"Dunia memang tak adil Bian, gue harap lu tegar bila suatu hari Tuhan menghukum lu."
"Enghh~" Bian menggeliat bibirnya terlihat seperti mengecap sesuatu lalu merintih layak anak anjing, Zico melongok menatap Bian sesaat lalu tanpa sadar mengigit pipi Bian gemas
"AGGGHHRT ZICOOOO BANGSAT."
***
"PAPA" teriak si kembar yang mendengar teriakan ayahnya setelah di kabari jika sang papa sakit karena bermain hujan mereka tanpa ragu pulang
Tubuh Arza dan Arzi basah, dan itu menyebalkan tapi yang lebih menyebalkan lagi melihat ayah nya sedang di dekap oleh Zico (baca : di ketekin)
"UNCLE." bentak Arzi marah melihat sang ayah tak bergerak entah pingsan atau bagaimana, tapi tangannya bergerak sedikit entah Arzi gak tau. Sementara itu terlihat Arza sedang melakukan ancang-ancang
"TENDANGAN SI MADUN."
BRUGG
Zico terlempar ke bawah, Arzi yang melihat itu langsung mengamankan sang papa
"Tuhan salah apa diriku ini." Lirih Zico yang masih rebahan di lantai berbulu
"Arzi Arza~." Ucap Bian saat melihat anaknya datang
"Papa, kenapa nakall." Ucap Arza geremet ingin sekali menghukum ayahnya tapi melihat kondisi Bian yang cukup lemah membuatnya sedih, Arzi lalu bergabung mengusap kepala ayahnya
"Papa jangan di marahin." Ucap Bian lirih
"Hhh iya iya tapi gak tau nanti." Ucap Arza membuat Bian menampilkan wajah memelas, di tatapnya kedua anaknya yang ternyata terlihat kedinginan di mata Bian
"Zi ambil handuk tolong."
Arzi beranjak mengambil handuk lalu menyerahkan pada ayahnya
"Sini berdua."
Bian mengeringkan rambut Arza dan Arzi yang tampak sedikit basah. Teringat saat kecil dulu Arza dan Arzi sangat suka hujan begitupun dengan dirinya, saat hujan datang mereka akan bermain hingga salah satu dari mereka sakit
Maksudnya di sini Bian yang sakit, lalu Nizar lah yang bertanggung jawab mengurusnya tentunya dengan ceramah tentang betapa bodohnya dia yang tak kuat dingin namun masih saja nekat bermain hujan
Ah Bian jadi rindu kodomonya itu
Dengan lembut bian mengusapkan handuk di wajah kedua anak tersayang nya. Entah mengapa Bian jadi ingin menangis
"Hiks."
Bocor :)
"Eh papa kenapa nangis." Panik Arza yang melihat ayahnya tiba-tiba menangis
"Gak tau hiks kepala papa pusing hiks papa sayang kalian hue."
"Haha jangan nangis yah, kebiasaan kalau sakit pasti ngelantur kemana-mana." Kekeh Arzi geli lalu Arza yang tersenyum gemas pun mengusap air mata ayahnya
"Huks huhuhuhu mau ramen~."
Zico melihat hal itu terkekeh menyimpan dagunya di sanggah ala chibi-chibi dengan posisi tengkurap
KAMU SEDANG MEMBACA
Overprotektif Boy [END]
Fiksi Remaja||Ganti Cover||... ||⚠️Murni ideku😚 jangan diplagiat ide itu mahal❤️|| Orang tua overprotektif ke anak ❎ Anak overprotektif ke ayah ✅ "Papa gak boleh makan pedes nanti sakit lagi." "Papa, mulai sekarang arza yang anter jemput, jangan bawa kendaraa...
![Overprotektif Boy [END]](https://img.wattpad.com/cover/267991542-64-k888528.jpg)