"Akhirnya kita bertemu lagi, anak muda."
San dan Wooyoung langsung mengangkat kepala mereka. Dengan cepat, kedua pemuda itu berdiri dan membungkukkan tubuh mereka dengan sempurna. Di hadapan mereka, berdiri Alland dengan senyuman tenangnya. Ia tidak sendiri, melainkan bersama dua orang pria yang memiliki otot besar. Dua orang yang cukup membuat San dan Wooyoung merasakan intimidasi.
"Berdirilah. Ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian berdua," ujar Alland. San dan Wooyoung langsung menurut. Keduanya kembali berdiri dengan tegap. "Ini tentang tawaranku kepadamu tempo lalu, anak muda. Bagaimana? Kalian mengizinkan aku menjadi guru kalian?" tanya Alland langsung. Dari kedua matanya, terlihat dengan sangat jelas jika ada ambisi di sana. Seolah menjelaskan, jika Alland memang sangat ingin mengajari para pemuda itu.
"Ah, tentang itu." Wooyoung tidak langsung melanjutkan perkataannya. Ia menoleh ke arah San dengan wajah ragu. "Kami sudah membicarakan hal itu kepada Kapten. Dan, Kapten menyetujuinya," ujar San melanjutkan. Tidak ada keraguan di kalimat yang San lontarkan itu, membuat Alland kembali menarik senyuman di wajahnya.
"Kapten, ya? Apakah kalian kelompok bajak laut?" tanya Alland dengan rasa penasaran yang tinggi. San memiringkan kepalanya. Ia terlihat berpikir keras.
"Mungkin seperti itu? Tapi dia memang Kapten kami," ujar San. Alland menganggukkan kepalanya saja.
"Kalau begitu, bolehkah aku bertemu dengan semua teman-temanmu? Aku ingin mengenal kalian sebelum kita memulai latihan pertama." Wooyoung langsung mengangguk kuat. Ia menoleh ke arah San, menepuk bahunya sekali, lalu berlari cepat ke arah penginapan. San yang ditinggalkan begitu saja, hanya diam tanpa protes. Ah, tidak juga. Sebenarnya ia cukup kesal karena Wooyoung memukul bahunya lumayan keras barusan.
Alland dan kedua orang di sampingnya tidak mengatakan apapun. Mereka bertiga hanya menjadi penonton, sampai sosok Wooyoung benar-benar menghilang dari pandangan mereka. "Secara pribadi, aku sangat senang bisa bertemu dengan pemenang pertandingan," ujar Alland membuka suara. San kembali menatap Alland. Ia tersenyum.
"Seperti yang aku dengar dari orang-orang, penampilanmu ... rasanya tidak meyakinkan jika kamu adalah pemenang pertandingan itu," ujar Alland. Sekarang, raut wajahnya berubah. Ia menatap San dengan wajah serius dan tajam. "Alex, serang dia."
San langsung membelakan kedua matanya ketika salah satu dari orang itu dengan cepat menyerang dirinya. Dengan tangkas, San menghindari serangan tersebut. Raut wajah San terlihat jelas jika dirinya begitu terkejut. Ia menatap ke arah Alland, dimana pria itu kini tidak lagi memasang wajah ramahnya. Ia menatap ke arah San dengan begitu dingin.
"Kenapa kamu menyerangku?" tanya San kebingungan. Ia masih berusaha menghindari serangan dari pria bernama Alex tersebut. San sama sekali tidak ingin menyerang siapapun saat ini. Dirinya berada di luar penginapan juga karena ingin bersantai, bukan berkelahi seperti ini.
"Lawan Alex, jika kamu memang pantas menjadi pemenang. Atau ... kamu melakukan kecurangan untuk mendapatkan hadiah utama?" Dahi San mengerut. Ia langsung teringat pada jam pasir yang menjadi hadiah utamanya. Orang-orang sepertinya sangat begitu ingin mendapatkan hadiah tersebut.
"Aku menang karena kemampuanku," ujar San. Ia berusaha untuk tidak mengatakan apapun tentang jam pasir itu. Sekarang, dengan sigap San mulai menangkis serangan dari Alex. Bahkan, beberapa kali dirinya membalas serangan dari pria itu. Apa yang terjadi nantinya, San memilih untuk tidak peduli. Ia akan membuktikan, jika dirinya pantas menjadi pemenang karena kemampuannya.
A to Z
Para anggota Ateez mulai terlihat mendekat ke arah lahan kosong dimana San dan Alland berada. Di kedua mata mereka, terlihat jelas semangat yang begitu membara. Bukan hanya itu saja. Senyuman cerah juga terpancar di wajah mereka dengan begitu jelas. Hingga akhirnya, langkah riang mereka berhenti, dan senyuman itu perlahan luntur ketika mata mereka melihat apa yang terjadi. Di depan mereka, mereka menyaksikan San yang tengah berkelahi dengan sosok pria asing. Pria itu tidak terlihat memiliki banyak luka, berbeda jauh dengan kondisi San saat ini.
"APA YANG KAMU LAKUKAN PADA TEMANKU!?" tanya Wooyoung dengan marah. Ia mendekat ke arah dua orang itu. Dengan sekuat tenaga, Wooyoung mendorong pria asing tersebut agar menjauh dari San. "San, kamu tidak apa-apa?" San mengangguk pelan. Ia segera berdiri dibantu Wooyoung.
"Aku hanya mengujinya saja. Hanya memastikan, apakah temanmu itu memang pantas mendapatkan juara atau ... tidak," ujar Alland dengan tenang. Ia menggerakan tangannya pelan, memberi isyarat pada pria bernama Alex itu untuk kembali mendekat ke arahnya. Dengan patuh, Alex langsung menurut. Ia tidak lagi bersiap untuk menyerang San seperti sebelumnya.
Alland lalu membalikan tubuhnya. Sekarang, dirinya bisa melihat anggota Ateez yang lain. Senyumannya terbit kembali. "Senang melihat kalian semua sekarang. Juga, aku cukup terkejut kalian memiliki cukup banyak anggota dibanding saat di pertandingan itu," ujar Alland.
"Itu karena slot yang tersisa saat pertandingan hanya sedikit. Jadi hanya sebagian dari kami yang mengikuti pertandingan," sahut Mingi. Alland mengangguk mengerti. Ia mulai memperhatikan satu per satu anggota Ateez di depannya itu.
"Kau." Alland menunjuk ke arah Hongjoong. "Adalah Kapten-nya, bukan?" tanya Alland. Hongjoong menoleh ke sampingnya, sebelum mengangguk pelan dengan wajah bingung dan sedikit ragu.
"Ya, saya Kapten-nya," ujar Hongjoong. Alland langsung mengangguk pelan. Ia mulai berjalan menghampiri Hongjoong. Mengabaikan keadaan San ataupun tatapan kesal dari Wooyoung. "Aku sudah memperhatikan kemampuan dari sebagian anggotamu. Jadi sekarang, aku ingin mengetahui kemampuan dari kalian yang tidak ikut bertanding," ujar Alland.
Hongjoong terdiam. Ia menoleh ke arah Seonghwa dan Yeosang. Kedua orang itu terlihat cukup terkejut, namun sepertinya akan siap kapan saja jika memang harus diuji kemampuannya. Lalu, pandangannya beralih pada Mingi. Meskipun keadaan kaki Mingi tidak separah sebelumnya, tetapi pemuda itu masih harus menggunakan tongkat sesekali untuk berjalan. Keadaan kakinya belum stabil, dan akan sangat buruk jika Mingi mencoba untuk ikut tes ini.
Alland memperhatikan gerak-gerik Hongjoong dengan teliti. Ia tersenyum samar, ketika matanya menangkap raut kekhawatiran dan keraguan di wajah Hongjoong kala Hongjoong menatap ke arah sosok Mingi. "Aku tidak memaksa kalian semua untuk pengetesan ini. Aku masih memiliki kewarasan untuk tidak membiarkan orang yang sedang terluka untuk ikut tes," ujar Alland membuyarkan lamunan Hongjoong. Hongjoong terlihat jelas terkejut. Ia langsung meringis dan menggaruk tengkuknya.
"Temanmu itu bisa menyusul. Yang paling ingin aku ketahui sekarang adalah kemampuanmu, yang ditunjuk menjadi Kapten tim," ujar Alland melanjutkan. Sekarang, bukan lagi kekhawatiran yang sama, yang hadir pada diri Hongjoong. Ia mendadak khawatir, dirinya tidak mampu mewujudkan ekspetasi Alland terhadap dirinya. Itu menjadi beban untuk dirinya secara perlahan.
"Kita pasti bisa. Kapten, kita harus percaya pada diri sendiri," ujar Seonghwa berbisik. Hongjoong langsung menoleh ke arah Seonghwa. Pria itu melirik ke arahnya sambil tersenyum tipis. Tak ayal, Hongjoong langsung ikut tersenyum melihatnya.
"Ya, aku percaya pada diriku sendiri," yakin Hongjoong dalam hatinya.
"Baiklah," ujar Alland. Ia melebarkan senyumannya. "Kita mulai," lanjutnya yang langsung menghilangkan senyuman itu. Bahkan dengan cepat, Alland dan kedua orang yang sejak tadi ikut bersamanya pun, langsung bergerak cepat menyerang Hongjoong, Seonghwa, dan Yeosang. Tanpa memberi aba-aba terlebih dahulu.
To be Continued ....
7 Oktober 2021
Fia's Note :
Percaya gak percaya, cerita ini mau segera tamat.
Nah, loh? Kok?
Ehm. Ini serius, guys. Cerita ini mau segera aku tamatin. Bukan karena mau terbit (maunya sih, gini. Tapi belum bisa dan belum ada yang lamar nih cerita juga😅). Tapi tenang, nanti bakal ada cerita lain yang jadi kelanjutan cerita ini. Alias Pirate King season dua-nya. Gak bakal lama kok. Paling tahun depan😁
Sampai jumpa lagi👋🏻
KAMU SEDANG MEMBACA
HOURGLASS : PIRATE KING [The End]
Fanfiction[Hourglass Series #1] Tentang delapan pemuda yang dipenuhi semangat dan mimpi, disatukan menjadi satu tim yang akan berlayar menjelajahi luasnya lautan. Rintangan demi rintangan tengah menunggu kedatangan mereka. Apakah tim bernama ATEEZ yang dipimp...
![HOURGLASS : PIRATE KING [The End]](https://img.wattpad.com/cover/280081229-64-k422854.jpg)