please don't forget to always klick vote and comment while u reading
wajah ku merah padam terlihat jelas di pantulan kaca rias hotel. handuk kimono masih melilit tubuh ku. debaran jantung pun belum bisa stabil. sekitar dua jam lalu Aku telah kembali ke hotel tempat singgah ku dan Jeonghan. betapa kesal nya melihat keadaan hotel yang masih belum ada tanda tanda keberadaan Yoon Jeonghan lelaki super sok sibuk yang sialnya menjadi pusat perhatian ku beberapa bulan ini.
"apa dia sengaja membiar kan ku seperti ini?" racau ku tidak jelas, sungguh sudah tidak bisa menahan amarah sedari tadi, menunggu nya seperti orang bodoh di dalam kamar hotel ini membuat pikiran ku tak tenang.
rasa kesal kali ini benar benar tak bisa ditandingi dari apapun, melihat Jihoon yang sangat merindukannya datang, berharap memeluk Appa nya segera, namun yang ditemukan hanya ruangan kosong.
tak hanya itu, Seungkwan memberikan ku pesan bahwasanya untuk acara makan malam Aku akan langsung dijemput helikopter, bagaimana dengan Jeonghan? ya dia akan langsung menuju tempat acara, Tanpa aku, istrinya sah saat ini. Aku benar benar ingin menampar lelaki itu didepan semua orang.
"Sia ya?" panggil Jia membuat ku menyadarkan lamunan ku. udara di sini begitu dingin namun tidak dengan ku saat ini, darah ku rasanya mendidih karena jantung yang berpacu hingga menaikkan suhu tubuh.
"Ya" jawab ku setelah membukakan pintu dan segera meninggalkannya keruangan ku kembali, malas melihat wajah siapa saja saat ini.
"Kau belum bersiap?"
"Persetan dengan makan malam"
"Jangan begitu"
"Aku tidak peduli, dimana Jihoon?"
Jia menyeret tangan ku paksa, mendudukkan ku pada kursi meja rias, menegakkan wajah ku hingga menatap pantulan diri di kaca.
"Sia cantik ku, kau harus datang untuk Jeonghan, Jeonghan menunggu mu disana"
air mata ku serasa pecah namun ku tahan, tak mau memberi tahu sahabat ku bahwa temannya ini terlalu lemah hanya karna perlakuan lelaki brengsek seperti Jeonghan, yang hanya menjual bualannya saja.
mata ku memerah karena menahan aliran air yang ingin menetes.
"Baik, aku yang akan mempoles mu, percayakan semua pada ku"
Jia sudah berpoles begitu rupawan, dress panjang fix badannya memperlihatkan betapa indahnya tubuh wanita ini, dengan make up tipis yang ia padukan membuat nya terlihat begitu bersinar.
"Jia ya, kau sangat cantik, tidak salah Oppa memilih mu" ucap ku
"Apa-apaan ini? tidak biasanya kau memuji ku"
"Terimakasih sudah menerima Oppa"
"Ya!, semakin sore kau semakin tidak jelas"
"Jihoon dimana?" tanya ku lemas
"Jadi, Jihoon telah pergi bersama keluarga Hong terlebih dahulu, untuk membeli sesuatu yang diinginkan Gummy dan Jihoon"
"Aku memang belum bisa menjadi ibu yang baik, selalu merepotkan keluarga Hong"
"Apa yang kau bicarakan!, Jihoon sangat menyayangi mu, kalau seperti itu apa bukan ibu yang baik namanya?"
Jia sudah selesai memoles ku dengan sangat profesional, ia mengeluarkan dress hitam panjang ku di lemari. melihat dress itu membuat ku sedikit meredakan amarah karena keindahan dress tersebut. dress panjang dengan warna hitam untuk bagian atasnya dan silver dibagian bawah, lapisan luar rok dikelillingi furing perpaduan warna ungu gelap dan silver terlihat sangat indah benar benar nuansa malam jelas terpampang pada dress ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Therapying MR. Yoon Jeonghan
Storie d'Amore[COMPLETED] Yoon Jeonghan pimpinan grup Yoon, memiliki satu anak, namun kehidupannya berantakan setelah kejadian hebat menimpa dirinya. Sang istri meninggalkan dunianya ketika kebahagiaan datang, ya, ketika buah hatinya merasakan atmosfir bumi, ibun...
