Karina memutar balik mobilnya ketika mendapat kabar kalau mamanya masuk rumah sakit sejak dia keluar tadi. Hancurnya bukan main lagi sekarang. Apa setelah hari-hari kemarin dan baru-baru saja itu belum cukup untuknya. Dosa apa yang dia perbuat sampai semua karma ini menyiksanya. Malam yang dingin bukan lagi malam yang favorit untuk Karina. Biasanya dia akan menghabiskan waktunya menonton drama dengan cuaca ini, tapi kali ini dia sudah hilang akal.
Seperti di buru setan, Karina melajukan mobilnya tanpa henti hingga tiba disebuah rumah sakit mewah milik papanya. Anak gadis itu tak berhenti mendoakan mamanya yang kini entah kenapa. Karina besar ditangan baby sister, melalui dorongan uang mama dan papanya. Itu mengapa Karina tidak begitu dekat dengan mamanya. Mamanya yang baik hati, mamanya yang melahirkannya, mamanya yang mencintainya, itu berputar dengan nyalang di otak Karina
Pintu utama di jaga ketat oleh satpam, dan beberapa body guard. Karina yang hendak langsung masuk ditahan oleh satpam.
“Pak lepasin saya!!!” Karina menghempas tangan orang-orang itu
“Tapi nona, tuan besar menutup akses siapa pun untuk tidak masuk di sini” ujar salah seorang dari mereka
Karina mulai kacau, pikirannya kalang kabut bercampur dengan emosinya
“Pak mama saya di dalam!!!”
“Tapi tetap tidak bisa” Karina akhirnya memberontak tapi tenaganya tak cukup kuat untuk menerobos tubuh besar itu
“Lepasin saya!!”
“Saya bilang lepas yah lepas!!!”
“Mama saya di dalam butuh sama saya!!!”
“Tidak bisa non, mohon mengerti”
“BUKAAA!!!!” Karina membentak orang yang sedari tadi melarangnya untuk masuk.
Keadaan semakin simpang siur, Karina baru saja membentak orang dan tubuhnya melemas sekarang. Karina jongkok untuk menetralisir rasa pusingnya. Kemudian berbisik sedemikian rupa
“Pak tolong buka, mama saya butuh saya sekarang juga, tolong sampaikan pada papa saya, saya tidak akan macam-macam!!” ujarnya menunduk benar-benar seperti orang yang putus asa
“Buka kan dia pintu!” seorang baik hati baru saja berujar seperti itu.
Karina langsung bangkit dan mendapati Taeyong yang tengah memberi tatapan sengit untuk orang-orang disana, bermodal name tag dan jas dokternya, dia di beri izin masuk bersama dengan Karina
“Dok terima kasih banyak” Karina mendorong tubuh satpam itu lalu berlari masuk disusul dengan Taeyong.
Setelah mendapat informasi dimana mamanya berada, Karina langsung mencari menaiki beratus-ratus tangga karena dia tak membawa kartu aksesnya yang di beri khusus. Taeyong yang notabennya dokter koas tak punya kartu yang di maksud kecuali jam kerja sedang berlangsung. Taeyong sedia mengikutinya dari belakang sesekali menahan tubuh Karina yang sempoyongan.
“Pak, Bu Wendy harus dapat donor ginjal dalam 13 jam ini, kalau tidak semua akan fatal” ujar doker dihadapan Chanyeol
Terlihat wajah Chanyeol yang frustasi dan bingung. Dia tak bisa berbuat apa-apa sekarang. Kemana uangnya? Kenapa tidak beli atau membunuh? Yah itu hampir saja terjadi jika
“Saya akan jadi pendonor” ujar Karina yang berlarian dari jauh.
Karina tak kuasa menahan lututnya yang lemas langsung terjatuh bersujud dibawah kaki papanya. Karina terpogoh dengan nafas yang hampir habis juga wajahnya pucat pasi.
“Pah biarin aku donor ginjal aku buat mama” ujar Karina
Plakk!!
Sebuah fantovel melayang di jidat Karina. Chanyeol yang berdiri di hadapannya baru saja menendang gadis malang di bawahnya itu. Karina berhenti terisak, tubuhnya tak gentir mengeluarkan suara. Taeyong yang berdiri lumayan jauh dari Karina tak mau ikut campur kecuali itu bersangkutan dengan profesinya
“Saya tidak sudi membiarkan istri saya menerima ginjal dari anak haram seperti kamu!!!” teriak Chanyeol lantang
“Pah karina mohon pah, Karina belum pernah bahagiain mama jadi biarkan karina mendonorkan satu ginjal karina buat mama. Karina tahu, bahagia papa itu adalah mama, jadi biarkan mama hidup dengan ginjal aku pah” tak ada kata yang terbatah ketika suara itu hampir habis
Chanyeol diam tak bergeming. “pah aku mohon yah” Karina terus memohon
Dokter yang ada disitu memberi instruksi untuk mengiyakan kemauan Karina, agar operasi istrinya berjalan lancar, tapi dengan segala keangkuhannya dia tak menjawab. Di dalam hatinya ia ingin sekali istrinya selamat tapi di mulutnya dia tak ingin anak haram ini yang jadi pendonornya
Karina terus bersujud tak henti memohon agar kemauannya disetujui. “Pah, Karin janji setelah ini, Karin ngak akan ganggu mama, ngak akan ganggu papa, ngak akan ganggu kalian. Setelah mama benar-benar sembuh, Karin akan pergi” ujar Karin
Chanyeol diam tak bergeming, lagi dan lagi hatinya di buat hancur dengan anak ini.
“PAHHHH!!!!ARGHTTTTT” Karina berteriak ketika jarum suntik berhasil melesat melalui tulang rusuknya, dengan samar pelaku itu adalah, Hwang Chanyeol.
Karina di bius dengan suntik itu, disuntik layaknya seorang binatang buas. Setelah kesadarannya hilang kini ia di bopong dengan beberapa perawat yang entah kapan berada disana. Karina masih sempat mendengar beberapa bunyi alat medis, dan suara dokter. Ia tersenyum, setidaknya permintaanya dikabulkan.
“Maafkan saya Karina” ucap Chanyeol menghapus air matanya
KAMU SEDANG MEMBACA
DWEMAWC
FanfictionIni ceritaku tentang kamu yang membawaku ke tempat yang tidak bisa ku deskripsikan. Ini ceritaku tentang banyak cinta yang tak tergapai juga tentang cara rasa membuat semua gairah jadi tak berkutik Dan... Ini ceritaku tentang angin yang menembus ti...
