Sampai Nanti - Kim Junkyu

503 31 5
                                        

Hallooo!!

gimana kabarnya? aku harap baik yaa.

Aku terlalu jarang update ngga ya kalau begini?

Masih sedikit susah buat menghalu lagi, lebih susah lagi buat merangkai kalimatnya.

jadi, tolong dibantu yaa. koreksi mungkin masih ada typo yang terlewat.

terimakasih udah menunggu karya-karya flow di sini.

love you🤍

---

Kamu pernah ngga si ragu sama dirimu sendiri sampai ngerasa ngga pantes buat siapapun?

Kamu diposisi ngga mau kehilangan tapi juga ngga tega buat terus-terusan nahan dia buat sama kita, manusia yang banyak kurangnya ini?

Iya, aku tahu betul ngga baik buat insecure sebegininya.

Apalagi, sedari awal aku udah tahu sesempurna apa Kim Junkyu itu.

Aneh.

Dia manusia aneh yang udah tahu banyak kurangnya aku tapi masih mau saja menerima hadirku di hidupnya yang damai.
Aku yang datang dengan seribu satu masalahku, dan dia yang menyambut lukaku dengan peluk hangatnya.

Dia selalu di sana, siap sedia dengan lengan kekarnya untuk memberikan peluk untuk pelikku. Bahu lebarnya untuk tempat bersandarku. Tubuh tegapnya untuk melindungiku.

sedang aku apa?

Manusia yang diliputi trauma, sakit dan luka.

Aku ngga merasa pantas untuk ada disampingnya meski ia sama sekali tak keberatan untuk berdiri di sisiku.

"Udah selesai UAS nya?" Junkyu bertanya begitu aku sampai di hadapan dia yang duduk di atas motor hitamnya.

Hari ini aku sudah menyelesaikan UAS untuk semua mata kuliah yang kuambil di semester ini.

Aku mengangguk, menerima helm hitam yang ia ulurkan ke arahku. "Udah, akhirnya selesai juga semester berat ini."

Dia terkekeh mendengarnya, menepuk jok belakang motornya memberi kode untuk aku segera duduk di boncengannya.

"Mau es krim dulu atau mau langsung ke pantai?" Ia mengendarai kendaraan roda dua itu meninggalkan Fakultas MIPA tempatku belajar.

Di boncengannya aku menggumam, berpikir sejenak. Junkyu tersenyum begitu melirik dari kaca spionnya. "Mau makan es krim di pantai." Jawabku memajukkan kepala untuk berbicara di pundaknya.

Sebenernya aku yang pendengarannya kurang.

Junkyu mengangguk saja dibalik helm full face nya. Kini melajukan motor yang kami naiki lebih cepat.

Bersama Junkyu, aku merasa menemukan rumah yang nyaman. Bersamanya aku tidak merasa sendiri, bersamanya ia mengerti diamku, ia mendengarku dengan baik tanpa memberikan penghakiman apapun. Seolah Junkyu lah sosok yang aku cari sebagai pendamping hidupku nanti.

Sepatu yang kami kenakan sudah tertanggal di atas pasir, menyisakan kaki yang kini bebas dirayu ombak.

Seperti pada sore pada umumnya, pantai tak pernah sepi peminat. Selalu ada banyak mata yang menanti untuk dimanjakan oleh jingganya mentari kala terbenam.
Kami duduk di bibir pantai, membiarkan sesekali ombak besar menyapa kaki telanjang kami.

Hening menyelimuti kala kami menikmati es krim yang sebelumnya kami beli di minimarket.

"Mas." Panggilku pelan, di sampingku Junkyu menaikkan alisnya, mempersilahkan aku untuk bertanya.

Aku menipiskan bibir, meyakinkan diri. "Kamu pernah bilang kan, kalau di umur kita yang sekarang jatuh cinta tuh ngga kaya jatuh cinta kaya anak SMA? Justru lebih terasa jadi beban."

Treasure ImagineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang