35

3K 147 12
                                        


last chapt!! 

please don't forget to always klick vote and comment while u reading



"Jeonghan -ssi! kemana saja? Aku mencari mu, jangan kau meninggalkan ku disini sendiri! haha!" tawa mengesalkan yang berada di balik punggung Jeonghan mengganggu telinga ku, jemari Jeonghan yang masih menautkan pada ku terasa mengerat mungkin karena menahan kesal. Tamu undangan semakin ramai mengelilingi Mark, sehingga Aku harus mundur ke belakang Jeonghan. 


"Ya Mark -ssi, tidak mungkin Aku selalu berada di sisimu, Aku harus menemui is-"


"Hei!!, You! You!, I know You right?" ucap lelaki dengan rambut hitam cepak dengan bau mint yang menyeruak dari sekitar tubuhnya, dia bicara pada ku?


"Girl!!, Kau kekasih Wonwoo Hyung!!. Apakabar?! Siapa nama mu?, Ah!! Sia? Kim Sia??" celetuknya asal yang kini berhasil merengkuh tubuh ku, memeluk ku sekilas sebagai sapaan, jemari Jeonghan yang sedari tadi terpaut terlepas dengan sendirinya, memperhatikan ku dengan Mark bergantian. Aku pun bingung merasa sama sekali tidak pernah bertemu dengan manusia kurus diddepan ku ini.


"Untuk kekasih sahabat ku, Cheers!" Mark memberikan ku segelas wine yang langsung saja ia tos kan dengan gelas miliknya yang secara reflek membuat ku ikut meminumnya. Jeonghan yang masih mengawasiku kini membulatkan matanya, langsung saja ia menarik gelas yang baru saja ku teguk sedikit dan langsung meminumnya, tanpa Mark sadari. 


"Kenapa Wonwoo Hyung tidak memberitahuku tadi kalau ia membawa kekasihnya?, Sia -ssi, tolonglah desak Wonwoo hyung untuk segera menikah, sudah berapa tahun kalian bersama-"

"Mark -ssi, maaf" potong ku 

"Aku sudah tidak bersama dengan Wonwoo kini, Aku is-"

"What?, iya aku tahu, kalau kau bersama dengan Wonwoo sekarang pasti sudah ku injak kakinya, katanya memang dia akan terlambat kesini, apa kau tidak tahu?" potong nya lagi, lelaki ini memang gila, bagaimana bisa secerewet ini.


"Bukan seperti itu maksudku-"


"Ladies and Gentlemen..." Tiba-tiba suara menggelegar yang keluar dari belahan keramaian ya, podium tempat asalnya membuat Mark meninggalkan ku, gagal lagi untuk menjelaskan bahwa Aku disini sebagai istri Yoon Jeonghan, yang sedari tadi berurusan dengannya.


"Nan Gweanchana, tidak perlu mencemaskan perasaan ku" bisik Jeonghan yang kini berada tepat dibelakang ku, ku putar tubuh ku melihat keadaannya yang tadi sempat kulihat perubahan wajahnya, namun segera ia menahan pundak ku untuk tidak menghadapnya.


"Aku sungguh tidak mengenalnya Jeonghan-ah"


"Aku percaya" ucapnya lirih, hampir tidak tertangkap telinga ku. 

rasa bersalah semakin menjalariku.

harusnya ku katakan sedaritadi, tidak membiarkan Mark memotong pembicaraan ku, memberi tahu seluruh orang disini bahwa Aku istri dari ceo Yoon Coorp. sial bodoh memang Aku sangat bodoh.


Jeonghan melangkah kedepan melewatiku tanpa berbicara pada ku, ia melangkah menuju podium karena harus memberikan sambutan. raut wajah yang tadi merah kini masih terlihat memerah, nafas yang ia keluarkan juga terdengar menggebu, namun alunan suara dan sambutannya masih memberikan kesan wibawa yang disambut hangat oleh audiencenya. 

Therapying MR. Yoon JeonghanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang