16; hug

403 51 1
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tadi malam, semalaman aku teringat tingkah Park Sunghoon yang serba tiba-tiba

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tadi malam, semalaman aku teringat tingkah Park Sunghoon yang serba tiba-tiba.

Tiba-tiba datang ke rumahku.

Tiba-tiba mengucapkan selamat padaku.

Tiba-tiba tahu ulang tahunku.

Tiba-tiba memberiku kado paling aneh yang kuterima, maksudku, bukan bunga mawar putihnya yang aneh, kukira akan ada makna dibaliknya.

Sama seperti dia memaknai bulan separuh malam itu di atap gedung, tapi ternyata tidak ada, malah yang ada hanya hal konyol.

Apa karena aku temannya? Jadinya dia tiba-tiba seperti ini?

Iya, bisa saja.

Aku baru selesai mandi, sedang memakai baju seragamku. Sebenarnya, aku tidak terlalu men-spesialkan hari ini.

Tidak ada hal yang baik terjadi di hari ini, tidak ada yang mengharapkan kehadiranku.

Kalian tahu? Ketika aku berumur enam tahun, umur yang umum untuk seorang anak meminta pesta ulang tahun pada ayahnya.

Justru di hari itu, ayah mabuk berat seharian, ayah baru terbangun ketika matahari sudah berada tepat di atas. Setelah bangun pun, ayah tidak mengatakan apapun, langsung pergi begitu saja.

Setiap ada keluarga yang datang, baik dari pihak Bunda ataupun pihak Ayah, yang menjadi topik pembicaraan adalah aku yang terlahir dengan membunuh ibuku sendiri. Mereka menyalahkanku, mereka tidak memperhatikan wajah ayah yang sudah memerah menahan kesal dan rasa muak.

Sekarang-sekarang aku baru paham, ayah sudah menahan segala perasaan tidak mengenakan dari lama, dan mungkin, kebahagiaan yang ayah dapat sekarang setimpal dengan semua rasa sedih yang pernah ayah rasakan. Aku mengerti.

Dan dari kecil juga, Jungwon dan keluarganya yang selalu menemaniku.

Bunda Yoona adalah sahabat karib ibuku, Bunda Taeyeon.

Hanya Bunda Yoona yang benar-benar terasa menyayangiku, beliau tidak pernah menyalahkanku, Bunda Yoona bilang, sebelum aku lahir, ketika aku masih berada di perut Bunda Taeyeon, Bunda Taeyeon sangat menjagaku.

You're Missing [Re-upload]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang