HAPPY READING!
***
Kayla menutup pintu kamarnya, setelah itu ia menaruh Slingbag, dan berjalan menuju kamar mandinya.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya, ia keluar dari kamar mandi, dan berjalan menuju tempat tidurnya.
Kayla mengambil ponsel yang ada di dalam SlingBag yang tadi di taruhnya di atas meja.
Gadis itu membaca pesan dari Jonathan. Lelaki itu menanyakan apakah ia sudah tidur atau belum, lantas Kayla segera membalasnya.
Mikayla : belum, ini baru mau
Mikayla : kamu sudah sampai rumah?
Jonathan : belum
Jonathan : lg d rmh Joshua, ada Fabian juga
Mikayla : ngapain?
Jonathan : main
Mikayla : ¬_¬
Jonathan : kenapa?
Jonathan : tidur sana
Jonathan : udah malem
Mikayla : kamu pulangnya jangan malem-malem ya
Jonathan : iya sayang
Kayla menyungging senyum kecil, jarang-jarang Jonathan memanggilnya seperti itu.
Gadis itu menaruh ponselnya di atas nakas, lalu ia berbaring, tak lupa Kayla menarik selimutnya, agar tidurnya nyaman.
***
Drrtt.. Drrtt..
Kayla meraba-raba nakas yang ada di samping tempat tidurnya, mencari-cari ponselnya yang sedari tadi berbunyi.
Setelah menemukan benda pipih tersebut ia mendekatkan ponselnya ke daun telinga.
"Pagi, Kayla!"
"Udah bangun?"
"Gue di depan rumah lo nih, keluar dong!"
Kayla membuka matanya perlahan, lalu melihat layar ponselnya, ia tidak menyimpan nomor tersebut.
"Siapa ya?"
"Juan. Lo nggak simpan nomor gue?"
"Nggak. Lo ngapain ke rumah gue pagi-pagi gini?"
"Ngajak lo jogging, buruan keluar. Udah dua jam nih, gue nungguin lo bangun."
"Kenapa nggak masuk?"
"Nggak papa. Udah buruan keluar."
"Iya tunggu!"
***
Setelah selesai bersiap, Kayla keluar dari kamarnya. Lalu pergi menemui Juan yang ada di depan rumahnya.
"Pagi!" sapa Juan.
Kayla tersenyum, "Pagi juga!"
"Mau jogging kemana?" tanya Kayla.
"Terserah."
"Muterin komplek aja ya?"
"Boleh. Ayo!"
Mereka pun mulain berlari memutari komplek perumahan Kayla, sesekali mereka berhenti karena kelelahan.
"Eh, duduk situ aja yuk. Deket warung juga. Sekalian beli minum," ajak Juan.
Kayla mengangguk, lalu mengikuti Juan untuk duduk di bangku yang ada di pinggir jalan.
"Gue beli minumnya dulu," kata Juan, lalu lelaki itu berjalan ke arah warung yang dekat di sana.
Kayla menunduk menatap sepasang sepatunya, ia melamun sebentar sampai bunyi ponselnya yang membuat nya tersadar.
Ia merogoh kantung jaketnya, lalu mengeluarkan ponselnya.
Jonathan : kamu di mana?
Mikayla : lagi jogging
Jonathan : sama Mahesa?
Kayla diam sebentar, ia memikirkan kalau ia menbalas ia pergi dengan Juan, nanti Jonathan marah. Bagaimana?
"Kay!"
Kayla terkejut, gadis itu kembali memasukan ponselnya ke dalam saku jaketnya.
"Nih, minumnya."
"Makasih."
Juan mengangguk, lalu duduk di sebelah Kayla.
Kayla membuka tutup botol minuman tersebut, lalu meneguknya hingga seperempat.
"Tumben banget, lo ngajakin gue jogging. Rumah lo kan jauh dari sini."
"Gue pake motor kesininya. Nggak papalah! Gue lagi pengen aja. Udah lama nggak ketemu lo."
"Oh, gitu ya?"
"Iya, gimana hubungan lo sama Nathan?"
"Baik-baik aja."
"Kemarin gue liat dia di Bar sama dua temennya."
"Masa sih? Ngapain mereka?"
"Biasa, minum-minum."
"Lo juga?" tanya Kayla.
"Nggak. Gue ketemuan sama temen gue, kebetulan ketemu sama mereka."
Kayla hanya menganggukan kepalanya beberapa kali.
"Oh iya, gue juga liat cewek. Gue nggak tau namanya. Tapi gue udah foto mereka kok, lo biasa liat sendiri mereka ngapain. Jadi gue nggak perlu jelasin, karena nanti ambigu jadinya."
Juan memperliatkan foto Nathan dengan cewek berpakaian serba mini.
"Britney?"
Di foto tersebut Britney mengalungkan kedua tangannya di leher Nathan, sedangkan Nathan memegangi pinggang cewek itu.
"Mereka dansa?"
"Dalam keadaan mabuk? Maybe. Gue langsung pergi. Gue nggak tau kelanjutannya."
Matanya memanas, Kayla segera meminum sisa air yang di belikan Juan tadi.
"Lo nggak papa?" tanya Juan memastikan.
Kayla tersenyum, lalu mengangguk, "Nggak papa."
"Kita balik ke rumah gue yuk, cape nih gue. Mau mandi juga."
***
Setelah kepulangan Juan, Kayla segera memasuki kamarnya. Gadis itu menjatuhkan tubuhnya di atas kasur. Air matanya perlahan turuh, ia segera menghapusnya. Kayla mengeluarkan ponselnya, ia melihat Jonathan yang mengirimkan puluhan pesan kepadanya.
Jonathan : sama Mahesa?
Jonathan : apa sendirian?
Jonathan : kay?
Jonathan : nanti sore jalan bisa ga?
Jonathan : kaylaaaa
Jonathan : sayang?
Jonathan : udah selesai jogging-nya?
Dan masih banyak lagi pesan dari Jonathan, Kayla kembali menangis. Ia menutupi wajahnya dengan bantal. Ponselnya ia lempar entah kemana.
"Kayla?"
Kayla mengangkat kepalanya, ia menghapus air matanya, lalu bangkit dari kasurnya.
"Kenapa, Pah?" tanya Kayla setelah keluar dari kamarnya.
"Ada Jonathan di luar."
***
See u~
KAMU SEDANG MEMBACA
JONATHAN ✓
RomansaCERITA LENGKAP [#1 in Jonathan] - Mei 2021 [#1 in Mikayla] - Mei 2021 [#1 in Romanced] - Januari 2021 [#1 in Lovesproblem] - Oktober 2021 [#2 in Lovesproblem] - Mei 2021 [#2 in Mikayla] - September 2021 [#2 in Roma] - Oktober 2021 [#3 in Roma] - Ju...
