29. where's sandi?

161 33 6
                                        

Selain suka memainkan hati perempuan, ternyata Reyes juga jago memainkan hati seorang Dizar, seperti sekarang.

"Woy!" Reyes yang sudah berjinjit di depan sana menggerak-gerakkan tangannya kepada Dizar yang masih terdiam di belakang.

Sekarang, Reyes dan Dizar sedang berada di jalan samping rumah Sandi.

Ingat, bukan?

Rumah Sandi sangat besar dan lebar, pagar-pagarnya pun menjulang ke atas tinggi-tinggi. Dan kini, Reyes dan Dizar tengah mengendap-endap di jalanan sekitar dinding tersebut.

Namun, satu hal yang membuat Dizar menghela napas berkali-kali. Ia mencoba melangkah tiga langkah ke depan sana sebelum akhirnya berkaca di sebuah kaca pembesar di tikungan jalanan ini. Melihat bayangannya di kaca pembesar itu, Dizar menurunkan bahunya yang lemas.

Astaga.

Bagaimana Dizar tidak lemas seketika? Sekarang cowok itu sedang menyamar sebagai pemulung!

Bayangkan itu. Dizar yang selama ini berusaha membuat penampilan terbaiknya di setiap suasana (meskipun kemarin tompelnya itu melekat indah di pipinya), tetap saja Dizar keberatan menerima ide gila dari Reyes itu.

Ya. Reyes sendiri yang memberi ide kalau menyamar adalah pilihan yang tepat. Sialnya... Dizar baru tahu ternyata Reyes memang masih gemar menonton film agen intelijen favoritnya itu.

"Kenapa sih?" Reyes mendekat. Sialnya lagi, Reyes tidak seperti pemulung. Alih-alih pemulung, dia malah terlihat seperti idol dengan pakaian sehari-hari. Celana pendek selutut, kaus hitam, dan bucket hat berwarna grey. Lengkap pula bersama tas karungnya itu.

Berbeda sekali dengan tampang Dizar yang dipaksa memakai kaus tak berlengan serta jeans berwarna hitam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Berbeda sekali dengan tampang Dizar yang dipaksa memakai kaus tak berlengan serta jeans berwarna hitam.

Berbeda sekali dengan tampang Dizar yang dipaksa memakai kaus tak berlengan serta jeans berwarna hitam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Harus banget pake kostum kayak gini?" tanya Dizar.

Namun, Reyes yang ditanya hanya menggedikkan bahunya cuek. Ia ikut berkaca di kaca pembesar itu sambil memerhatikan penampilannya. "Kenapa emang?"

"Lo cocok. Gue kaga."

"Terus?"

Dizar hanya menghela napas mendengar penuturan Reyes yang terkesan tidak peduli itu.

Sweet Trinity ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang