38. Makan malam?

262 42 2
                                        

Setelah itu mereka menganti pakaian mereka dengan dress dan jas. Karna ini sudah menunjukan jam 19.00 jadi mereka segera bersiap, anrez dan azof sudah siap dan mereka sedang menunggu kedua putri cantik nya keluar karena mereka tau perempuan itu pasti lama.

Azof:" rez, perasaan lo masih sama?"

Anrez:" iya zof, tapi sekarang gue makin yakin aja"

Azof:" lo yakinin dulu perasaan lo, gue yakin suatu hari lo siap"

Anrez:" iya zof, gue mau nya langsung Lamar dia nanti"

Azof:" gue pengen banget nikmatin sisa minggu minggu ini sama haico karena dia mau kuliah di London teman oma sama opa nya"

Anrez:" iya silahkan zof, gue yakin lo bisa lakuin ini"

Azof:" gue sebenernya sedih sih harus nunggu dia selama 3 tahun ke depan"

Anrez:" lo bisa kok pasti bisa berdoa aja semoga nanti ada jalan buat lo sama dia buat ketemu"

Azof:" iya makasih ya rez"

Anrez:" iya"

Setelah mereka selsai mengobrol mereka melihat jam menunjukkan 19.30 dan mereka mendengar pintu yang terbuka, ya itu adalah haico dan tiara mereka begitu cantik dengan sedikit polesan make up di wajah mereka dan dress yang mereka pakai pesona mereka membuat anrez dan azof menatap mereka tanpa berkedip, karena mereka tau haico dan azof ke susahan maka mereka langsung menghampiri mereka.

Azof:" kamu cantik, sini aku bantu"

Sambil mengulurkan tangan nya kepada haico dan genggaman tangan nya di terima oleh haico.

Haico:" makasih, kamu juga ganteng"

Azof:" makasih"

Anrez:" sini aku bantu"

Tiara:" makasih kak"

Setelah mereka turun mereka langsung ke taman belakang, dimana haico yang sudah menggandeng azof dan anrez yang masih menggandeng tiara membuat perhatian haico dan azof teralihkan.

Haico:" sayang"

Mereka berbicara dengan suara kecil jarak mereka agak jauh dari Tiara dan anrez.

Azof:" oh udah berani sekarang"

Haico:" ih biarin"

Azof:" iya ada apa sayang?"

Haico:" tuh liat genggaman tangan mereka gak lepas dan mereka gak sadar dong"

Azof:" eh iya kok bisa ya, udah lah biarin sesadar mereka aja"

"Hehehe"

Tiara:" kak kenapa kok ketawa?"

Haico:" engga kok gpp"

Setelah itu semua lampu padam karena papah & mamah Haiti mereka sudah ada di depan.

~suasana di depan~

Papah:" bi, mang ini ada apa kok lampu nya mati?"

Mamah:" iya mang terus anak anak gimana?"

Mang Asep:" gak ada apa apa kok pak, ini saya sama surti cuma di suruh pegang ini dan kalian harus pakai ini"

Bi surti:" iya bu ibu harus pakai ini"

Setelah bi surti dan mang Asep memakaikan mahkota itu mereka langsung menyuruh papah dan mamah Haiti masuk mereka masih di luar untuk menyalakan lampunya.

Papah:" yaudah mau kita masuk ya"

Papah dan mamah Haiti masuk dan melihat dekorasi yang ada dan melihat lilin yang berjajar sampai tan belakang pada saat sampai di belakang mereka kaget dengan kejutan dari anak anak mereka dan serentak lampu pun menyala.

Bagaikan es yang mencair [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang