawab Arzi membuat Bian menghela nafas, Bian iseng menatap Jackson yang hendak beranjak membantunya

"Woyyy diam disana saudara bangsatku." Peringat bian yang melihat Jackson mendekatinya

"Ck bocah aku hanya ingin membantu mu berdiri." Ucap Jackson setengah kesal dan senang Karna mendengar kata saudara dari mulut Bian meski diselingi umpatan, ingatkan dia untuk menghukum Bian nanti

"Aku tidak lumpuh aku bisa sen-." Ucapan Bian terpotong saat melihat kaki yang masih di atas kasur dengan aksesoris berupa seperangkat rantai membelenggu kedua kakinya

"ASTAGFIRULLAH BERDOSA BANGET." Teriak Bian saat melihat keadaan tidak mengenakkan yang di alami kakinya

"Ini siapa yang rantai gue WOYY DIKIRA GUE CICAK KALII." teriak Bian  yang makin menjadi-jadi, ditonton Jackson yang masih dengan gaya santuy nya di atas kasur dengan satu tangan menyanggah kepalanya

Berasa nonton OVJ~pikir Jackson dengan senyum di wajahnya

Gila

"Sejak kapan cicak di rantai? Kan kecil." Tanya Arzi

"Mungkin cicak raksasa." Jawab Andrew

"Tokek maksudnya?." Nimbrung Arza

"Ah bukan deh." Sanggah Andrew

Overprotektif Boy [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang