Jawaban Jeno membuatku yang sudah melangkah berhenti dan itu tepat di sebelah kanan Jeno. "What if my happiness were you?"
Aku menoleh ke arah Jeno. Lalu Jeno menatapku sepersekian detik sebelum ia menyunggingkan senyum hingga sepasang mata itu turut tersenyum. "Bercanda. We can still be friends 'kan, Nay? Kalau kamu butuh apa-apa, kamu bisa hubungi aku. Nomorku masih sama."
Aku tersenyum kemudian mengangguk. "Aku duluan." Setelah pamit, aku langsung melangkah menuju mobil Juan yang terparkir di depan.
Aku menghela nafas sangat berat begitu duduk di mobil Juan. Aku bisa merasakan aura kekepoan Juan. Hanya saja, aku masih perlu mengontrol emosiku. Bertemu dengan Jeno menghabiskan banyak energi karena terlalu banyak emosi yang terasa.
Tiba-tiba jendela mobil diketuk yang membuatku terkejut. Pegawai Bang Udin ternyata. Nasi gorengku sudah datang. Aku memakan dengan lahap dan tanpa suara. Beruntung Juan merupakan tipe orang yang cukup pengertian. Ia juga masih bungkam dan makan dengan tenang.
Selesai aku makan, aku meletakkan piring tersebut di atas dashboard. Aku masih menunggu Juan selesai makan. Juan memesan migornas juga jadi dia makan lebih lama daripadaku. Aku menandaskan es teh manisku dengan cepat.
"Lo nggak usah lirik-lirik kepo gitu deh, Ju," decakku. Aku terus merasa Juan melirik-lirikku ingin tahu, tapi dia tetap diam karena takut bertanya mungkin.
Aku melihat Juan membuka kemudian menutup mulutnya beberapa kali sampai ia akhirnya menyuap sesendok nasi goreng. Ia masih memandangku dengan mulut yang masih mengunyah.
"Dia Jeno. High school crush gue," ucapku menjawab beberapa pertanyaan di benak Juan. "Gue udah suka dari kelas 10, tapi dia belum kenal gue. Gue dulu anak ansos, beda sama dia yang bintang di sekolah. Dia juga tenar di instagram. Dulu gue secret admirer dia aja sih. Gue juga nggak ada niat untuk deketin dia. I was really insecure back then. Gue terus-menerus membandingkan diri sendiri dengan cewek-cewek yang deket sama dia. Nggak pantes deh. Davina tuh selebgram, Kyra siswi berprestasi, Jovanka juga selebgram. Gue juga masih sibuk ambis untuk masuk kelas unggulan karena setinggi apapun ranking gue selagi bukan kelas unggulan, nggak akan dianggap orangtua gue."
Juan menyimak ceritaku dengan saksama walaupun mulut Juan tidk berhenti mengunyah. Dasar lelaki itu. Tiba-tiba Juan bertanya, "Itu ... mereka yang rame soal selingkuh-selingkuh bukan sih?"
Aku mengangguk. Juan ber-oh ria. Siapa yang tidak tahu sih perihal drama perselingkuhan yang terjadi antara Jeno, Davina, dan Kyra? Semua akun gosip online sudah memberitakan itu. Ramai sekali video-video yang direkam oleh siswa di sekolahku tentang mereka menembus jutaan views. Davina hingga dicopot dari pekerjaan dia sebagai brand ambassador beberapa brand terkenal.
"Itu pas gue kelas 11 akhir kalau nggak salah. Kelas 12 awal mereka udah baikan. Gue juga bisa masuk kelas unggulan, like finally. Plus satu kelas sma Jeno. Si Jeno emang anaknya effortlessly smart gitu," ceritaku.
Juan menyimak dengan serius. "Terus gara-gara satu kelas jadi akrab?"
Aku berpikir sejenak. Berusaha mengingat-ingat, kapan aku mulai dekat dengan Jeno. "Kalau nggak salah karena gue tuh jago di seni rupa, sementara Jeno agak kurang. Jeno approach gue minta diajarin gitu buat ujian praktik. Gue juga minta ajarin matematika sebagai gantinya. Ya gara-gara itu sih."
KAMU SEDANG MEMBACA
Shadow of The Moon
Hayran KurguRanaya Gisella Mahreen harus menelan pil pahit bernamakan patah hati tiap kali Jayden Ivander Diratama menitipkan barang untuk diberikan kepada Edrea Gauri Yudistia -teman dekat Rana di kampus. Rasa yang Rana pendam itu semakin terasa sakit ketika E...
