40

1.2K 210 17
                                        

SUDUT PANDANG ORANG KETIGA


Begitu bel pulang sekolah berbunyi, Y/n bangkit berdiri dari bangku nya dan langsung tersenyum lebar kearah Takemichi, "Sampai besok, Take-chan!" Sebelum Takemichi dapat membalas, Y/n sudah berlari keluar kelas hingga ia keluar dari area sekolah. 

Sebelum menuju sebuah jalan kecil, Y/n mengehentikan langkah nya dan melihat ke sekitar nya untuk memastikan tidak ada yang mengikuti nya. Setelah itu, ia menyelusuri jalanan kecil itu hingga sampai di jalanan besar lainnya. Di sana sudah terdapat sebuah taksi yang terparkir.

Pintu taksi itu terbuka dan terlihat seorang pria dengan pakaian rapih. Ia membuka kan pintu belakang, "Nona." Sapa nya sambil membungkukan badannya.

"Maaf membuat mu menunggu." Kata Y/n sambil berjalan mendekati taksi itu.

"Ini adalah tugas saya, Nona." Jawab pria itu dan Y/n pun memberikan anggukan kecil lalu masuk ke bangku penumpang taksi itu. Kemudian pria itu menutup pintu taksi dan kembali masuk ke bangku pengemudi. Setelah itu ia melajukan mobil itu.

"Uang nya ada di koper." Kata supir taksi itu.

"Jumlah nya sudah sesuai?" Tanya Y/n sambil menarik koper di sebelah nya.

"Ya." Jawab pria itu.

"Kerja kalian bagus juga. Aku suka. Teruskan." Puji Y/n dengan senyuman lebar. "Terima kasih, Nona." Jawab pria itu.


Setelah cukup lama, taksi itu sampai di pinggiran kota, taksi itu berhenti di depan sebuah pabrik besar yang sudah terbengkalai.

"Kau kembali saja." Perintah Y/n sambil membuka pintu itu lalu membawa tas sekolah nya juga koper itu. "Baik, Nona." Jawab pria itu.

Y/n pun menutup pintu itu lalu berjalan memasuki bangunan itu. Di dalam ia melihat Ran dan Rindo yang sudah ada disana dan ada seseorang yang duduk dan terikat ke sebuah bangku dengan kepala yang ditutupi oleh karung.

"Aku bilang dia tamu penting ku, kenapa membawa nya dengan seperti ini?" Tanya Y/n sambil berjalan mendekat.

"Maaf, Boss. Dia tidak mau ikut dengan kami jadi kami paksa." Jawab Ran sambil melepas sarung pada kepala pria itu dan menunjukan wajah nya yang sedikit babak belur dan mulut nya yang ditutup dengan lakban.

"Senang bertemu dengan mu lagi, Coconat~" Kata Y/n dengan senyuman jahil dan menaruh dua tas nya itu tidak jauh dari pria yang terikat, Kokonoi.

"Lepasin lakbannya." Kata Y/n sambil mengambil kursi lain lalu menyeret kursi itu ke depan Kokonoi dan duduk di sana. "Jangan terlalu dekat dengan nya, Boss." Kata Ran sambil berdiri di sebelah Y/n sedangkan Rindo melepaskan lakban pada mulut Kokonoi dengan kasar.

"Aw! Pelan- pelan!" Keluh Kokonoi sambil memberikan tatapan tajam pada Rindo yang memberikan tatapan mengejek lalu berdiri disisi lain Y/n.

"Tch, bukannya kau kehilangan memori mu?" Tanya Kokonoi sambil menatap tajam Y/n. "Ya gimana ya~ Beberapa hari lalu kepala aku ketimpuk batu membuat memori ku kembali." Jawab Y/n sambil menaruh kaki kanan nya di atas kaki kiri nya.

"Lalu apa urusannya dengan ku?" Tanya Kokonoi dengan senyuman miring.

"Kebetulan kau suka uang dan aku punya uang. Gimana kalau kita buat kesepakatan?" Jawab Y/n dengan senyuman lebar.

"Kesepakatan apa?" Tanya Kokonoi.

"Kesepakatannya mudah kok. Kau lihat koper itu?" Tanya Y/n sambil menatap koper hitam dan Koknoi melirik koper itu lalu kembali menatap Y/n, "Aku yakin kau tau apa isi nya jadi tidak perlu aku jelaskan panjang lebar."

My One and OnlyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang