23.

41 3 0
                                        

Author POV

"Karina bangun" Jisung yang tengah menggendong Karina dengan sengaja menggoyang-goyangkan badannya ke kiri dan ke kanan layaknya seorang bayi. Mari kita sebut, Jisung sebagai babysister yang handal pasalnya Karina selalu nyenyak dalam gendongan Jisung.

Pakaian mereka sudah di ganti sewaktu mereka masih di yacht tadi. Baik Karina dan Jisung sudah mengganti pakaian mereka dengan piyama. Karina di bantu oleh pegawai di yacht dan Jisung ganti sendiri bund.

Sedikit demi sedikit Karina mulai sadar dari tidurnya, dengan pelan Jisung menurunkannya sambil memegang Karina takut ia jatuh.

Masih setengah sadar Karina mencoba membuka mata ketika melihat banyak sekali kerlap kerlip yang hampir mirip dengan bintang. Warna nya kontras di mata Karina membuatnya langsung linglung. Jisung yang berada di sampingnya langsung beralih berdiri di depannya,membantu menghalangi lampu yang mengganggu Karina

"Mau liat pencakar langit kan?" Tanya Jisung mengelus rambut Karina yang acak-acak

Karina dengan wajah lucunya mengangguk sembari mengucek matanya. Jisung menahan agar tidak menerkam anak lucu satu ini

"Ya udah sampe" Karina langsung melihat kembali ke sekitar dan ternyata benar dia ada di lantai paling atas di Burj Khalifa

"Wahhh" Karina mendekat ke arah kaca yang jadi dinding pembatas itu

"Ini bagus bangett" hebohnya

"Wahhh Jisungiee ini lebih dari yang saya mau" heboh Karina lagi

"Lo suka?"

"Iya iya suka banget. Makasih yah kamu udah bawa saya ke sini" Karina refleks memeluk Jisung yang memang berdiri di belakangnya

5 detik
10 detik
20 detik

Karina tersadar dan langsung melepas pelukannya,mukanya merah padam padahal make up masih tertempel di mukanya.

"Maaf saya terlalu senang" tuturnya lalu kembali fokus dengan pemandangan Burj Khalifa

"Ya udah nikmatin aja!" Sahut Jisung

"Loh?"

"Iya besok kita pulang" jawab Jisung mengerti perkataan Karina

"Kenapa?" Sedikit kecewa, Karina mencoba mengerti

"Waktu bikin Lo baper cuman satu Minggu Juminten" ujar Jisung mencubit pipi Karina lalu berlalu ke meja yang terlihat ada minuman dengan teko khas Dubai

"Tidak masalah yang penting keinginanku sudah terwujud" gumam Karina pelan

"Ohiya kita pulang naik apa tadi?" Tanya Karina ikut duduk di depan samping Jisung yang dimana di depan mata mereka pemandangan Burj Khalifa

"Helikopter. Gw malas bawa mobil kita udah di tengah pantai tadi jadi sayang aja kalau mesti mutar balik"

Karina hanya manggut-manggut dan meminum teh yang rasanya beda dan sedikit pekat tapi enak.

"Pilih bintang yang paling terang dong" ujar Jisung

"Hm? Bintang paling terang?" Tanya Karina

"Iyaa buruan"

"Hm.... Mungkin yang itu, paling jauh dari bintang-bintang lain tapi paling bersinar" Karina menunjuk yang di maksud tanpa melepas matanya dari bintang itu

"Halo Nasa, saya beli satu bintang di radius Burj Khalifa yang paling terang atas nama Park Karina" gumam Jisung di telfon

Karina bangkit dari duduknya, kaget bukan main ketika Jisung baru saja membeli bintang seperti membeli permen di warung. Karina tak habis pikir dengan lelaki ini.

