38. three side

165 30 2
                                        

Suasana malam itu sangat temaram dan indah. Bulan memancarkan sinarnya dengan cerah dan membulat sempurna. Angin pun bersepoi-sepoi nan indah mengiringi gemerlapnya malam. Taburan bintang tak lupa jua terbit di atas langit sana.

Sangat sempurna di malam yang penuh kosa-kata pertanyaan ini.

Kini, Reyes, Sandi, dan Dizar sudah saling rebahan di atas rerumputan belakang rumah Reyes. Ya, akhirnya keinginan Dizar itu tercapai. Di mana ia ingin ketiganya berkumpul lagi setelah sekian lama. Setelah ragam kejadian yang menimpa mereka bertiga.

Lima menit berlalu, tak ada satu pun dari mereka yang bersuara, seolah-olah mereka memang sedang asyik memandangi hamparan langit di atas sana dengan pikirannya masing-masing.

Dizar yang sudah memakai kaus oblong dan celana joger berwarna hitam itu mendesah dan mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di atas rerumputan.

Dizar yang sudah memakai kaus oblong dan celana joger berwarna hitam itu mendesah dan mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di atas rerumputan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Namun, pikiran cowok itu melayang jauh melampaui angkasa. Oke, itu sedikit berlebihan.

Maksudnya, pikiran Dizar sudah melayang pada keadaan Bundanya di rumah sakit.

Tidak ada ujung sebenarnya. Pikiran itu tidak ada ujung bagi Dizar sebab keadaan sang Bunda masih belum sepenuhnya. Dokter mengatakan sang Bunda akan tetap berada di rumah sakit. Sampai kapan? Sampai di waktu yang tidak bisa ditentukan.

Dizar mengeluh lelah.

Jujur saja, ia sedikit lelah. Tapi, rasa cintanya pada sang Bunda melebihi rasa lelahnya itu.

Berpindah pada si lelaki dengan blindfold yang justru ia taruh di dahi, siapa lagi kalau bukan si Sandi yang super duper ribet itu?

Berpindah pada si lelaki dengan blindfold yang justru ia taruh di dahi, siapa lagi kalau bukan si Sandi yang super duper ribet itu?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pikiran Sandi melayang pada ucapan Dizar beberapa waktu yang lalu.

"Nanti keduluan, lho..."

Ah, sial. Dizar ini benar-benar sengaja membuat Sandi tidak bisa tidur dan terus memikirkannya, ya?

Jujur saja, hal itu sangat mengganggu Sandi.

Namun, Sandi juga sudah tau apa jawabannya. Jawabannya ya tentu saja tidak. Sejak sekolah dasar dulu juga Sandi dan Jelita memang sebatas teman walau sedekat apapun dia.

Sweet Trinity ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang