SUDUT PANDANG ORANG KETIGA
Sebuah pintu kaca terbuka membuat pria remaja berambut hitam bersama gadis kecil dengan rambut (warna rambut) menoleh kearah pendatang baru itu. Senyuman lebar terpasang di wajah gadis kecil itu, "Kuro-chan!" Seru nya sambil berlari ke pria berkulit sawo matang itu lalu memeluk nya.
"Y/n-chan!" Seru laki- laki itu dengan senyuman lebar sambil memeluk gadis kecil itu dengan erat, "Maaf ya, Y/n-chan. Kau pasti menunggu lama. Belakangan ini aku sibuk."
"Tidak apa kok." Jawab gadis kecil itu sambil melepaskan pelukan itu lalu memberikan laki- laki itu senyuman manis nya.
.
.
.
Perlahan kedua mata (warna mata) terbuka. Dia menatap langit- langit kamar nya.
"Mimpi?" Gumam Y/n.
Tok Tok Tok
"Boss, Izana datang untuk menemui mu." Kata Ran setelah mengetuk pintu kamar Y/n.
"Izana?" Gumam Y/n sambil bangkit ke posisi duduk secara perlahan karena dia merasa kesakitan di lengannya saat bergerak sedikit.
"Apa Boss butuh bantuan?" Tanya Rindo yang juga ada di depan pintu.
"Tidak perlu." Jawab Y/n sambil menatap lengan tangan dominan nya di gips.
"Boss ingin menemui nya di ruang keluarga atau kamar Boss saja?" Tanya Ran. "Suruh dia masuk saja. Aku terlalu lelah untuk keluar kamar." Jawab Y/n lalu pintu kamar itu terbuka dan terlihat ada Izana yang berjalan masuk sambil membawa satu buket bunga kesukaan Y/n.
"Maaf, Y/n-chan." Kata Izana dengan tatapan sedih sambil menatap lengan Y/n yang di gips.
"Tidak apa kok. Nanti juga sembuh." Jawab Y/n sambil menatap Izana lalu menatap kedua saudara Haitani yang menatap Izana seakan mereka akan membunuh nya kapan pun.
"Kalian ambilin minuman dan cemilan untuk kami donk!" Perintah Y/n kepada mereka berdua dan mau tidak mau mereka pun nurut perkataan Boss mereka lalu menutup pintu kamar itu dan meninggalkan Y/n dan Izana.
"Maaf menganggu waktu istirahat mu. Bagaimana tidur mu?" Tanya Izana sambil menaruh buket bunga itu di atas meja kecil sebelah ranjang Y/n.
"Aku dapat beristirahat dengan baik. Aku juga mimpi indah." Jawab Y/n namun dia jadi bingung, Aku tadi mimpi apa? Aku tidak begitu ingat tetapi rasanya seperti mimpi indah.
"Syukurlah." Jawab Izana sambil menarik kursi meja belajar Y/n lalu ia taruh di sebelah ranjang Y/n kemudian ia duduk di kursi itu, "Maafkan aku, Y/n-chan. Aku terbawa emosi hingga tidak sadar aku melukai mu seperti ini."
"Iya, gak apa- apa kok." Jawab Y/n namun di dalam hati nya dia marah dan tidak memaafkannya.
"Soal pertarungan Tenjiku dengan Touman, lebih baik kamu tidak ikut dan tetap di Yokohama." Kata Izana. "Kenapa? Bukannya kau ingin aku ikut sebelumnya?" Jawab Y/n.
"Iya tapi aku sadar kondisi mu tidak memungkinkan." Jawab Izana namun Y/n tidak mempercayai nya, "Kau pasti punya alasan lain bukan?" Mendengar itu Izana terdiam sejenak.
"Aku tidak mau kau bertemu Mikey." Jawab Izana dan Y/n tidak terkejut karena dia dapat menduga itu.
"Aku mengerti. Aku akan tetap disini." Jawab Y/n. "Benarkah?! Kau beneran tidak akan menemui Mikey?!" Seru Izana dengan mata berseri- seri. "Iya, lagipula jika aku bantah perintah mu, aku khawatir kaki ku akan jadi target berikutnya." Jawab Y/n sambil tertawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
My One and Only
FanficTentang kisah seorang perempuan yang Time Leap seperti Takemichi. Ia bingung kenapa ia bisa kembali ke masa lalu tetapi ia mengambil kesempatan itu untuk melindungi orang tercinta nya dari masa depan yang berantakan. Tentu aku bukan pemilik cerita T...
