Happy Reading
***
Komen dong, kalian baca ini jam berapa?
***
Alarm pada ponsel itu terus berbunyi sejak 15 menit yang lalu, bahkan setiap 5 menit sekali alarm kembali akan berbunyi. Namun, seseorang yang berada dibalik selimut tebal itu tak bergerak sama sekali, ia juga tidak merasa terganggu dengan alarmnya yang terus berbunyi.
Hingga akhirnya ia bangkit saat ponselnya berdering menandakan ada panggilan masuk. Tanpa melihat id caller di layar ponselnya, ia langsung mengangkat panggilan itu.
"BAGAS!"
Mendengar teriakkan di seberang sana, Bagas pun menjauhkan ponsel dari telinganya sambil melirik siapa yang meneleponnya.
"Hmm ... kenapa, Tar?" tanya Bagas, suaranya terdengar serak dan agak bindeng.
"Kamu sakit?" Tara melembutkan nada suaranya saat mendengar suara Bagas yang tidak biasa.
Sebelum menjawab, Bagas lebih dulu bangkit dan terduduk di atas kasur sambil menyenderkan punggungnya di kepala kasur.
"Enggak kok, cuma efek bangun tidur aja," jawab Bagas tentunya berbohong karena saat ini tubuhnya terasa panas-dingin dan tenggorokan serta hidungnya tersumbat. Bagas juga tidak tahu kenapa pagi ini ia merasa tidak enak badan, mungkin efek saat kemarin kehujanan ketika pulang dari rumah Tara ditambah semalam Bagas lupa mematikan AC yang ada di kamarnya.
"Bohong, itu suara kamu kayak orang pilek," ucap Tara. "Gak kayak biasanya," lanjutnya.
Bagas berdehem sejenak. "Kan aku bilang, efek bangun tidur aja."
"Ya udah iya. Terus kenapa jam segini kamu belum jemput aku? Biasanya udah nongkrong depan rumah."
Bagas melirik jam digital kecil yang ada di atas nakasnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 7 kurang 10 menit. Biasanya jam 7 pas Bagas sudah berada di rumah Tara untuk menjemput gadis itu agar berangkat kerja bersama-sama. Ini efek karena badannya sedikit tidak enak, jadi Bagaa terlambat bangun.
"Iya maaf, aku baru bangun. Kamu tunggu sebentar ya, aku OTW jemput kamu."
Setelah itu Bagas memutuskan panggilan tanpa menunggu respon dari Tara. Ia pun bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, tetapi saat hendak memasuki kamar mandi tiba-tiba saja kepala Bagas terasa pening akibat gerakannya yang terlalu buru-buru dan tiba-tiba. Bagas pun menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan rasa pening yang ia rasakan, setelah itu ia kembali melanjutkan langkahnya ke arah kamar mandi.
Sementara itu di sisi lain, Tara yang sudah siap dengan pakaian kerjanya duduk di bangku yang berada di teras rumahnya. Tara berdecak karena Bagas memutuskan panggilan sepihak begitu saja.
"Aku curiga Bagas beneran sakit," gumam Tara bermonolog. Ia tidak percaya saat Bagas mengatakan kalau cowok itu tidak sakit dan suaranya yang terdengar berbeda dari biasanya hanya karena efek bangun tidur.
"Loh, belum berangkat?" Ayah keluar dari dalam rumah dan terkejut ketika Tara masih berada di teras rumah, padahal sejak 15 menit yang lalu Tara sudah pamit untuk berangkat kerja.
"Iya, Yah, nunggu Bagas," jawab Tara.
Ayah yang sudah siap dengan seragam kerjanya pun duduk di samping bangku yang kosong sambil menenteng sepatunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BagasTara [E N D]
Romance[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Bagas Aditya, hobinya sering keluar-masuk club malam bahkan sering kali bermain bersama dengan seorang wanita di hotel. Setelah lulus kuliah belum juga mendapat pekerjaan tetap. Sampai akhirnya seorang gadis bernama Ravanea...
![BagasTara [E N D]](https://img.wattpad.com/cover/270980362-64-k832482.jpg)