~32~

1.3K 175 14
                                        

Bian kaget matanya membelalak syok karena meja yang dari tadi melindungi nya dari pandangan para orang gila kini terpelanting bukan hanya itu kini Bian merasakan sesosok wanita yang mendekap nya dari belakang dengan rasa sakit di leher nya

"I win~~ I found you little baby boy." Bian bergetar menatap wajah wanita tua yang menyeringai padanya

Lalu

Gelap.

***

"Hah menyusahkan." Keluh ferry menatap Mark yang sedang memainkan tangan Bian gemas

"Mark gantian." Ucap Ferry kesal namun malah mendapat decihan dari Mark

"Vira jangan ikat baby terlalu kencang nanti dia kabur karena tidak nyaman." Nasehat Mala menyuruh Ferry Menganti tali itu dengan rantai

"Baby manis sekali ibu." Ucap Vira mengusap wajah Bian penuh damba

"Anakku kembali ibu." Lirih nya air mata mengalir ke pipi mulus sang wanita

'dia milikku perempuan aneh'

"Aku akan menjaga nya ibu. Aku akan melenyapkan mereka yang ingin merebut Marco ku lagi ibu. Aku akan membalas segala rasa sakit Marco atas kelakuan gadis Nelson itu ibu." Mala mengangguk mantap matanya memancarkan dendam yang amat dalam

"Aku akan membunuh pria itu juga. RISA Kau akan ku leyapkan bersama lelaki yang membuat Marco ku frustasi dan bunuh diri. Hihihi akan ku berikan neraka padamu Risa." Cerocos Vira membuat tubuh Bian gemetar mengerti jika lelaki yang maksud adalah dirinya. Mala yang menyadarinya menyeringai kecil

"Nah kalian bersihkan tubuh kalian kita adakan pesta penyambutan untuk kembalinya Marco." Perintah Mala pada semuanya tanpa membantah mereka semua pergi meninggalkan Bian dengan Mala di dalamnya

"Bangun anak kecil aku tau kamu sudah sadar." Ucap Mala mendudukkan diri di samping Bian tempat Mark tadi

"Sebenarnya kalian siapa dan apa maksud dari wanita yang anda panggil Vira itu nyonya.?" Ucap Bian menatap tajam Mala yang malah terlihat lucu di mata Mala

'frangkeas ku' batin Mala memegang dada nya lalu dengan lembut tangan sedikit keriput itu membelai rambut Bian yang menghindar

"Diam jangan banyak bergerak Bian atau tubuh mu akan terluka." Bian mengerang

"LE-hmmp."

"Ssttt jangan barisik sayang baby tak mau Vira kesini dan memelukmu sampai mati bukan?." Bian membelalakkan matanya dengan sedikit gelengan Mala melepaskan bekapan nya

"Kalian mau apa dariku sihh? Jeng kalian teh Saha ath." Tanya Bian setelah tenang

"Kamu tak ingat? Saat di bus aku yang mengeringkan rambutmu, bahkan Bian tak mengucapkan terimakasih pada nenek." Bian termenung kemudian terperanjat

"NENEK BUS."

"Panggil aja bergit-"

"yang mana ya?."

"-Tu 💢." Mala mengusap dadanya sabar dia udah tua harus perbanyak kebaikan dengan sabar

'untung manis untung cucu sendiri untung sayang' batin sang nenek

Overprotektif Boy [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang