#55

1.9K 101 10
                                        

Akan ku pastikan

suatu saat nanti,

aku adalah rindu yang

paling menyakitimu.

~ROSEANE.
-

---------------------------------------

"serius ma?! Mama bilang gitu ke kak Gavin?" Zuyura kaget mendengar sebuah pernyataan dari mamanya.

"iya, Cuma dengan cara itu Gavin akan bersikap lembut sama kamu sayang,."

Enita menghela nafas pelan sambil memegang lembut rambut panjang milik putrinya. "...maafin mama, tapi mama lebih nggak tega kalau liat putri mama ini sedih karena seorang cowok."

"tapi ma, Zuy takut kalo kak Gavin ntar tau kalo Zuy cuman pura-pura sakit. Apalagi Zuy sama sekali nggak ada riwayat penyakit."

Enita tersenyum menenangkan. "percaya sama mama Zuy, dia nggak bakal tau kebenaran ini kalo kamu nggak ngomong hal ini ke dia." Enita dan Zuyura sama-sama tersenyum dan saling berpelukan, lalu,.

Prok..prok..prok

Kedua wanita itu tersentak saat mendengar suara tepuk tangan dari arah belakang. "oh,.. jadi ini rencana tante??"

"kak Gavin??" Zuyura dan Enita terserang kepanikan, mereka gugup sekaligus bingung harus menjelaskan apa. Secara kartu mereka sudah terlihat dan tak bisa disembunyikan kembali.

"kenapa tante tega ngelakuin ini ke saya??" Gavin bertanya dengan raut wajah yang menakutkan.

"karena ini demi anak tante." Sahut Enita dengan santainya, ia tak tau jika jawabannya memancing iblis dari dalam tubuh Gavin.

HAHAHAHAHA

Gavin tertawa mendengarnya. Tidak, ini bukan sebuah tawaan karena senang tapi suara tawa ini sangat mengerikan. Sorot mata cowok itu memerah dan menajam, seperti harimau yang menatap mangsanya di depan.

"kak Gavin, Zuy bisa jelasin. Kak Gavin salah paham---"

"salah paham lo bilang, njing??" Enita mendelik ketika Gavin memanggil putrinya dengan sebutan njing.

"kenapa lo tega ngelakuin ini ke gue? Lo udah nge-manfaatin kebaikan gue." Lirih Gavin.

"tapi kak, Zuy---"

"KARENA LO GUE KEHILANG CEWE GUE!! CEWE YANG BENER-BENER TULUS KE GUE, KARENA LO GUE KEHILANGAN ROSE. BRENGSEK LO!!" Gavin berteriak di depan muka Zuyura, ia meluapkan semua kekesalan dan emosinya pada gadis ini. dan Zuyura, menangis sesegukan.

"ma-maafin Zuy, tapi gue nggak ada niatan bohongin lo kak,."

"halah, bullshit lo jalang."

"GAVIN!! Jaga ucapan kamu pada anak saya." Hardik Enita kesal.

Gavin tersenyum devil. "saya ga perlu jaga ucapan saya pada anak tante, emang anak tante seorang jalang dan itu adalah FAK.TA."

"KAMU,." Enita menggeram, saat tangannya ingin menampar Gavin Zuyura menahannya dan menggelengkan kepalanya pada mamanya dengan air mata yang berderai.

"keluar dari rumah saya!"

"tanpa anda minta pun saya memang ingin pergi dari sini, karena saya ga pantas berada di rumah iblis ini." Gavin pergi dari kediaman Zaidern dengan emosi yang masih membara.

ROSEANE [TELAH TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang