~9~

6K 559 24
                                        

Asik dengan pemikiran masing-masing Bian gak sadar kalau ada senapan yang teracung di depannya oleh seorang pemuda yang menatapnya datar

"Oalah asu."

***

"Rowoon."

Pemuda yang menyodorkan senapan ke arah Bian menoleh ke asal suara, yang tampak dari belakang berlari mengejar Rowoon

"Lu salah orang, gila." Ucap salah satu pemuda lalu mengarahkan pistol Rowoon ke arah Mark

"Nih orang nya."

Pemuda yang di panggil Rowoon itu pun memakai kaca mata yang tersangkut di kerah baju nya

"Eh bukan si sialan Mark?."

"Gue di sampingnya brengsek." Ucap Mark datar sambil bertumpukan tangan di dada

Sedangkan Bian masih yang syok dan bingung perlahan mengambil senapan dari tangan Rowoon dengan mudah

"Ini asli?."

"Eh dek jangan di pegang bahaya bukan mainan anak-anak."

"Maneh ngomong kitu deui ku aing tampol."

"Dia bilang apa Mark?." Tanya Erick pemuda di samping Rowoon yang masih memperhatikan Bian

Lucu, kayak anak anjing~ Batin Rowoon

"Kalian berdua enyah, pergi Lo."

"Itu mah elu."

"Siniin." Tangan Rowoon terangkat, ah yang langsung di mengerti Bian dia menyerahkan pistol itu ke arah Rowoon, tapi sepertinya tangan Rowoon sedang tersesat di pipinya

Bian pasang wajah datar, melihat Rowoon yang tersipu memunyel-unyel pipinya dengan senyum tipis

"Woyy gila nih orang main pegang milik orang."

"Jangan sentuh dia Row." Mark bergerak melepaskan Bian dari Rowoon gak rela dia Bian di sentuh orang lain, calon adeknya ini

Brug

Semuanya terkejut Mark dan Erick yang kini memegang senjata yang tadi di lemparkan Bian ternganga melihat Rowoon begitu mudah di banting oleh tubuh mungil Bian

"Gue sabuk hitam, jangan sentuh pipi orang sembarangan nak." Ucapnya dengan tatapan mengarah pada Rowoon tajam

Bian lalu tersenyum merasa keren karena membuat Rowoon diam tak berkutik lalu masuk ke ruangan yang dia yakini sebagai kelas pertamanya

Mark bersiul tersenyum bangga lalu pergi menyusul Bian meninggalkan Rowoon dan Erick yang masih termenung

"Wow." Takjub Erick lalu menyimpan senapan itu ke tasnya

"Rowoon pffft." Erick membantu Rowoon yang masih diam tak bergerak cuman tangannya di arahkan ke atas

"Lo gak apa?." Tanya Erick bareng senyum lebar dia pengen ketemu Bian lagi yang berhasil membuat seorang Rowoon terbanting

Overprotektif Boy [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang