Mikayla menyeret kopernya menjauhi lobby Bandara, bersama Diandra. Setelah sampai pada pintu keluar, Mikayla menoleh ke arah Diandra, ia teringat sesuatu.
"Emm, Yan. Kita ikut yang lain aja, gimana?"
Diandra menyerngit heran, "Ikut yang lain? Maksud lo, ke hotel?"
"Emang kenapa?"
"Nggak papa sih." jawab Mikayla.
"Ke hotel aja lah. Emang lo mau? Pisah sama Fabian?"
Diandra menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Emm, enggak."
"Yaudah. Lo telfon Jonathan dong."
Mikayla mengangguk, lalu mengambil ponselnya.
"Kenapa?"
"Nath? Aku ikut ke hotel aja deh, sama Diandra juga."
"Lah? Kenapa?"
"Nggak papa, kamu di mana? Udah jalan ke hotel belum?"
"Belum, kamu dimana? Masih di pintu keluar? Aku lagi makan dulu sama yang lain."
"Makan dimana? Biar aku ke situ deh."
"Cafe."
"Yaudah aku sama Diandra ke situ, tunggu ya."
Mikayla mematikan panggilannya, dan kembali menaruh ponselnya di dalam Sling bag-nya.
"Yuk?"
"Kemana?"
"Nyamperin Nathan, sama yang lain."
Diandra ber'oh'ria seraya mengangguk, kemudian mereka berjalan menuju Cafe yang berada di sekitar Bandara.
***
"Ahh, udah yok. Cepet ke hotel." ucap Joshua sambil merentangkan kedua tangannya ke udara.
"Capek banget anjir."
"Yok!"
Mereka memasuki Taksi yang sudah di pesan, dan beranjak menuju hotel. Setelah membayar kepada supir taksi, kelimanya berjalan memasuki hotel berbintang lima yang akan menjadi tempat tinggal mereka selama di Milan ini.
"Gue sekamar sama Kayla, ya?" tanya Diandra.
"Iya lah, masa lo mau sekamar sama si Babi!" balas Joshua, seraya menyenggol bahu Fabian.
"Yee, apaan sih lo."
"Kalian bertiga sekamar?" tanya Mikayla, sambil menunjuk Jonathan, Fabian, serta Joshua.
"I-iyaa."
"Ihh! Hati hati loh, tidurnya jangan deketan, ntar nyaman lagi." ucap Diandra.
Joshua bergidik ngeri, "Yaallah! Gue masih doyan cewek, yah!"
"Gue juga ogah kali, sekamar sama lo berdua! Gue pesen kamar sendiri!" ucap Jonathan, lalu berjalan mendekati Resepsionis Hotel.
Setelah berbicara kepada sang Resepsionis Hotel, Jonathan kembali kepada teman temannya, lelaki itu melempar kunci kamar ke arah Fabian, dan Joshua. Dengan sigap kedua lelaki itu menangkapnya.
"Kamar 502!"
"Sialan lo, Nath!" umpat Fabian.
Jonathan berjalan mendekati Mikayla, "Nih, kamar kamu nomor 504 ya!"
Mikayla mengangguk lalu menerima kunci, dari Jonathan.
Setelahnya, mereka semua berjalan mendekati Lift, dan menunggu pintu Lift terbuka.
KAMU SEDANG MEMBACA
JONATHAN ✓
RomanceCERITA LENGKAP [#1 in Jonathan] - Mei 2021 [#1 in Mikayla] - Mei 2021 [#1 in Romanced] - Januari 2021 [#1 in Lovesproblem] - Oktober 2021 [#2 in Lovesproblem] - Mei 2021 [#2 in Mikayla] - September 2021 [#2 in Roma] - Oktober 2021 [#3 in Roma] - Ju...
