11; strawberry

488 69 7
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sekarang aku sedang berdiri di depan rumah bersamanya, dia melepaskan genggaman tanganku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sekarang aku sedang berdiri di depan rumah bersamanya, dia melepaskan genggaman tanganku. Berdiri berhadapan.

Dalam perjalanan pulang, kami bercerita tentang banyak hal. Bercerita tentang teman laki-laki Jungwon yang ternyata takut pada kucing.

Bercerita tentang aku yang dulu sangat susah di ajari naik sepeda. Bahkan sampai sekarang aku belum lancar naik sepeda.

"Selamat ulang tahun, Gaeul-a."

Aku terkejut mendengar kalimatnya, hal yang seharusnya jadi sangat istimewa, justru menjadi hal paling menyeramkan dalam hidupku.

Ketika aku membunuh ibuku sendiri, ketika aku menjadi alasan ibuku pergi untuk selamanya.

Bukan, hari ini bukan ulang tahunku. Sekarang tanggal 14 Februari, berarti 5 hari lagi. Dia mengucapkannya 5 hari sebelum tanggalnya.

Aku melihat keatas, aku tidak akan membiarkan air mataku jatuh, tidak didepannya.

Aku berusaha sekuat tenaga agar tidak menangis, karena merasa air mataku tidak jadi jatuh, aku menatapnya.

Dia juga sedang menatapku, memperhatikanku dalam diam.

"Mianhae."

"Untuk apa?"

"Karena mengingatkanmu pada hal yang tidak ingin kamu ingat."

"Aniyo, gwaenchanha."

Dia terdiam, mungkin sudah tidak mempercayai kata baik-baik saja yang keluar dari mulutku.

Tak lama, dia kembali bersuara.

"Ya sudah, sudah sore. Aku pulang."

"Ngga mau masuk dulu?"

"Besok lagi," dia tersenyum.

Dia mengusap kepalaku, kebiasaannya dari lama.

Dia pergi, membalikan langkahnya untuk melambaikan tangan padaku. Aku tersenyum dan membalas lambaian tangannya.

"Hati-hati Jungwon-a!" Aku sedikit berteriak karena dia sudah jauh.

Ketika aku sudah tak lagi melihat langkahnya, aku terduduk, dan menangis. Menangis sekencang dan sekuat yang kubisa.

You're Missing [Re-upload]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang