~22~

2K 197 15
                                        

Naneun double up :) gimna suka gak suka gak?

Kalau gue sih B aja :) Banyak sukanya maksudnya

Ah langsung aja tutut
👉👈

***

Abraham menatap datar pada layar monitor di depannya, tangannya mengepal penuh emosi

"Cih para tikus itu sudah melewati batas." Ucap Abraham geram

"Tunggu ayah pulang Bian dan kita eksekusi para sampah itu. Maaf ayah mendapatkan misi penting di sini."

**

Arza menatap datar Mark yang memegang kepalanya sambil meringis

"Gii yikin Biin idi di riing biwih tinih." Ejek Arza kesal mukanya yang di buat-buat sukses membuat Mark naik darah

"Heh bocah diem Lo gak liat gue kecelakaan."

"Gandeng, kecelakaan pantatmu kalau cuma kejedot anggap aja karma." Ucap Arza datar

"Orang baik mana bisa dapat karma." Protes Mark

Arza tak menanggapi dia lebih memilih mengirim pesan pada Arzi untuk memastikan keadaan luar

'aman za belum ada pergerakan'

Arza mengangguk puas lalu menendang pintu yang menghalangi jalannya

"Let's finding papa." Ucapnya bergaya keren

"Untung anak Lo bi." Geram Mark lalu mengikuti langkah Arza kaki nya sengaja menginjak tubuh bodyguard yang bertaburan di lantai dengan penuh darah

*

"BRENGSEK BRENGSEKK AGGGHHRT." Teriak Jeffrey gerakannya tak terkendali dia marah sangat marah sampai-sampai menembak beberapa bodyguard nya

Bagaimna tidak jika saat kembali dari WC setelah ritualnya, malah di suguhi tembok yang penuh bercak darah dengan Jessy dan Bian yang menghilang

"Temukan Bian sekarang atau kalian yang mati di sini." Perintahnya marah tanpa di perintah dua kali para bodyguard itu melaksanakan perintah tuannya

"HeheHAHAHAHA berpikir Tuk kabur Revana? Jangan salah langkah, kau salah telah bermain denganku." Jeffrey mengusak wajahnya kasar

"Hide and seek Bian, jika ku temukan tak apa jika kau hidup tanpa kaki bukan." Ucap Jeffrey dingin lalu melangkahkan kaki mencari Bian tujuan pertamanya adalah ruang bawah tanah

*

"Disini memang sekolah Harry Potter." Ucap Bian kagum pada ruangan yang penuh dengan patung ini

"Koleksi Jeffrey dia memang agak gila setelah di tinggal Risa." Ucap Zico membuat langkah Bian terhenti lalu menunduk

Benar semua ini salahnya jika saja Bian tidak tergiur mencoba minuman haram itu dia tak akan menyakiti banyak pihak

Sadar Bian tersinggung karena ucapannya Zico menghela nafas tangannya dia letakan pada puncak kepala Bian

"Jangan di pikirkan hal lalu sudah terlewat. Biarkan lah menjadi kenangan dan pembelajaran." Bijak Zico memincu senyum Bian

Overprotektif Boy [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang