SEMBILAN BELAS

1.7K 221 30
                                        


Pagi ini para gadis cantik itu sudah siap dengan gamis hitam mereka. Hari ini mereka akan pergi menemani ningsih memilih baju pengantin.

"Al nanti kamu yang bantu milih milih ya kamu kan jago milihin sesuatu buat aku" ucap Ningsih. Memang benar hampir semua barang yang ia punya selalu ia minta alya yang memilihkannya gadis itu sangat tau tentang seleranya.

"Iya kita pilih sama sama"

Ceklek

"Wisnu sama yang lain sudah datang ayo turun" ucap Mama ningsih.

Mereka mengangguk lalu segera turun,mereka tidak mau membuat para laki laki itu menunggu.

.

Merek sudah sampai dibutik yang menyediakan baju pengantin. Mereka memilih berpisah setelah sampai didalam toko tim cewe yang akan membantu ningsih memilih gaun dan tim cowo yang akan menemani wisnu memilih jas.

Alya sangat antusias memilihkan beberapa gaun untuk resepsi ningsih. Ningsih hanya tersenyum sambil memperhatikan sahabatnya itu memilihkan nya gaun. Selera alya dan ningsih itu sama jadi sangat mudah bagi alya memilih gaun gaun itu.

Alya menunjukan satu gaun putih dengan sedikit motif coklat dengan hiasan mutiara dibagian bawah nya. Ningsih tersenyum lalu mengangguk setuju lalu alya dengan sumringah mengambil gaun itu.

"Pas akad pake ini ya ning,kamu cantik pasti kalo pake yang ini" ucap Alya.

"Boleh,cantik bngt al" ucap Ningsih setuju.

"Gih kamu coba,sembari aku milih milih yang lain buat resepsi" ujar Alya dang diangguki gadis itu. Ningsih pergi mencoba gaun itu ditemani April dan Okta. Sementara alya dia masih sibuk memilih milih gaun yang lain.

Saat sibuk memilih milih alya terkejut ketika mendapati arif sudah berada sebelahnya.

"Eh,mas Arif ngapain disini?" Tanya gadis itu.

"Emng gaboleh"

"Blm gitu ini tempat baju baju cewe,ngapain juga mas Arif disini mending bantuin wisnu nyari jas" ujar Alya

"Saya lagi liat liat gaun buat calon istri saya nanti"

Deg

Alya melupakan sesuatu,bahwasan nya laki laki yang ada disebelah nya ini juga akan segera menikah meski dia belum tau siapa wanita nya.

"Mau alya bantu cari gk?" Tawar alya. Ia berusaha bersikap biasa saja supaya arif tidak curiga dengan perubahan raut wajahnya.

"Boleh,tolong carikan ya nanti kalo sudah kasih tau saya" ucap Arif.

"Tapi alya gk tau ukuran calon istri mas arif" ucap nya.

"Dia hampir sama kaya kamu,jadi kamu sesuai kan saja sama ukuran kamu" ujar arif.

"Dih ngapain si ukuran badan nya pake sama segala" gerutu nya dalam hati.

Alya segera mencarikan gaun untuk calon istri arif. Tak butuh waktu lama dia bisa menemukan gaun yang pas menurutnya.

"Kalo yang ini gimana mas,sama kok ukurannya sama alya" ujar gadis itu sambil menunjukan gaun berwarna putih yang sedikit longgar dengan motif mutiara yang berada dibagian lengan,serta selendang yang menempel dibelakangnya dengan sedikit manik manik.

Arif tersenyum mengangguk menandakan setuju. Ia segera mengambil gaun itu dari tangan Alya dan segera membawa hanya pergi untuk dibayar.

"Dih ga ngucapin makasih main ambil ambil aja" gerutu nya kemudian kembali memilih milih lagi baju untuk resepsi ningsih.

"Al" panggil ningsih.

Alya tertegun melihat ningsih yang begitu cantik dengan gaun nya. Dengan perawakan ningsih yang sedikit tinggi,kulit bersih,dan hidung mancung sangat pas dipadukan dengan gaun itu

"Masya'allah cantik bngt sahabat aku" ucap Alya sambil mendekat ke arah ningsih.

"Hehe jangan gitu dong al jadi malu aku" ucap Ningsih.

"Nggk kamu emng cantik ditambah pake gaun ini beuhh" ucap Alya terus memuji sahabatnya itu.

"Iya tau ning kamu cntik nya ga ada obeng" ucap Okta. April ikut mengangguk setuju.

"Hehe makasih"

"Kita kasih liat wisnu gimana" tanya April.

"No" tolak alya langsung.

"Biar wisnu tau kecantikan ningsih pas udh jadi istri nya aja skrng jangan biar kejutan gitu"ujar alya. Mereka mengangguk betul juga apa yang dikatakan Alya.








Happy reading:)

Hayy Mas Santri(On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang