"Lo urus mereka, gue balik dulu"
Athar memerintahkan kepada Arvan, dan ia menarik tangan Kia untuk mengajaknya pulang
"Kenapa lo pergi? takut sama kita?"
Ravish mulai memancing emosi Athar agar hari ini semakin seru.
Sebenarnya Athar sangat marah apalagi dikatakan seperti itu, karena itu sama sekali bukan tipenya. Namun, jika Athar tak mengantar Kia untuk pulang, Athar tak menjamin bahwa Kia akan baik baik saja disana. Adiknya lebih penting ketimbang bocah bocah ingusan itu, pikirnya.
• • •
Athar masih mencengkeram erat pergelangan tangan Kia, ia menyeret adiknya itu masuk kedalam rumah.
"Lo ngapain sih pake nyusul gue segala"
Sudah Kia duga, Athar pasti sangat marah dengannya.
"Gue gamau lo terlibat masalah lagi bang, apapun itu"
"Terus lo ngapain pake pacaran sama Devan, masih murid baru udah ganjen"
Kali ini Athar benar benar seperti orang kesetanan, ia menarik rambut Kia dengan sangat kuat hingga Kia menangis.
"Ya gue ngga pernah mempermasalahkan lo mau pacaran sama siapa aja kan bang, kenapa lo harus mempermasalahkan gue pacaran sama Devan?"
Air mata Kia terus mengalir begitu saja, tak pernah sebelumnya Athar berperilaku seperti ini kepadanya.
"TAPI KENAPA HARUS DEVAN"
Kedua kalinya untuk hari ini Athar membentak Kia, hingga bibi mendengar dan mencari dimana sumber suara itu
"Aduh den, ada masalah apa? Kasian non Kia sampai nangis begitu"
Setelah melihat apa yang terjadi, Bi Inem ikut menangis karena dua saudara kandung itu tak pernah bertengkar seperti ini sebelumnya.
"Gapapa bi, bibi istirahat aja ya, Kia gapapa"
"Baik non"
Apa yang dikatakan Kia tak seperti apa yang dialaminya. Ia sedang tak baik baik saja, mulai dari pelipisnya yang menjadi sasaran kemarahan Athar, hingga rambut panjangnya yang rontok beberapa helai karena tarikan Athar yang sangat kuat.
"LO GAK SAYANG SAMA BUNDA?"
"LO GAK KASIAN SAMA BUNDA?"
Kia hanya terdiam dan menangis, tak tau harus dengan cara apalagi ia menjelaskan kepada Athar agar ia tau seberapa peduli Kia terhadapnya.
Setelah puas menyiksa Kia, Athar bergegas keluar rumah. Tak tinggal diam, Kia mengikutinya menggunakan mobil pribadinya.
• • •
Athar merasa ada yang mengikutinya dari belakang, ia sudah mengira bahwa itu Kia. Tak perduli sama sekali, menurutnya jika memperdulikan Kia saat ini hanya akan membuang waktunya.
"Van, disana ada Kia, dia naik mobil, lo bawa mobil Kia bilang aja gue yang nyuruh"
Setelah menyelesaikan sedikit urusannya dengan geng Caztor (hanya untuk hari ini, tidak tau besok) Athar menyuruh Arvan untuk membawa mobil yang tadi dikendarai oleh Kia.
"Kia pulang pake apa?"
Bagaimana bisa Arvan membiarkan gadis yang dicintainya itu terlantar.
"Urusan dia"
Tak lama, Arvan meminta kunci mobil kepada Kia yang ada di seberang jalan. Kia hanya bisa menurut ketika Arvan bilang bahwa yang menyuruhnya adalah Athar. Walaupun ia tak membawa uang sepeserpun dan ponselnya juga ia tinggalkan di rumah
"Oh iya kak, bawa aja"
Kia berjalan menjauh dari mobil tersebut, dan Arvan masih memandanginya tak tega.
• • •
Sudah sekitar 20 menit Kia berjalan, sedari pagi ia belum makan, dan ditambah lagi dengan rintik hujan yang semakin deras. Mungkin sekarang tenaganya hanya tersisa 10 dari 100%
Tak ada taxi yang lewat di jalan tersebut, namun ada suara motor yang mengagetkannya, bahagia karena motor itu menyadari keberadaannya dan siapa tau bisa mengantarkannya pulang kan. Dan cemas karena takut bagaimana jika itu bukan orang yang baik.
Kia masih tetap memperhatikan motor tersebut, hingga motor itu berhenti tepat disampingnya.
"Devan? Lo ngapain disini?"
Cukup membuat Kia tak percaya.
"Naik, gue anter pulang"
Kia tak mau menuruti perintah Devan, merasa ia tidak pantas dibonceng Devan. Ia berjalan meninggalkan Devan tanpa menghiraukan panggilan dari Devan, entah sejak kapan ia tak mendengar panggilan itu lagi.
"Lo mau mati disini?"
Tak menunggu lama, Devan langsung menarik tangan Kia agar mendekat ke arahnya dan mau pulang dengannya.
Mau tak mau, Kia naik ke motor besar milik Devan. Kia tertidur dan bersandar di pundak Devan. Ketika sudah sampai, Kia terbangun namun menyadari suatu hal yang ganjal. Dimana Devan? Devan membawanya kemana? Kenapa Devan meninggalkannya sendiri?
• • •
Haloo gaiis, semoga kalian betah ya baca ceritanya😙
Oh iya, kalau ada kritik dan saran boleh banget nih dm aku lewat ig @alysyhr._
Thank youuu🤎
KAMU SEDANG MEMBACA
...
Roman pour AdolescentsBrigitte Kizia Jazziel, seorang gadis yang mencintai laki-laki yang tidak mencintainya. Perasaan itu sudah ia simpan selama 9 tahun. Namun ia tidak berani mengungkapkan. Devansha Ouranos Mandara, laki-laki yang sangat disegani oleh 250 anggota...
