[Hourglass Series #1]
Tentang delapan pemuda yang dipenuhi semangat dan mimpi, disatukan menjadi satu tim yang akan berlayar menjelajahi luasnya lautan. Rintangan demi rintangan tengah menunggu kedatangan mereka. Apakah tim bernama ATEEZ yang dipimp...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari pertandingan yang mereka tunggu akhirnya datang. Dengan persiapan yang sebenarnya tidak begitu matang, mereka berangkat ke lokasi diadakannya pertandingan petarung bebas tahunan itu. Kali ini, bukan hanya Yunho dan Mingi saja, atau kelima orang yang telah siap ikut bertanding saja. Hongjoong, Seonghwa, dan Yeosang juga ikut berangkat. Mereka akan duduk di podium penonton untuk menyaksikan penampilan rekan satu timnya.
"Aku benar-benar bisa merasakan jantungku berdegup sangat keras," ujar Mingi. Ia melakukan gerakan-gerakan kecil, untuk mengurangi perasaan gugup dan cemasnya kala mereka semakin dekat dengan lokasi pertandingan. Yunho yang ada di sebelahnya tersenyum. Ia juga merasakan hal yang sama.
"Kita terlihat paling kecil dibanding peserta yang lain," ujar Jongho. Ia memperhatikan orang-orang yang berkerumun di sekitar lokasi pertandingan. Mereka memiliki tubuh dan otot yang besar. Membuat dirinya merasa ragu bisa memenangkan pertandingan itu.
"Benar. Aku berpikir, tubuh kita akan mudah diangkat oleh mereka," timpal Wooyoung. Ia bergidik ngeri melihat bagaimana pria-pria dengan otot yang besar itu memamerkan tubuhnya. Kepalanya menggeleng beberapa kali, dengan berharap agar ucapannya tidak pernah terjadi. Karena akan sangat mengerikan jika tubuhnya benar-benar diangkat oleh orang-orang seperti itu.
"Kalian ingin mundur sekarang?" tanya Hongjoong. Keempat orang yang menjadi peserta itu langsung menoleh ke belakang, dimana Hongjoong berada. Sepertinya, Hongjoong masih sangat kesal karena mereka tidak memberitahu rencana tentang hal ini padanya. Dengan kompak, keempat orang itu menggeleng.
"Tidak. Kalau kami mundur, itu sama saja kami adalah pengecut," ujar Mingi yang dijawab anggukan oleh tiga orang lainnya. Hongjoong hanya mengangkat kedua bahunya. Ia tidak akan peduli akan hal itu lagi. Selama para anggotanya tidak terluka, ia akan membiarkannya saja.
"Tapi, kenapa San tidak kalian ikut sertakan?" tanya Seonghwa dengan dahi mengerut. Mingi langsung menatap ke arah Yunho. Menyuruh pria itu untuk memberitahu.
"Slot yang tersisa tinggal empat. Dan aku berpikir, akan sulit bagi San untuk menjauh dari Kak Seonghwa tanpa membuat Kak Seonghwa curiga," jelas Yunho. Dahi Seonghwa semakin mengerut. Ia menoleh ke arah San yang terlihat tidak masalah tidak diikutsertakan. Seonghwa menghela napas panjang.
"Kalian masih berpikir jika aku hanya memperhatikan San saja rupanya," ujar Seonghwa. Yunho dan Mingi mengangguk, membenarkan karena itu yang mereka rasakan. Sedangkan Wooyoung dan Jongho hanya mengangkat kedua bahu mereka.
"Kak San menjadi cadangan. Jadi, Kak San tetap ikut pertandingan ini," ujar Jongho yang diangguki oleh Wooyoung dan Mingi. San juga ikut mengangguk membenarkan. "Ya. Itu tidak masalah," ujar San.
"Tapi untuk menjadi juara pertama, aku tidak yakin kalian bisa mendapatkan posisi itu," ujar Yeosang tiba-tiba. Semua orang langsung menoleh ke arahnya. Beberapa saat, sebelum akhirnya mereka menghela napas panjang secara bersamaan.