Mikayla berjalan menuju gerbang sekolahnya. Sekolahnya sudah lumayan sepi. Dia sengaja keluar paling akhir, agar tidak bertemu dengan Jonathan.
Sudah cukup lama ia menunggu kendaraan umum, namun sepertinya tidak ada yang lewat lagi.
Mikayla mendongakkan kepalanya ke atas menatap langit biru yang mulai menghitam, tampaknya akan turun hujan.
Mikayla mengambil ponselnya, dan menghubungi Papanya untuk segera menjemputnya.
Dan benar saja, rintik hujan mulai turun membasahi bumi. Mikayla dengan cepat berjalan menuju halte dekat sekolahnya.
"Hufftt."
Seorang lelaki berlari ke arahnya, sambil menutupi kepalanya dengan kedua tangannya.
Jonathan, lelaki itu duduk di sebelah Mikayla. Mikayla mengalihkan pandangannya ke arah lain. Mereka saling diam, tidak ada yang berbicara.
"Belum pulang, Kay?"
Mikayla menggeleng. Gadis itu memeluk tubuhnya.
Jonathan yang melihatnya, segera mengeluarkan Jaket Jeans miliknya, lalu memberikannya pada Mikayla, "Nih, pake."
Mikayla menggeleng. Jonathan menghela nafas panjang, lelaki itu memakaikan Jaketnya pada tubuh Mikayla.
"Lo sendiri belum pulang?"
"Tadi ketiduran di kelas, nggak ada yang bangunin. Emang sialan temen gue," kekeh Jonathan.
Mikayla hanya mengangguk membalasnya.
Tin! Tin!
"Kayla! Ayo masuk mobil!" teriak Papanya dari dalam mobil, lalu membuka Jendela, "Jonathan?"
Jonathan tersenyum. Mikayla segera bangkit dari duduknya, "Nath gue balik dulu ya."
Mikayla segera berlari menuju mobil Papanya. Dan mobil itu melesat, meninggalkan Jonathan yang masih terdiam.
...
Mikayla sedang duduk di meja belajarnya, ia menatap ke arah jendela kamarnya, melihat rintikan air hujan, yang sampai kini belum juga reda.
Mikayla memikirkan Jonathan, lelaki itu sudah pulang atau belum? Mikayla tiba tiba merasakan rindu pada Jonathan, ah Mikayla menggeleng gelengkan kepalanya.
Mikayla beranjak dari duduknya, lalu keluar kamarnya. Mikayla berjalan mendekati Papanya dan Mahesa yang sedang duduk di meja makan.
"Kayla, kamu Papa panggilin dari tadi, nggak keluar keluar." ucap Harry.
"Iya, maaf Pah. Nggak denger."
Mikayla duduk, lalu mereka menikmati makan malam bersama.
Selesai makan, Mikayla menyingkirkan piring makannya ke samping, "Pah, aku mau keluar, gimana?"
"Mau kemana Sayang?"
"Mau ke Minimarket, beli makanan."
"Sama Mahesa ya, masih hujan ini loh, nanti kamu sakit."
"Nggak usah Pah, aku bisa sendiri."
"Yasudah, hati hati."
...
Jonathan baru saja keluar sebuah Club, lelaki itu berjalan gontai menuju mobilnya. Malam ini Jonathan menghabiskan banyak botol Beer.
Jonathan memegangi kepalanya yang terasa pusing, lelaki itu terus berjalan mencari cari mobilnya.Pandangannya kabur, karena pusing.
Jonathan tiba tiba saja ambruk, tetapi untungnya ada seseorang yang menangkapnya.
"Kaylaa.."
Mikayla menatap Jonathan, "Nathan."
Jonathan samar samar melihat wajah Mikayla, Mikayla dengan sekuat tenaga memegang tubuh besar Jonathan.
Mikayla membawa Jonathan pada kursi duduk dekat Minimarket yang baru saja Mikayla kunjungi. Club dengan Minimarket itu memang bersebelahan.
Mikayla menyodorkan air mineral kepada Jonathan yang masih memegangi kepalanya.
Jonathan menerimanya, lalu meneguknya hingga habis.
"Nath, kamu dari mana?"
Jonathan tidak menjawab, lelaki itu masih memandangi Mikayla.
"Kamu mabuk ya, Nat?"
Jonathan tetap diam, lelaki itu kini menyenderkan kepalanya di bahu Mikayla. Mikayla dapat merasakan bau Alkohol yang sangat menyengat pada indra penciumannya.
"Jonathan? Kamu mabuk ya?"
Jonathan mengangguk lemah, lelaki itu memejamkan matanya. Mikayla mengusap kepala Jonathan, merapikan rambut lelaki itu.
Jonathan mencekal tangan Mikayla, "Maaf, Kay."
°°°
Jangan Lupa Vote & Komentar.
Terima Kasih<3
27/11/19.
KAMU SEDANG MEMBACA
JONATHAN ✓
Storie d'amoreCERITA LENGKAP [#1 in Jonathan] - Mei 2021 [#1 in Mikayla] - Mei 2021 [#1 in Romanced] - Januari 2021 [#1 in Lovesproblem] - Oktober 2021 [#2 in Lovesproblem] - Mei 2021 [#2 in Mikayla] - September 2021 [#2 in Roma] - Oktober 2021 [#3 in Roma] - Ju...
