Hari ini adalah hari terakhir Mikayla di tanah air. Semuanya sudah ia persiapkan semalaman, dan besok dia akan terbang ke Milan.
Sekarang, gadis itu tengah menikmati secangkir teh di teras balkon. Hari masih pagi, dan udara sedang segar-segarnya, ia memanfaatkan hal itu.
Merasa bahunya ditepuk, gadis itu menoleh.
"Hei!"
Lelaki itu mengalungkan kedua tangannya di leher Mikayla, kepalanya ia sandarkan di bahu gadis itu, "Hari ini kita puasin ya. Kan terakhir."
Mikayla mengangguk pelan, "Iya."
Jonathan mengangkat kepalanya, "Iya apa?"
"Iya Nathan."
"Iya sayang, gitu."
"Nggak ah."
"Buruan, bilang gitu aja nggak mau."
"Kita kan nggak ada hubungan."
"Emang panggil sayang harus ada hubungan?"
"Ya iya lah."
"Lo kan calon istri gue, Kay."
Mikayla menjauhkan tubuhnya dari Jonathan, "Apaan, nggak. Kita itu..."
Jonathan menatap Mikayla lama, menunggu gadis itu melanjutkan kalimatnya.
"Teman."
Jonathan menegakan tubuhnya, "Oh iya, lupa."
Lelaki itu berbalik hendak masuk ke dalam, "Gue mandi dulu. Jam sembilan kita jalan-jalan."
...
Mikayla berjalan beriringan dengan Jonathan menuju sebuah Kafe outdoor. Mereka telah selesai mengunjungi beberapa teman SMA mereka. Dan sekarang waktunya mereka rehat sejenak.
Gadis itu menyandarkan tubuhnya di kursi, melirik jam tangannya, sudah jam dua siang rupanya.
"Vanilla Latte?"
Mikayla tersenyum lalu mengangguk, "Sama pasta ya."
Jonathan menutup buku menu, "Vanilla Latte dua, pasta satu."
"Sudah? Itu saja?" Setelah mendapat anggukan, pelayan itu mulai menjauh untuk membuatkan pesanan mereka.
"Lo flight jam berapa?" tanya Jonathan.
"Sembilan, dari rumah jam delapan."
Jonathan mengangguk, "Gue antar."
Mikayla mengangguk menurut, "Jangan nangis loh."
"Nggak lah! Gila aja."
Mikayla menutup mulutnya menahan tawa, ia menggeser minuman pesanannya yang baru saja datang, lalu menyeruputnya.
"Lo belajar yang bener di sini. Gue pulang harus udah sukses!"
Jonathan tersenyum miring, "Iya, nanti lo pulang langsung gue nikahin."
"Segitu penginnya ya?"
Jonathan mengangguk, "Kenapa? Lo nggak mau nikah sama gue?"
"Gue belum kepikiran nikah sih. Mau berkarir dulu."
Jonathan mengambil garpu, lalu memakan pasta keju milik Mikayla, "Iya, gua mau ngimbangin lo. Mau sukses dulu."
Mikayla tersenyum lebar, "Nah!"
Mikayla mengambil ponselnya yang bergetar, ia memincingkan matanya sebal.
Papa : pulang
KAMU SEDANG MEMBACA
JONATHAN ✓
RomanceCERITA LENGKAP [#1 in Jonathan] - Mei 2021 [#1 in Mikayla] - Mei 2021 [#1 in Romanced] - Januari 2021 [#1 in Lovesproblem] - Oktober 2021 [#2 in Lovesproblem] - Mei 2021 [#2 in Mikayla] - September 2021 [#2 in Roma] - Oktober 2021 [#3 in Roma] - Ju...
