Vote🌟
.
.
.
.
.
"Umi abi om tante maaf saya telat" ucap Arif.
Alya membeku disana ketika melihat siapa yang baru saja datang. Umi Abi apa maksutnya? Apakah om putra dan tante Kiki adalah orangtua Arif.
"Gapapa santai rif,laki laki kan banyak tanggung jawabnya" ujar ayah sambil menepuk pundak arif lalu menyuruhnya duduk.
Arif mengangguk tapi terlebih dahulu ia menyalami tangan keempat nya tapi tidak dengan Alya. Masih penuh tanya di benak alya mengapa bisa ada arif dan keluarga nya disini ,serta apa hubungannya dengan orangtua nya.
Bunda tersenyum melihat raut muka alya yang terlihat bingung tapi sedikit tegang. Ia sudah bisa menebak apa yang ada didalam pikiran anak gadis nya itu.
"Kenalin al ini arif" ejek bunda.
"Apasi bun alya udah kenal juga" kesal alya.
Bunda terkekeh "Kamu pasti bingung kan kenapa ada orangtua Arif beserta arifnya disini" ujar bunda.
Alya mengangguk lucu,sangat menggemaskan bagi arif melihat respon bingung alya.
"Ayah ayo jelasin ke alya" suruh bund kepada ayah.
"Kenapa ayah" tunjuk ayah pada dirinya.
"Bunda aja deh" suruh ayah
"Ayah aja,kan ayah yang lebih tau"
"Bunda aja"
"Ayah aja"
"Kapan dikasih tau nya kalo debat terus" kesal alya melihat kedua orangtuanya ini.
"Hehe iya" ucap bunda dan ayah bersamaan.
"Jadi gini al" ucap bunda. YA akhirnya bunda lah yang harus menjelaskan.
"Kamu pasti sudah dengarkan tetang kabar arif yang mau menikah,bahkan arif juga sudah mencari baju pengantin untuk calon istri nya" ujar bunda
"Iya" singkat alya.
"Kamu tau calon nya"
"Tau" sontak semua yang ada disana tercengong,beda dengan Arif yang sudah tau siapa yang akan disebut oleh alya.
"S-siapa coba?" Tanya ayah
"Alya ga kenal orangnya tapi Alya tau karna pernah ketemu beberapa kali" ujar gadis itu
"Dimana?" Tanya tante Kiki
"Waktu itu ditoko buku,dia bareng sama mas Arif kok" ujar Alya.
"Rif" tegur tante Kiki pasal nya ia memang tidak tahu menahu persoalan yang satu ini.
"Itu caca mi,waktu itu dia minta tolong arif anterin dia ke toko buku" tutur arif lalu menatap Alya yang masih menyimpan tanda tanya.
"Biar tante jelaskan alya,jadi caca itu anak dari adik tante. Mereka lumayan dekat dari kecil" ujar tante Kiki.
Alya hanya mengangguk toh dia sudah tidak perduli dengan apa pun yang berhubungan dengan Arif.
"Udah ngerti sekarang?" Tanya ayah
"Ngerti apa?"
"Kamu masih belum paham juga kita disini ngapain?" Tanya bunda
Alya menggeleng pelan,sangat lucu menurut arif dengan khimar yang tidak terlalu rapi menurutnya alya sangat menggemaskan.
"Apa perlu ayah yang menjelaskan lebih detail alya" tawar ayah.
"Coba jelasin yah" tutur bunda.
"Kamu masih ingat saat arif tiba tiba ada dirumah bersama ayah sebelum dia berangkat ke mesir?" Ujar yah
Alya mengangguk.
"Waktu itu dia sempat menyampaikan niat baik nya terhadap kamu ke ayah, dia ingin mengikat kamu dengan sebuah janji halal waktu itu"
"Tapi ayah menolaknya,karna ayah tau pasti kamu juga tidak akan menerimanya karna pada saat itu kamu masih dibangku kelas 2 SMA"
"Kenapa ayah nolak" ucap Alya keceplosan,dengan cepat ia menutup mulutnya dengan tangan nya ketika sadar apa yang diucapkannya.
Semua yang ada disana tersenyum melihat alya yang keceplosan.
"Jadi kalo waktu itu ayah bilang ke kamu bahwa arif ingin menikahi kamu,kamu mau?" Tanya ayah
"Pasti lah" lagi dan lagi alya memukul mulutnya yang selalu saja tidak bisa dikontrol.
Semua kembali tertawa kecil,apalagi arif ia sudah sangat gemas melihat tingkah gadis yang ada di hadapannya ini.
"Udah udah,jadi acara kita makan bersama saat ini karna arif ingin menyampaikan niat baik nya langsung kepada kamu"
"Ayah rasa kamu gak begitu punya semangat belajar lagi apalagi melanjutkan kuliah,jadi lebih baik kamu ayah nikahkan. Biar gak jadi beban keluarga" ejek ayah.
"Ayah ngebuang alya gitu maksutnya" kesal nya.
"Nggk nggk,ayah bercanda. Ayah sangat punya harapan yang besar terhadap arif supaya nantinya bisa membimbing kamu jadi wanita yang baik"
"Setelah arif mengutarakan niat nya nanti terserah kamu mau kamu terima atau tidak" ucap ayah.
"Jadi mas Arif mau nikahnya sama alya gitu yah?" Tanya alya bingung.
"Iya" yang menjawab bukan ayah melainkan arif.
"Saya punya niat baik untuk kamu sudah lama sejak 2tahun lalu,tapi saya mengurungkan niat saya karna saya tau waktu kamu masih sekolah"
"Tapi sekarang kamu sudah lulus,saya mau menyegerakan niat saya itu al. Jadi apa kamu mau menikah dengan saya?" Tanya arif.
Alya terpaku mendengar penuturan Arif,ia sangat tidak menyangka sosok yang selama ini sering ia lihat diam diam dari teras kamar akan menjadi calon suami nya.
"Alya....."
SPAM yukkk✏
Jangan lupa jadi anak baik ya!!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Hayy Mas Santri(On Going)
Teen Fiction"Terimakasih untuk hal baik dikala itu mas" Alya Uzma Taqiyya Memendam rasa kagum kepada seseorang secara diam diam itu tidak salah, selama kamu menyertakan Allah didalam nya>< Pedam saja rasa itu dalam dalam dengan sebaik baik nya,maka kelak akan a...
