25.- Perpisahan

720 65 0
                                        

12 tahun yang lalu...
Milan, Italia.

Sepulang dari sekolahnya, kedua manusia yang baru saja memasuki bangku sekolah dasar. Keduanya merebahkan tubuh mereka pada sofa ruang tamu.

"Rey kau tadi kenapa tidak bergabung bersama yang lain? Mengapa kau selalu mengikuti-ku?"

Lelaki yang di panggil Rey itu menoleh ke arah gadis di hadapannya, "Iya! Karena aku ingin menjagamu Ana! Aku takut jika ada yang menyakitimu!"

"Tapi Rey! Aku sudah besar! Kau tak perlu menjagaku! Aku bisa menjaga diriku sendiri!"

"Tidak Ana! Aku harus selalu di dekatmu!"

"Iya Rey! Tapi. Apa kau tidak malu? Main dengan anak perempuan? Kau juga harus mencari teman!"

Rey mengangguk. Lalu merangkul bahu Ana, "Baiklah Ana!"

"Hei ada apa ini ribut ribut?"

Seorang wanita paruh baya menghampiri mereka.

"Ini mom, Ana tidak mau aku selalu di dekatnya."

Wanita tersebut mengusap kepala Rey, "Ana tidak salah, Rey! Kau memang harus mencari teman, dan temanmu juga harus sama sepertimu, laki laki."

"Iya benar sekali! Kau harus mencari teman laki laki Rey!"

Rey bangkit dari duduknya, dan menarik pergelangan tangan Ana, "Ikut aku Ana."

Ana mengangguk lalu berjalan mengekor di belakang Rey.

"Kita akan kemana Rey?"

"Diamlah Ana! Ikuti saja kemana aku pergi!"

"Baiklah."

Mereka telah sampai di sebuah taman di dalam Mansion besar milik keluarga Rey.

"Duduklah Ana. Tunggu di sini! Aku akan segera kembali!"

Ana pun menuruti saja keinginan Rey, gadis itu berjalan mendekati kursi yang berada di tengah taman tersebut.

Rey kembali, dan segera duduk di sebelah Ana, lelaki itu menyodorkan sebuah Flower Crown kepada Ana.

Ana mengerutkan keningnya, "Apa ini, Rey?"

Rey memasangkan Flower Crown tersebut di puncak kepala Ana.

"Wahh! Kau cantik sekali Ana!"

Ana tesenyum malu, ia mengambil kembali Flower Crown tersebut lalu melihatnya dengan teliti.

"Kau membuatnya sendiri Rey?"

Rey mengangguk, "Simpan baik baik ya!"

Ana tersenyum, "Baiklah!"

"Jangan tersenyum Ana!"

"Mengapa?"

"Tak apa!"

Rey menggenggam jemari Ana, "Ana. Jangan pernah tinggalkan aku sendiri ya? Aku tidak mau berteman dengan siapa pun kecuali, kau."

PLAK!

Keduanya menoleh pada sumber suara, Rey yang melihat Mamanya di tampar kasar oleh seseorang segera menghampiri-nya.

"Mom!"

Ana, gadis tersebut mengikuti Rey.

Rey menatap tajam wanita tua di hadapannya, "Hei! Mengapa kau menampar Mom?"

JONATHAN ✓ Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang