12. Treasure Map

460 75 2
                                        

Welcome back~

Seonghwa dan San kini duduk saling berhadapan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seonghwa dan San kini duduk saling berhadapan. Hari masih terlalu pagi untuk keduanya bangun, tetapi ada hal yang begitu penting untuk Seonghwa ketahui, sehingga ia mencegah San untuk tidur lebih lama. Cukup kejam memang. Tetapi, percakapan semalam itu sangat mengusik ketenangan Seonghwa.

"Jadi? Kenapa kamu mengambil keputusan penuh resiko itu tanpa berdiskusi dengan kami? Kamu tidak memberitahu Hongjoong. Benar bukan?" San menundukkan kepalanya. Ia memainkan jari jemarinya yang beberapa terbungkus plester. Ia tidak berani mengangkat kepala untuk saat ini, karena tahu seberapa marahnya Seonghwa kepada dirinya. Atau ... bisa saja Seonghwa sudah begitu kecewa kepada dirinya.

Seonghwa menghela napas panjang. Ia mengangkat pandangannya ke atas, sebelum kembali menatap San. Beruntung hari ini dirinya satu kamar dengan pria di depannya, sehingga tidak perlu mengganggu anggota lain. "San?" panggil Seonghwa dengan suara lembut. Ia sedikit membungkuk lalu menepuk bahu kanan San.

"Hey? Apakah kamu lupa jika kami semua akan selalu menganggap dirimu keluarga? Apa kamu juga tidak memikirkan, bagaimana sedihnya Hongjoong jika mendengar hal tadi?" Perlahan, San mengangkat kepalanya. Matanya sudah berkaca-kaca dengan jejak air mata yang tercetak jelas di wajahnya.

"Aku tahu. Aku sangat tahu tentang semua itu. Hanya saja ... hanya saja aku merasa, aku bisa menjadi sedikit lebih berguna dengan mengambil keputusan ini," ujar San dengan suara seraknya. Ia mengusap jejak air mata di wajahnya dengan tangan secara kasar. "Aku bukannya tidak ingin menceritakan hal ini kepada kalian. Aku hanya takut ... hal yang seharusnya bisa kulakukan sendiri malah menjadikan beban untuk kalian semua," lanjutnya.

Seonghwa terdiam. Ia menatap dalam pada San yang sudah kembali menunduk. Percakapan antara dirinya dan Hongjoong saat itu kembali berputar. Dimana, Hongjoong bercerita jika San adalah sosok yang paling sensitif. Menghela napas panjang, Seonghwa mengusap bahu San dengan lembut. Ia berusaha untuk tersenyum walaupun rasanya cukup sulit.

"Jangan pernah berpikir seperti itu lagi, mengerti? Kita bersama-sama sebagai keluarga, bukan sekadar rekan satu tim atau sekelompok orang yang kebetulan memiliki pekerjaan yang sama. Kita keluarga, kita saling membutuhkan, dan saling mengandalkan. Kamu adalah adikku. Ya, kamu adikku," bisik Seonghwa.

San kembali mengangkat kepalanya. Ia membalas tatapan Seonghwa dengan polos. Perlahan, senyuman kembali terukir di wajahnya. Dengan segera, ia memeluk Seonghwa cukup erat secara tiba-tiba. Hal itu membuat Seonghwa terkejut dan nyaris terjatuh dari atas tempat tidur jika saja keseimbangannya sangat payah. Seonghwa tertawa pelan. Ia mengusap punggung San dengan lembut.

"Tidak salah jika Hongjoong mengatakan kalau kamu adik bungsu yang palsu," ujar Seonghwa. San yang mendengar itu hanya menggerutu saja. Tetapi tak ayal, ia bahagia. Bahagia karena mendapatkan orang-orang baik di sekitarnya.

"Terima kasih," bisik San.

A to Z

Matahari sudah terbit ketika Yeosang tengah duduk di dekat jendela sambil membaca buku yang ia beli kemarin. Dirinya tidak sendiri. Ia bersama Wooyoung yang sejak tadi tidak berhenti mengoceh tentang segala hal. Ya, segala hal termasuk kupu-kupu yang baru saja masuk.

"Seharusnya mereka mencat bangunan ini dengan warna putih atau emas. Kenapa harus hitam?"

"Lihat! Lihat! Dua prajurit itu bukankah mereka terlalu kaku? Aku tidak yakin jika mereka adalah manusia sungguhan."

"Hwaaa ... Yeosang! Singkirkan kupu-kupu ini dariku!"

Yeosang menghela napas panjang. Ia menggeleng setelah mendengar suara protes Wooyoung pada binatang sejenis serangga itu. Memang, dirinya juga tidak menyukai serangga. Tidak, bukan hanya Yeosang dan Wooyoung saja. Tetapi semua member Ateez sepertinya juga tidak menyukai serangga. Tetapi, reaksi Wooyoung memang selalu berlebihan menurut Yeosang.

"Argh! Pergilah sana! Aku membencimu," keluh Wooyoung yang belum berhenti dengan kupu-kupu bersayap hitam itu. Yeosang menutup kedua telinganya. Enggan untuk mendengar celotehan yang semakin aneh dari mulut Wooyoung lagi. Selain itu, dirinya juga malu atas sikap Wooyoung ini.

Yeosang kembali fokus pada buku di pangkuannya itu. Membaca buku dengan merasakan sinar matahari pagi adalah hal yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Karena itu, sejak bangun tidur, dirinya langsung mencari tempat nyaman untuk membaca sembari menikmati saat-saat matahari akan terbit. Tetapi, paginya sedikit terganggu karena kehadiran Wooyoung yang selalu berisik dimana pun dia berada.

Halaman yang dibaca Yeosang akhirnya selesai juga. Ia bernapas lega, mengingat dirinya cukup kesulitan untuk selesai membaca satu halaman itu karena Wooyoung yang sulit diam. Membalik halamannya, dahi Yeosang langsung berkerut ketika mendapati selembar kertas lain yang terlipat diantara halaman buku tersebut. Dari warna kertasnya, sudah jelas jika kertas tersebut bukan bagian dari buku yang ia baca.

Yeosang menyentuh kertas tersebut. Terlihat garis-garis yang membentuk sesuatu dibalik kertas putih itu walau samar. Yeosang mengangkat kepalanya. Ia tidak mendapati siapapun selain Wooyoung yang kini sibuk mengusir seekor jangkrik yang entah datang darimana. Tanpa mengatakan apapun, Yeosang berjalan dengan buku yang sudah ditutup kembali. Ia meninggalkan lorong tersebut bersama Wooyoung yang masih saja sibuk sendiri dengan ocehannya.

"Ah? Hey, Yeosang! Kamu mau kemana?! Tunggu aku!"

Yeosang mengabaikannya. Kali ini, ia sedikit berlari. Dirinya hendak menemui Hongjoong ataupun Seonghwa. Karena setidaknya, hanya dua orang itu saja yang normal dibanding anggota lainnya. Lagipula, posisi keduanya di tim cukup kuat.

Ia menoleh ke kanan dan kiri secara cepat. Tanpa berpikir panjang, ia membuka sebuah pintu. Benar dugaannya. Hongjoong ada di dalam, tengah mengobrol dengan Seonghwa juga Yunho. Ketiganya langsung menoleh dengan wajah terkejut karena Yeosang membuka pintu secara tiba-tiba.

"Ada apa? Kamu seperti habis dikejar oleh Jongho," ujar Yunho. Mendengar ucapan candaan Yunho tersebut, Seonghwa langsung melirik Yunho tajam.

Yeosang menggeleng pelan. Ia menutup pintu itu, sebelum melangkah mendekat ke arah Hongjoong. Membuka buku yang sejak tadi dibawanya, Yeosang langsung menyerahkan secarik kertas yang tadi ia temukan.

"Ini firasatku, jika kertas itu adalah sebuah peta yang cukup berharga," ujar Yeosang. Hongjoong yang tadi menatap ke arah Yeosang, langsung mengalihkan pandangannya ke arah kertas yang dipegang oleh Yeosang. Hongjoong mengambilnya. Ia membuka lipatan kertas itu secara hati-hati.

Yunho dan Seonghwa saling berpandangan. Dengan cepat, mereka mendekat ke arah Hongjoong dan ikut melihat kertas di tangan pria itu.

"Kau benar," ujar Hongjoong. Ia menoleh sebentar ke arah Yeosang sebelum kembali menatap ke arah kertas di tangannya. Kertas itu menunjukkan sebuah peta. Peta yang sangat berbeda dengan yang mereka miliki saat ini. Peta itu menunjukkan semua pulau yang ada di dunia. Termasuk pulau-pulau yang tidak pernah diketahui oleh mereka sebelumnya.

"Bisa dikatakan, peta ini adalah versi lengkap dari peta yang kita miliki saat ini, bukan?" tanya Yunho. Hongjoong mengangguk. Ia memperhatikan setiap pulau yang tergambar di kertas itu.

"Dan sepertinya ... seseorang pernah ke tempat yang bernama Utopia jika dilihat dari tanda silang ini," sahut Yeosang. Ketiga orang itu langsung mengangkat kepala. Menatap Yeosang sebentar, sebelum kembali menatap peta itu. Lebih tepatnya, pada sebuah pulau yang tergambar di ujung kertas dengan nama Utopia itu.

"Baiklah." Hongjoong melipat kembali kertas itu. Ia menyerahkannya pada Yeosang. "Perjalanan kita masih sangat jauh. Kamu simpanlah ini. Ini menjadi salah satu benda berharga kita," ujar Hongjoong. Yeosang mengangguk mengerti. Ia menyelipkan kembali kertas itu ke buku miliknya.

"Baiklah. Sepertinya, akan lebih baik kita melanjutkan perjalanan panjang kita. Beritahu anggota lain," perintah Hongjoong. Seonghwa, Yunho, dan Yeosang langsung mengangguk. Ya, perjalanan mereka masih sangat panjang. Pelayaran kemarin bahkan tidak bisa dikatakan sebagai awal.

To be Continued ....

15 Agustus 2021

HOURGLASS : PIRATE KING [The End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang