1. milk before sleep

805 120 11
                                        

"Halo bos, malam sokin gak?" senggolan seseorang membuat Sandi yang sedang meminum jus jeruknya itu mengernyit.

"Pake ditanya," Ini bukan Sandi yang jawab. Melainkan cowok yang sebenarnya daritadi sedang sibuk bermain---"Cuw! cuw! Ah sialan gue mati!" sedang bermain game, Sean.

Eric selaku si penanya hanya menyengir lebar. Lalu, menepuk bahu kiri Sandi. "Oke. Gue tunggu ya—ah, engga, soulmate lo yang nunggu. deh"

Sandi sontak mengerutkan dahi.

Seanyang sudah mengakhiri acara bermain game-nya itu menegakkan punggungnya yang tadi bersandar di dinding kantin. "Maksud lo?" tanyanya pada Eric.

Namun, Eric malah menaik-naikkan sebelah alisnya, "You know what i mean lah." Sebelum akhirnya Eric si rambut klimis itu berlalu begitu saja.

Sejujurnya, pertanyaan Sean terhadap Eric hanya basa-basi saja. Siapa si 'soulmate' itu? Tentu saja Eric tau.

Sean pun melirik Sandi yang sekarang sedang mengunyah es batu. 

Glutuk glutuk

Pandangan cowok itu lurus ke depan. "Datang lo?" bisik Sean.

"Menurut lo?" Sandi bertanya balik. Lalu, membuat Sean langsung diam karena tatapannya yang mendadak mengintimidasi.

 Lalu, membuat Sean langsung diam karena tatapannya yang mendadak mengintimidasi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Gue juga rindu sama soulmate gue."

⚽⚽⚽

"Lo yakin Cher?" Suara lemas Heila membuat Cherry yang lagi mengatur debar jantungnya mendesah.

"Bisa diem gak lo?"

Heila langsung diam. Matanya tertumbuk pada target yang ada di tengah lapangan.

Ada Sandi yang sedang menendang-nendang bola, lengkap dengan pakaian futsalnya yang berwarna merah terang.

Melihat itu, Heila menggigit bibir bawahnya khawatir. "Cher, udahlah gak usah,"

"Apasih La? Kok lo gitu?"

"Ya lo nggak liat Sandi itu gimana? Lo mau nembak dia di tengah lapangan? Sama aja lo bunuh diri." sungut Heila.

Namun, Cherry malah tertawa. "Bunuh diri apa maksud lo? Ada-ada aja deh. Tenang aja, gue pasti diterima. Kayak nggak kenal gue aja lo." Setelah itu, dengan percaya dirinya seorang Cherry, temannya Heila  yang memang cukup berpengaruh keberadaannya di sekolah ini mendekat ke lapangan.

Sweet Trinity ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang