Arborea Cafe

853 46 8
                                        

    Gadis cantik ini menjadi perhatian seluruh pemuda yang ada di lorong sekolah. Ia berjalan dengan tergesa-gesa menuju kelas 12, berniat untuk mencari seseorang yang ada disana.

"Ngapain lo kesini?"
Tanya salah seorang siswi dikelas itu yang model seragamnya sangat berbeda dengan siswi lain. Lebih tepatnya seragam yang ia kenakan berukuran lebih pendek.

"Biar gue aja"
Devan menyuruh siswi itu untuk pergi dari sana.

"Hmm kamu kenapa post foto ini?"
Kia berbicara dengan sangat gugup, dan ia terus memandang ke lantai.

"Terserah gue"

"Tapi aku butuh penjelasan"

"LO BISA NGGA KALAU NGGOMONG HADAP SINI?"
Nada tinggi yang Devan gunakan saat ia sedang berbicara membuat Kia terkejut.

"LO DENGERIN GUE NGGA?"
Kia langsung mengangkat kepalanya dan melihat semua orang yang ada dikelas Devan sudah memperhatikan mereka berdua, dan Devan tak perduli akan hal itu.

Setelahnya Devan pergi dan Kia juga pergi dari sana membawa rasa penasarannya, sekaligus ia malu karena Devan sudah membentaknya didepan teman-teman sekelas Devan.

Kia berjalan perlahan sambil melamun, ia mendengar semua orang yang berbicara tentangnya, namun ia tak menghiraukannya. Beberapa pertanyaan sekarang sedang berputar dalam otaknya, mulai dari fotonya yang ada di akun instagram pribadi milik Devan dan masalah Devan dengan Athar yang tak kunjung selesai.

Flora :
Ki, kita nanti mau ke cafe lo jam 5 sore. Nyusul yaaa

Kia :
iya

Kia melanjutkan langkahnya untuk pergi ke kelas, karena sebentar lagi bel akan berbunyi.
Rasa heran, dan penasarannya kepada Devan semakin menjadi-jadi.
Kebetulan jam pelajaran setelah istirahat kosong karena semua guru sedang ada rapat mendadak dan memutuskan untuk memulangkan seluruh siswa SMA Garuda lebih awal.
Sebagian besar siswa dan siswi SMA Garuda menggunakan waktu mereka ini untuk pergi bersama teman-teman mereka.

"Ki, kita ke cafe lo sekarang aja ya? Nanti harus nyusul"
Flora berteriak hingga suaranya terdengar sampai kelas sebelah, karena ia sudah ditarik untuk pergi terlebih dahulu oleh Ibdar.

"Sekitar 1 jam lagi gue nyusul"

"Lo disini mau ngapain Ki? Bantu nyapu?"
Lanjut Flora masih dengan suaranya yang seperti toa, ia merasa bahwa ada yang berbeda dari temannya ini.

"Ren, dicari kak Ravish"
Suara salah satu temannya itu berhasil membuat pandangan Eirene beralih.

"Kenapa kak?"

"Ikut gue, ngga usah kepedean. Gue cuma disuruh Astley"

Tak lama setelah Eirene dan Ravish pergi, kini giliran Kina yang dijemput didepan kelas seperti biasa oleh sang kekasih yang sangat dicintainya. Kalau sudah jalan berdua, serasa dunia hanya milik berdua, tak peduli ada yang mengajak mereka berbicara yang penting keduanya sama sama bahagia.
Mereka memang sudah pacaran selama kurang lebih 2 tahun, ya semenjak awal tahun Kina menjadi siswi di SMA Garuda, dan hingga sekarang tahun terakhir Astley berada di SMA Garuda.

Kina, Astley, dan semua teman mereka kini sudah berada di arborea cafe, sudah lengkap dengan 1 gelas minuman didepan mereka dan makanan yang sebentar lagi akan diantar oleh pelayan. Kia sudah menyediakan tempat khusus untuk teman-temannya ketika mereka nanti datang.

"Eh Kia ngga dateng dateng kenapa sih?"
Kina sudah sangat bosan menunggu temannya itu, apalagi yang akan Kia siapkan? Karena mereka tau bahwa Kia bukan perempuan yang suka merias dirinya sebelum pergi ke suatu tempat, hanya bedak saja ia yakin sudah membuatnya terlihat cantik, dan memang benar hanya menggunakan bedak sudah membuatnya terlihat sangat cantik, dan siapapun yang melihatnya pasti ingin memilikinya kecuali Astley yang hanya milik Kina, dan Devan yang belum membuka hatinya untuk siapapun.

...Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang