Jangan salfok sama judul ya bund^^
~Pembalut
***
"BAPAK!!"
"APA?!"
"Cepet! Ngapain sih di kamer mandi terus?!"
"Sebentar!"
Raffika mendengus kesal. Gadis itu tengah berdiri di depan pintu kamar mandi menunggu Raffa yang sudah hampir setengah jam berada disana, tangannya memegang perut yang terasa begitu sakit. Entah apa yang pria itu lakukan didalam.
Tok tok tok
Raffika mengetuk pintu dengan keras. "Cepet! Bapak ngapain sih? Lama banget!" tanggannya mengusap wajah kasar.
"Sebentar! Saya lagi sakit perut ini!"
"Bapak lagi pup?" mata Raffika membulat sempurna.
Tak ada sautan dari dalam itu artinya Raffa memang sedang setor.
Raffika berdesis kesal, perutnya terasa tengah diobrak-abrik tidak enak rasanya. Kakinya mencak-mencak menahan rasa sakit pada perutnya. "Bapak cepetan ihh! Saya juga sakit perut!"
Tok tok tok
Mengetuk pintu berulang kali dengan tak sabarannya. Bibirnya bergemelatukam tak sabar. Keringat dingin keluar dari pelipisnya.
Setelah memakan seblak level setan keduanya tiba-tiba sakit perut. Awalnya hanya Raffa yang merasakannya, lama kelamaan Raffika pun turut merasakan sakit perut yang amat menyakitkan.
Ini pertama kali keduanya merasakan seblak level setan. Mereka hanya penasaran, tak terpikirkan akan berakhir seperti ini.
Raffika melirik jam dinding yang berada di atas kulkas, pukul 13.46. Hari ini adalah haru minggu. Memejamkan matanya, kedua tangannya meremas perut. Merasakan sakit perut seperti ini sudah seperti merasakan sakit perut ketika hari pertama menstruasi. Sangat menyakitkan.
"BAPAK CEPETAN YA ALLAH!!!" Raffika teriak, kakinya mondar mandir menunggu Raffa yang tak kunjung keluar.
Ceklek
Mendengar pintu yang terbuka Raffika segera masuk kedalam, menambrak bahu Raffa yang belum sepenuhnya keluar.
"Cepet keluar! " Raffika mendorong tubuh Raffa cepat dan segera mengunci pintu kamar mandi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Raffika
Teen Fiction[[Follow dulu sebelum membaca]] Raffika Della Antonio, gadis berumur 17 tahun ini harus siap dinikahi oleh pria tampan yang umurnya jauh lebih tua darinya. Menikah karena sebuah perjanjian dari mendiang sang kakek membuat Raffika mau tak mau harus...