48

10.2K 1.7K 419
                                        

Tandai kalo ada typo ya!

Enjoy!!!

















Homo homini lupus.

Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

Suatu waktu, manusia bisa aja jadi pihak yang paling membahayakan buat manusia lainnya. Bahkan kadang, mereka ga segan buat menjatuhkan satu sama lain demi sesuatu yang harus dicapainya.

Terkadang juga, manusia ga segan buat mencelakai manusia lainnya. Entah karena rasa iri, rasa ga suka, atau rasa dendam yang dipendamnya.

Dijatuhkan atau menjatuhkan. Adalah hukum alam yang masih bertahan sampai sekarang. Kalo ga mau dijatuhkan, maka harus menjatuhkan. Kalo ga mau menjatuhkan, maka harus mempersiapkan diri buat dijatuhkan.

Tapi, bagi Kim, dia selalu pengen jadi pihak yang paling diuntungkan. Dia sama sekali ga mau dijatuhkan, makanya dia lebih milih buat menjatuhkan orang lain. Dia ga mau disakiti, makanya lebih memilih buat menyakiti orang lain. Dan semuanya dia lakukan tanpa memikirkan konsekuensinya.

Menurutnya, orang tua yang super memanjakannya itu bakalan membersihkan segala sesuatu yang dia lakuin. Buktinya, selama ini Kim membully orang-orang, ga pernah sekalipun dia terpanggil ke BK atau komite disiplin.

Uang milik orang tuanya mempunyai kuasa di atas segalanya. Orang-orang yang haus akan harta bakalan dengan senang hati menerima uang yang disodorkan orang tua Kim dan melupakan masalah yang ada.

Sedari kecil, Kim udah terbiasa dengan kehidupan kayak gitu. Apa yang dia mau, harus dia dapat. Apa yang mengganggunya, harus dia singkirkan.

Semua itu, melekat di dalam dirinya sampai sekarang. Dia selalu ga suka ketika ada orang yang berhasil mendapatkan apa yang dia mau dengan mudah di saat dia justru ga bisa mendapatkan hal itu.

Makanya, ketika Jaemin menjatuhkan perasaannya buat Jo Chaesa, Kim merasa benar-benar marah karena nyatanya, dia udah berjuang demi mendapat hati Jaemin selama hampir dua tahun lebih.

Dia merasa ga terima karena nyatanya, Chaesa bisa dengan mudahnya menarik perhatian cowok yang dia sayang. Bahkan tanpa berjuang keras, Jo Chaesa berhasil menarik perhatian Jaemin dengan mudah.

Dia marah. Karena semua orang yang ada di sekitarnya berhasil menaruh perhatian ke Chaesa di saat dia berjuang mati-matian buat mendapatkan perhatian itu.

Menurutnya, seorang Jo Chaesa emang pantas buat dimusnahkan dari dunia ini, biar dia bisa dengan gampang mengejar apa yang diinginkannya. Biar dia bisa dengan gampang mendapatkan apa yang didambanya.

Kim benci dijatuhkan, dia benci disingkirkan, dia juga benci karena nyatanya Chaesa seberuntung itu.

Kim udah terlalu terbiasa berada di atas, seolah lupa kalo suatu saat, dia bisa aja dijatuhkan seseorang.

Iya, hukum alam itu masih berlaku. Tapi kali ini, Kim adalah pihak yang dijatuhkan.

Pekikan nyaring terdengar keluar dari sela bibirnya begitu matanya menatap kertas besar yang ditempel di mading. Kerumunan orang-orang yang udah lebih dulu ada di sana langsung berbisik rendah, seolah kompak menjatuhkannya.

Dia dengan cepat membaca kata demi kata yang tertera di kertas itu, matanya menyalang marah begitu melihat beberapa foto yang tertera di sana, kemudian tanpa berpikir dua kali tangannya langsung menggapai kertas yang baru aja di tempel pagi ini, mencabutnya paksa dari mading dan merematnya menjadi gumpalan kusut.

"Siapa?! Siapa yang nempelin ini?!!" Dia terpekik keras, matanya mendelik menatap satu persatu orang-oramg yang ada di hadapannya.

Bukannya takut, bisikan-bisikan di sekitarnya justru makin terdengar jelas.

Ex: The Daisy || Na JaeminCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang