Fantasy - Kim Junkyu

1.1K 158 11
                                        

Fantasy - Kim Junkyu

JIN JUN

"MAMA INI GIMANA?! RAYA GAK BISA!" Gue berteriak kencang saking pusingnya ngerjain tugas yang gak ada beressnya. Satu belum kelar, pelajaran lain udah ngasih lagi. Kelompok yang ini diem-diem aja, udah ada tugas kelompok lagi.

Gue menatapi layar laptop yang menampilkan halaman kosong Microsoft word. Belum ada apapun di sana. Gue nggak tau mau nulis apa buat laporan praktikum yang cuman gue liat dari video. SIALAN.

"Kenapa si, Ay? Lagi main sama kucing jadi kabur semua." Tanya Ajun dengan muka ditekuk. Langsung mendudukan diri di tengah kasur.

"Ah tau ah, bete. Pergi sana." Usir gue gitu aja.

"Dih?!"

Gue membuang muka, membuka browser mencari laporan di internet buat gue contoh.

"Aaa, mau Ajun bantu nggak?" Tanya dia yang sudah berdiri di belakang gue sambil mengangguk mengerti menatapi layar laptop.

"Kayak yang bisa aja. Udah diem, sana nyari kucing lagi!"

Dia mencibir. "Yaudah nunggu mepet deadline aja." Ujarnya ketus ikutan jengkel. Langsung pergi dari kamar gue. Gue menghela napas, menyenderkan punggung ke sandaran kursi.

Gue kembali memfokuskan diri dengan tugas, tak ambil pusing dengan Ajun yang tiba-tiba ngambek. Itu urusan gampang, yang gak gampang tugas.

Gue mengetik, mencoba mencari berbagai kata kunci untuk referensi laporan praktikum yang bakalan gue buat. Sambil menggerutu, menyumpah serapahi asisten dosen yang ditugaskan.

-------

Sudah tiga jam gue berkutat di depan meja belajar. Membuka satu website ke website lainnya. Mengunduh satu jurnal ke jurnal-jurnal berikutnya.

Gue memutuskan untuk membuka lagi halaman word. Memilih untuk membuat cover dan kerangka laporannya terlebih dahulu.

"Raya, Ajun capek. Mau tidur." Ajun tiba-tiba sudah masuk lagi ke kamar gue. Gue hanya melirik sekilas, mengangguk dan membiarkannya berbaring di kasur gue.

"Raya, ini cemilan. Semangat nugasnya ya sayang. Kamu yang milih jurusan, jangan ngeluh, jangan nyesel." Ujar mama membawa secangkir susu sereal, dua lapis roti tawar dan setoples cemilan, juga satu buah pisang.

Gue mencibir mendengar itu, walau sedetik kemudian mata gue langsung berbinar menatapi makanan yang mama bawa.

"Ish, anak gadis kok kasurnya berantakan banget si." Mama mengomel melihat keadaan kasur gue. Gue hanya tertawa kecil, menggigit besar-besar roti gue.

Mama membentangkan selimut keras-keras ke atas kasur. Melipatnya.

"Aduh!" Desisnya kaget. "Ish, Tante. Gak liat Ajun lagi tidur apa?" Kesalnya dengan bibir mencuat, manyun.

"Ya enggak lha." Jawab gue tertawa.

"Apasi Ray?" Tanya mama bingung, kini mengambil alih bantal guling yang Ajun peluk.

"Ha? Eh, enggak ma. Ini grup kelas rame banget." Jawab gue asal menunjuk layar laptop yang padahal lagi menampilkan hasil tugas gue yang baru berupa halaman cover.

Mama hanya mengangguk mengerti. "Kalau makannya udah selesai, taro dulu di dapur ya. Sekalian peregangan jangan duduk terus." Katanya sebelum meninggalkan kamar gue. Gue mengacungkan jempol tanda setuju.

"Raya, Ajun ngantuk."

"Tidur." Jawab gue malas.

"Nggak bisa."

"Yaudah sana jalan-jalan."

"Hujan, Aya. Dingin." Balasnya lagi merajuk seperti anak kecil.

"Terserah Ajun deh ah. Raya pusing, jangan bikin Aya tambah pusing." Ujar gue mencoba bersabar menghadapi mode anak kecil Ajun.

"Tugasnya rese. Sini Ajun kerjain." Ujarnya, membuat gue membalikan badan menghadap ke arahnya di atas kasur. Dia menjentikkan jari ke arah gue. "Udah beres. Sekarang ayo tidur, Aya."

"Ha?"

"Liat deh layar laptopnya." Tunjuk ajun, gue jadi kembali menoleh. Menggerakan jari di atas touchpad menggulir halaman word yang tadinya satu kini jadi enam belas halaman.

"Udah kan?" Tanya Ajun.

"ANJIR AJUN KENAPA GAK DARI TADI SIANG?!"

"Yang tadi siang mau Ajun bantu gak mau siapa?" Tanyanya dengan mata membulat sempurna.

"HEHEH MAKASIH JINJUNN." Ujar gue berlari ke arahnya.

Dia tersenyum lebar, dengan sombong menggerakan kepala membuat rambutnya bergerak. Dia membentangkan tangan, bersiap menerima gue yang akan menghambur.

"RAYAA!" serunya kesal saat gue justru memeluk bantal guling dan langsung tidur di sisi kasur yang kosong. Masa bodo dengan Jin tampan yang kini memandanginya dengan tatapan jengkel.

---------

Hello!!

Apa kabar apa kabar???

Maaf ya baru bisa balik sekarang
Gak bisa nyuri waktu.. ini ajaa sebenernya belum selesai tapi aku udah bener-bener pengin nulis lagi.

FLOW BENER BENER KANGEN KALIAN😭😭😭

AH AKHIRNYA BISA KETEMU JUGA😍

bagaimana kesan dan pesannya?

Apa ada yang ingin disampaikan kepada Flow???

Ada yang kangen gak nihh???

Wkwkwkk..

IYAA. JIN JUN.

JIN AJUN👻


See you, soon!

Bismillah. SOON beneran😭😭

-FLOW


Treasure ImagineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang