Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku memperhatikannya yang dengan telaten membersihkan darah di jari telunjukku, dan entah kenapa tiba-tiba saja di dekatnya mampu membuat jantungku memompa darah lebih cepat, dan akibatnya, suaranya memenuhi telingaku, membuatku gugup kalau sampai orang yang sedang sangat serius di depanku ini mendengarnya.
"Ceroboh banget sih jadi cewek," dia menggerutu sendiri, sedangkan aku tetap diam.
Jadi sebenarnya, satu jam yang lalu jari telunjukku baru saja terjepit pintu. Lucu memang, dimana seorang gadis remaja hampir dewasa masih saja terjepit pintu, tapi kan, yang namanya musibah ngga ada yang tahu, iya kan?
Aku juga heran kenapa aku berdiri di samping pintu, saking seriusnya sampai tidak sadar jariku masuk ke dalam sela-sela dan berakhir terjepit, lalu berdarah.
Sebenarnya aku tidak ingin menceritakan ini, tapi ya sudahlah, tadi itu aku sedang menunggu Sunghoon datang ke kelas karena aku kira dia tidak akan mengajak aku kekantin. Karena aku tidak sabaran, aku malah menunggu di pintu, ya ini akibatnya.
"Aw, sakit!" Nada suaraku sedikit meninggi, dia menoleh padaku.
"Gimana ceritanya si orang segede lo masih aja kejepit," aku tidak tahu kenapa dia menjadi kesal, tapi bodohnya, saat rasa perih semakin terasa, dan suaranya terdengar mengkhawatirkanku, aku justru tersenyum.
Ngomong-ngomong, kami sekarang sedang berada di salah satu kursi di tepi lapangan yang sepi, memang siapa yang mau berpanas-panasan di tengah cuaca seterik ini?
Hari ini sudah menjadi hari ke-lima pertemananku dengan Lim Eun-soo, dia baik, ternyata juga anak yang ceria dan aktif. Aku nyaman berada di sampingnya, hanya saja, cara bicara Sunghoon kepadanya kadang-kadang membuatku iri, yang aku tidak tahu pasti alasanku merasa seperti itu.
Dia mengambil plester yang tergeletak, bersiap membukanya, sebelum kedatangan Kim Sunoo dengan nafas memburu dan wajah panik.
"Sunoo? Ada apa?" Aku bertanya, karena wajahnya sangat panik, mungkin hal buruk sedang terjadi.
"Itu, Eun-soo, Lim Eun-soo jatuh dari tangga."
Kalimatnya membuat aku dan Park Sunghoon otomatis berdiri, aku menoleh, plesternya berhasil jatuh dengan sempurna di tanah, dan wajah Park Sunghoon berubah menjadi panik, sangat panik.