29

1.4K 246 0
                                        

SUDUT PANDANG ORANG KETIGA


Di sebuah cafe yang cukup sepi, Hina dan Y/n duduk di tempat yang cukup ujung sehingga tidak ada orang di sekitar mereka.

Y/n yang masih berpura- pura sebagai laki- laki duduk diam sambil mendengarkan semua perkataan Hina mengenai masa depan yang ia dengar dari Takemichi hingga dia selesai dan mata Hina mulai berkaca- kaca. Dengan inisiatif, Y/n pun menyodorkan kotak tissu ke Hina dan Hina mengambil tissu itu, "Jadi kumohon, Y/n-chan. Jangan mati ataupun berubah menjadi jahat."

"Aku tidak bisa berjanji." Jawab Y/n. "Tapi kenapa? Pasti ada jalan lain dan aku siap membantu." Jawab Hina.

"Iya tetapi saat aku dengar cerita mu, aku sadar suatu hal." Jawab Y/n dengan tatapan serius, "Jika di masa depan aku berubah jahat, maka akan ada suatu hal buruk terjadi hingga membuat aku berubah ke sisi itu."

"Kau bukan orang yang seperti itu, Y/n-chan. Aku tau kau orang yang berhati baik." Jawab Hina. "Aku tidak yakin, Hina. Semua orang dapat berubah karena sebuah hal." Jawab Y/n sambil mengetuk- ngetuk meja dengan jari telunjuk nya.

"Aku mengerti," Jawab Hina dengan senyuman sedih, "Tetapi pasti ada pilihan lain dan aku akan membantu mu agar kamu tidak perlu mengambil dua pilihan itu." 

"Jika masa depan ku antara aku mati hari ini atau jadi jahat hari ini, sepertinya pilihan lain cukup sulit." Jawab Y/n sambil berpikir keras, "Pastinya dia ingin aku mati dan sesuatu terjadi hingga membuat aku menjadi kehilangan akal sehat ku."

"Y/n-chan." Panggil Hina dan Y/n menoleh kearah nya, "Apa pun yang terjadi jangan mati. Kau adalah sahabat ku, ak-" Hp Hina berdering, ada yang menelfon.

"Oh, Takemichi-kun?" Kata Hina setelah melihat layar hp lipat nya. "Cie~" Goda Y/n membuat wajah Hina sedikit memerah, "Gak usah begitu deh, Y/n-chan." Kata Hina lalu ia mengangkat telfon itu.

"Ya, Takemichi-kun?" Kata Hina namun Takemichi diam, dia tidak menjawab langsung.

"Takemichi-kun?" Tanya Hina dengan khawatir membuat Y/n ikut khawatir, "Ada apa?" Tanya Y/n dan Hina mengangkat bahu nya, "Kau tidak apa, Takemichi-kun?"

"Emma-chan.." Jawab Takemichi dengan suara yang gemetar.

"Emma-chan? Ada apa?" Tanya Hina.

"Dia... Dia sudah tiada." Mendengar itu wajah Hina memucat. Y/n yang duduk di seberang Hina tambah khawatir, "Ada apa dengan Emma-chan?"

Mata Hina berkaca- kaca, "Emma-chan sudah tiada." Wajah Y/n memucat dan mata nya terbuka dengan lebar, "Bagaimana mungkin?!" Seru nya sambil bangkit berdiri lalu mengambil hp Hina, "Take-chan, apa yang terjadi?" Tanya Y/n.

"Y/n-chan?!" Seru Takemichi dengan terkejut saat dengar suara Y/n.

"Ada yang terjadi?! Apa maksud mu Emma- chan suadah tiada?!" Tanya Y/n dengan geram.

"Itu..Aku.." Takemichi berkeringat dingin dan ketakutan. 

"JAWAB NYA YANG JELAS!" Bentak Y/n membuat Takemichi tambah ketakutan. 

"Emma-chan terbunuh! Di-dia di bunuh oleh Kisaki." Jawab Takemichi membuat Y/n geram, "Kisaki bajing**!" Umpat Y/n.

"Y/n- chan, maafkan ak-" Sebelum Takemichi selesai bicara, dia mendengar suara menyeramkan Y/n, "Aku akan membunuh mu, dasar Kisaki bajing**." Kemudian telfon itu dimatikan.

Wajah Takemichi memucat saat ingat perkataan Naoto, Y/n akan menjadi jahat karena dia membunuh orang pertama kali nya dan ia jadi ketagihan untuk membunuh.

Buru- buru Takemichi menelfon Hina lagi. Begitu di angkat, dia dengar suara Hina.

"Hina-chan, boleh oper telfon ini ke Y/n-chan?" Tanya Takemichi. "Maaf, Takemichi-kun, Y/n sudah pergi." Jawab Hina sambil menatap Y/n yang berlari menjauhi cafe itu dengan sangat cepat.

My One and OnlyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang