Sudut Pandang Orang Ketiga
"Kokonoi Hajime." Perjelas Ran dengan wajah yang serius, "Apa Boss mulai berurusan dengan mafia lagi?"
"Aku tidak berurusan dengan mafia lagi." Jawab Y/n dengan wajah yang tenang.
"Bohong!" Seru Rindo dengan kesal. "Kenapa aku harus bohong pada kalian?" Jawab Y/n dengan raut wajah bingung.
"Lalu dari mana kau dapat semua uang ini?!" Tanya Rindo. "Dari South." Jawab Y/n, "Kau lupa? Aku kan sudah bilang ke South kalau semua nya tidak gratis. Makanya aku minta dia duit." Mendengar itu, kedua Haitani itu lega. Kemudian mereka pun mengantarkan Y/n pulang.
Sesampai di rumah Y/n, "Besok kalian tidak perlu datang. Aku bisa berangkat dan pulang sendiri. Aku juga tidak mau terlihat mencolok."
"Besok kan kau akan bertemu Kokonoi lagi." Kata Rindo.
"Gak jadi. Aku akan suruh bawahan Rokuhara Tandai untuk mengantarkan uang itu." Jawab Y/n.
"Baiklah, Boss." Kata Ran, "Jaga diri dengan baik."
"Iya, gak perlu khawatir." Jawab Y/n lalu ia melambaikan tangannya kearah mereka berdua hingga motor mereka sudah tidak terlihat lagi. Y/n pun menurunkan tangannya dengan wajah lelah, "Sial, hampir aja ketahuan." Gumam nya sambil jalan memasuki rumah nya.
Sesampai di dalam, ia langsung membuka hp nya dan menelfon seseorang.
Kejadian itu sangat mirip dengan kejadian kemarin.
.
.
Kemarin
.
.
Malam itu, Y/n berdiri di dekat pintu rumah nya sambil menelfon seseorang. Dia terlihat berbincang dengan serius sebelum ia menghentikan telfon itu dan untuk terakhir kali nya menatap diri nya di depan cermin. Terlihat sosok Y/n yang sudah memakai terusan dan high heels juga wig yang membuat penampilannya terlihat berbeda. Setelah itu dia mengambil tas kecil yang serasi dengan terusannya lalu keluar dari rumah itu.
Di depan rumah nya sudah ada sebuah mobil hitam. Seorang pria keluar dari bangku pengemudi dengan pakaian yang rapih, "Saya datang atas perintah South. Aku akan mengantar mu menuju tempat tujuan." Kata nya dengan wajah serius.
"Iya, aku tau." Jawab Y/n sinis. Mood nya sangatlah buruk.
Pria itu hanya diam sambil membuka kan pintu mobil dan begitu Y/n masuk, ia menutup pintu itu lalu kembali menuju bangku pengemudi dan mengendarai mobil itu.
"Di sebelah sana ada amplop berisi informasi." Kata pria itu sambil fokus mengemudi. Y/n pun mengambil amplop itu yang berisi lembaran kertas yang merupakan data-data juga sebuah kartu, South beneran serius soal ini. Dia melakukan semua nya sesuai perintah ku.
Setelah perjalanan yang cukup lama, mobil itu berhenti di depan sebuah lobby hotel bintang lima.
"Saya akan menunggu di parkiran. Kalau sudah selesai atau butuh bantuan bisa kabari langsung." Kata pria itu, "Tentu." Jawab Y/n sambil melangkah keluar dari mobil itu setelah seorang petugas membukakan pintu mobil untuk nya.
Ia berjalan memasuki lobby hotel itu yang terlihat sangat mewah. Lalu ia langsung menuju lift dengan kartu di tangannya.
Di dalam lift itu ia memencet tombol lantai B10.
Lift itu bergerak turun hingga berada di lantai basement 10, lantai paling bawah.
Begitu pintu itu terbuka, terlihat sebuah lorong yang sangat redup dan menyeramkan namun Y/n terus berjalan menyelusuri lorong itu lalu berbelok ke kanan dan kiri seakan sudah tau jalannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My One and Only
FanfictionTentang kisah seorang perempuan yang Time Leap seperti Takemichi. Ia bingung kenapa ia bisa kembali ke masa lalu tetapi ia mengambil kesempatan itu untuk melindungi orang tercinta nya dari masa depan yang berantakan. Tentu aku bukan pemilik cerita T...