"Eh ngak usah kan-"

"Iya. Park Karina" ujar Jisung menekan katanya kembali

- - -

Setelah malam kemarin, Karina kapok menunjuk apa pun yang ia bilang bagus, pasalnya Jisung akan membuatnya gila. Sudah siap untuk kembali ke kampung halaman, Karina menyiapkan dirinya untuk bertemu Mira dan bercerita banyak. Selama satu Minggu dengan Jisung, Karina sama sekali tak berhubungan dengan siapa pun, karena handphone tertinggal di rumahnya

"Kalau udah sampe bilang yah" ujar Karina lalu menutup matanya kembali untuk tidur

Mereka berdua sudah jalan sejak 39 menit yang lalu. Mereka memilih pulang pada sore hari karena permintaan Karina karena mau tiba lebih awal.

Setelah perjalanan yang cukup panjang akhirnya mereka berdua sampai di bandara udara internasional Korea, Incheon. Karina sudah bangun sejak tadi.

Baru saja pesawat lepas landas dan masih di parkiran tiba-tiba ada seseorang perempuan, mungkin itu pramugari. Tapi pramugari itu memberi sebuket bunga mawar segar merah yang benar-benar cantik

"Ini pesanannya tuan muda" terdengar salah satu ucap pramugari itu. Jisung menerimanya dan langsung menyodorkan ke perempuan yang ada di sampingnya. Karina tertegun melihat betapa indahnya bunga itu.

"Untuk saya?" Tanya Karina memastikan

"Buat Mira calon istri baru gw. Ya enggak lah buat elo. Katanya bunga mawar merah dari Dubai paling bagus, sapa tau aja lo suka"

Karina tersenyum lebar lalu menerima buket bunga besar itu. Hatinya sedang berbunga-bunga seperti yang ia pegang sekarang, sedang mekar dan menyerbak bau harum

"Terima kasih Jisungiee" gumamnya

Mereka berjalan masuk kedalam bandara untuk menuju pintu keluar.

Seketika Jisung menahan tangannya ketika ia mendengar suara telfon dari arah kantongnya. Jisung mengangkat telfonnya

"..."

"Maksud Lo apa bangsat!"

"...."

"Tunggu gw balik!"

Bisa Karina rasakan bagaimana lemas nya tangan Jisung ketika habis menerima telfon itu, tatapannya langsung kosong dan seperti orang kehilangan

"Gw ngak bisa antar Lo. Gw udah minta orang jemput Lo ya" Jisung memberi Karina jaket yang ia kenakan lalu berlalu meninggalkan Karina begitu saja

"Loh kenapa" gumam Karina ingin menangis ketika di tinggal begitu saja oleh Jisung di bandara ramai seperti ini

Dengan berani Karina berjalan menuju pintu utama untuk keluar dari dalam bandara udara, sembari mendorong kopernya yang lumayan berat. Entah kenapa dia di berikan jaket ini, tak ada gunanya, mending Karina memanggil taxi online lalu pulang sendiri. Jisung sudah membuatnya kesal lagi

"Ehh" tangan Karina di bawa tarik ke pinggir kerumunan

"Lama banget si bos" ujar orang di depannya

Masih takut melihat siapa yang membawanya pergi dari kerumunan, dagu Karina ditarik naik untuk melihat orang di hadapannya sekarang.

"Ye-jun?" Karina langsung tersenyum dan memeluk Ye-jun

"Gimana selingkuhnya?" Tutur Ye-jun membalas pelukan Karina, tiba-tiba sekali

"Apa sih. Ohiya kau sedang apa?"

"Ini mau jemput kamu" Ye-jun mengacak rambut Karina

"Eh kalau gitu antar saya pulang yuk" Karina menarik tangan Ye-jun untuk berjalan

"Ngak pulang dong. Kan seminggu udah sama si selingkuhan sekarang sama aku lagi lah" Ye-jun memajukan wajahnya menggoda Karina yang tengah malu menetralkan nafasnya berusaha tak salah tingkah

DWEMAWCTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang