35. Hourglass

295 60 0
                                        

Welcome back~

Hongjoong, diikuti Seonghwa, Yeosang, dan Mingi, segera berjalan ke arah ruang tunggu peserta. Kehadiran mereka berempat cukup menarik perhatian beberapa orang yang ada di sekitar. Terlebih, dengan tatapan tajam Hongjoong saat ini, berhasil membuat orang-orang yang ada di depannya langsung menyingkir dan memberikan mereka jalan.

"Ah, Kapten!"

Semua orang langsung menoleh ke arah San. Raut terkejut terlihat jelas di wajah mereka. Lalu, kepala mereka kembali menoleh ke arah rombongan Hongjoong itu. Tanpa mempedulikan sekitar, San langsung mendekat ke arah Hongjoong dengan sekantung uang yang ia dapatkan sebagai hadiah.

"Sebentar lagi pihak Istana akan datang menjemput San. Apakah kita akan ikut juga?" tanya Yunho yang sekarang berdiri di belakang San. Hongjoong tidak langsung menjawab. Ia menatap kantung berisi uang itu, lalu menyuruh Seonghwa mengambilnya lewat tatapan mata.

"Ya. Aku tidak ingin ada hal buruk yang terjadi lagi pada salah satu diantara kita," ujar Hongjoong. San dan Yunho mengangguk mengerti. Di sisi lain, Mingi dan Yeosang segera menghampiri Wooyoung yang tengah membantu Jongho berdiri. Dengan cepat Mingi berjongkok di hadapan Jongho.

"Naik ke punggungku," ujar Mingi.

"Tapi kaki Kakak belum sembuh sepenuhnya. Itu akan berbahaya," tolak Jongho. Mingi langsung terdiam. Ia memperhatikan kakinya. Walaupun sudah tidak terlalu parah, tapi perkataan Jongho benar adanya.

"Sudah tidak apa-apa, Mingi. Sekarang biarkan aku yang menggendong Jongho. Kamu harus menjaga kondisi kakimu saat ini," ujar San. San segera berjongkok di hadapan Jongho ketika Mingi menyingkir. Tanpa melakukan penolakan, Jongho segera naik ke punggung San.

"Jangan sedih. Nanti aku juga akan menggendong Mingi," ujar San sambil tersenyum. Mingi langsung mendengus pelan. Padahal, dirinya tidak pernah mengharapkan hal itu. Lagipula, tubuhnya yang lebih tinggi dari San membuatnya ragu apakah San bisa menggendongnya atau tidak.

"Ah, San. Kamu akan baik-baik saja? Kamu baru saja selesai bertanding," ujar Seonghwa dengan raut khawatir. San tersenyum. Ia menoleh ke arah Jongho yang mulai memasang raut wajah bersalahnya.

"Tidak apa-apa. Aku tidak terlalu lelah," ujar San. Ia lalu berjalan memimpin rombongan anggota Ateez itu keluar dari gedung pertandingan karena sebentar lagi ada pihak Istana yang akan menjemput dirinya. San terus tersenyum dan sesekali menyapa orang-orang yang ada di sana. Di kedua sisinya, Hongjoong dan Seonghwa berjalan seolah menjadi penjaga Jongho dan San.

Jongho tetap memilin untuk diam. Walaupun begitu, senyuman di wajahnya tidak hilang. Terlebih, para Kakaknya yang saat ini tengah bergurau di belakangnya. Jongho sedikit mengeratkan pelukannya pada leher San. Ia menyusupkan kepalanya ke pundak San, lalu memejamkan matanya.

"Tidurlah. Aku akan membangunkanmu jika kita sudah sampai di Istana," bisik San. Jongho mengangguk pelan.

"Terima kasih," gumam Jongho yang hanya bisa didengar oleh San saja.

A to Z
Istana Omorfia. Bisa dikatakan, bangunan yang sangat megah ini benar-benar mendeskripsikan kata Omorfia. Keindahan bentuk bangunan, tatanan tumbuhan di sekitar, warna, serta hiasan-hiasan di sekitar bangunan benar-benar mencerminkan kata Omorfia itu sendiri. Istana yang didominasi oleh warna putih dan biru laut itu, terlihat begitu cerah dan memanjakan setiap mata yang melihat. Belum lagi kesan sejuk dengan adanya tanaman-tanaman hijau dengan bunga beragam warna dan harum. Membuat siapapun sudah pasti akan sangat betah berada di tempat ini.

Para anggota Ateez pun merasa demikian. Mereka tanpa ragu memperlihatkan kekaguman mereka pada pekarangan Istana itu. Bahkan, Jongho yang masih ada di punggung San pun tidak lagi tertidur. Ia juga ikut memperhatikan sekitar dengan mata yang berbinar.

HOURGLASS : PIRATE KING [The End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang