Peluru di Tengah Doa

18 7 0
                                        

Peluru di Tengah Doa - Episode 43

*----------*

Suara tembakan menggema keras, memecah sunyi gereja. Dalam sepersekian detik....tubuh Luke tersentak. Darah mengalir cepat dari bahunya, meresap ke kain pakaiannya yang gelap. Namun ia tidak langsung jatuh, matanya tetap tertuju pada Isabel.

"LUKE!!"

Belum sempat siapa pun bergerak...Victor langsung menarik Isabel ke belakang dengan kasar, tubuhnya berputar melindungi.

"Merunduk!" bentak Victor.

DOR! DOR! DOR!

Rentetan tembakan langsung menyusul, menghantam pilar-pilar batu di sekitar mereka. Serpihan beterbangan, debu tipis memenuhi udara, membuat pandangan sekejap kabur.

Alexander langsung bereaksi.

DOR!

Satu tembakan dilepaskan ke arah tangga, namun bayangan Evelyn sudah lebih dulu menghilang dari garis bidik.

"Dia menghilang!" seru Hector.

TANG!

Peluru berikutnya menghantam sisi pilar, sangat dekat....terlalu dekat untuk sekadar peringatan.

Isabel mengatupkan rahang, napasnya memburu. Matanya tetap mencari satu arah...

Luke.

Di tengah debu tipis yang masih menggantung, sosoknya terlihat goyah.

Isabel menegang.

Tanpa berpikir, ia melepaskan diri.

"Isabel!" Victor mencoba menahan, tapi terlambat.

Ia sudah berlari. Langkahnya cepat, rendah, menghindari sudut terbuka.

Tubuh Luke hampir jatuh saat Isabel menangkapnya.

Berat, hangat dan melemah.

"Bodoh..." napas Isabel bergetar, tangannya langsung menekan luka di bahunya. "Kau sudah gila ya?!"

Luke tersenyum samar, meski wajahnya mulai kehilangan warna.

"...kau khawatir ya?."

Isabel membeku sepersekian detik.

Lalu....

TANG!

Peluru menghantam lantai tepat di samping mereka. Serpihan batu kecil memercik, membuat Isabel refleks merunduk lebih rendah. Namun sebelum ia sempat bergerak lagi.

Luke sudah lebih dulu bergerak.

Dengan napas berat, tangannya menyusup ke dalam saku jasnya, gerakannya lambat namun pasti. Ia menarik keluar pistol kecil.

"Luke, jangan!" suara Isabel menegang.

Luke tidak menjawab.

Matanya tetap menatap ke depan.

Fokus.

Meski pandangannya mulai kabur.

Langkah kaki terdengar lagi, pelan, mendekat. Evelyn muncul dari balik bayangan, pistolnya sudah terarah.

Klik.

Tanpa ragu, ia menarik pelatuk.

DOR!

Di detik yang sama, Luke bergerak. Ia menarik Isabel ke samping dan mengangkat pistolnya.

DOR!

Dua suara tembakan bertabrakan di udara.

Waktu seolah terhenti.

The Lady Whitmore (ON GOING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang