oiya btw jangan lupa follow aku buat baca cerita2ku yang lain yaaa :D
salah satunya iniiiiii
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
aku udah publish tapi pembacanya gak ada :((
yuk baca siapa tau kamu sukaaaaa ^^
⚽👑🐙
"Ekhem, ekhem,"
Suara microphone yang terdengar lewat speaker-speaker besar di lapangan sontak menginterupsi semua murid yang berada di sekitarnya. Masing-masing dari mereka yang kini tengah beristirahat pertama, sontak menghentikan langkahnya, sebab, mereka tau suara itu.
"Halo semuanya,"
Nahkan.
Sapaan itu serentak membuat murid-murid di sekolah itu langsung melompat kesenangan.
"Siapa yang kangen Mr. Ej? Udah setahun kali ya Mr. Ej gak ke sini?"
"IYA!!!"
"Mr. Ej kemana aja???!!!"
"Kita kangen tau!!!!"
Mendengar teriakan itu, seorang cowok yang berada di pojok perpustakaan menarik sudut bibirnya tersenyum. Ah, benar. Mungkin sudah satu abad kali, ya, Dizar tidak menjamaah pojok perpustakaan yang ia sulap jadi ala-ala warnet studio gini?
Dizar---yang kini sudah tampil fresh, anti tompel ijo, anti culun, tampak tersenyum gembira. Di sisi kirinya, Rara melihat Dizar dengan bangga---setidaknya, motivasinya terhadap Dizar bisa terealisasi, bukan? Dan memang seharusnya seperti itu.
Cowok yang punya kompetensi untuk jadi terkenal dan idola, mengapa tidak bisa dimanfaatkan?
Yah, meskipun nih cowok juga terkadang membuat Rara kesal setengah mati.
"Kali ini, Mr. Ej gak mau ajak gibah. Tapi, ayo kita belajar sejarah."
Setelah berucap seperti itu, sontak Dizar tertawa tanpa suara. Ia melirik pada Rara yang sudah membulatkan matanya terkejut, tapi sedetik kemudian sama-sama tertawa sambil saling memukul bahu satu sama lain.
Dizar tau keadaan akan semakin rumit kalau orang kelamaan menerima informasi darinya. Ia pun berdeham dan menetralkan suaranya. "Ingatkah kalian dengan si hantu kamar mandi cowok?"
Para murid sontak saling menegang. Bahkan, sosok murid yang biasanya tidak tertarik dengan obrolan Dizar ini langsung menegakkan punggung dan penasaran.