Sudut Pandang Orang Ketiga
Melihat sosok yang seharusnya tidak ada di sana membuat Y/n menatap Kokonoi dengan tatapan tajam. Semua umpatan ingin keluar dari mulut nya. Dengan wajah tanpa dosa, Kokonoi jalan mendekati Y/n.
"Akhirnya kau datang juga." Ketus Kokonoi sambil mengambil koper itu namun dengan cepat Y/n jauhkan koper itu dari tangan Kokonoi. "Kau tidak menepati janji?" Tanya Y/n.
"Tenang, aku masih menepati janji. Aku tidak memberi tahu dia apa-apa." Jawab Kokonoi sambil melirik kearah Mikey. "Terus kenapa dia disini?" Tanya Y/n dengan kesal sambil memberi Kokonoi tatapan menyeramkan.
"Aku yang mengikuti nya." Jawab Mikey yang dari tadi memperhatikan mereka. Y/n sama sekali tidak berani menatap Mikey.
"Denger kan? Bukan salah aku." Kata Kokonoi sambi mengambil koper itu dari tangan Y/n lalu ia jalan keluar dari tempat itu, "Kalau begitu urusan kita sudah selesai."
Sebelum tinggal mereka berdua di tempat itu, Y/n buru-buru melangkah keluar dari tempat itu namun langkah nya terhenti saat Mikey memeluk nya dari belakang dan sama sekali tidak memberi kesempatan untuk Y/n pergi.
"Y/n-chin.." Gumam Mikey, "Kau kembali.."
Hening sejenak sebelum Y/n mulai berbicara, "Maaf.."
"Kenapa kau minta maaf, Y/n-chin?" Tanya Mikey sambil menaruh kepala nya di bahu Y/n yang tegang.
"Kau marah bukan? Karena aku pergi." Raut wajah Y/n terlihat ketakutan, ia takut orang yang memeluk nya dari belakang ini masih marah. Ia percaya pada perkataan Kokonoi tetapi rasa takut itu tidak hilang sepenuh nya. Ia tau betapa mengerikannya jika Mikey marah.
"Aku sudah tidak marah." Jawab Mikey sambil mengeratkan pelukan itu, "Yang penting Y/n-chin sudah kembali. Hanya itu yang aku inginkan."
"Terima kasih, Mikey." Kata Y/n sambil membalikan badannya lalu setelah sekian lama nya, ia melihat wajah Mikey yang tersenyum berseri-seri kearah nya. Melihat senyuman itu, Y/n ikut tersenyum lalu menyentuh pipi Mikey yang terasa hangat di tangannya. Ia jadi teringat kejadian di masa depan itu. Ia jadi teringat tubuh Mikey yang perlahan jadi dingin dan tak bernyawa.
"Y/n-chin?" Mikey terlihat bingung saat melihat mata Y/n yang berkaca-kaca.
"Love you, Mikey." Kata Y/n sambil mencium pipi Mikey membuat pipi yang baru ia cium itu merona namun Mikey mencibir, "Kok di pipi doank? Di sini enggak?" Kata nya sambil menunjuk ke bibir nya.
Melihat itu Y/n hanya bisa tertawa lalu menuruti keinginan Mikey. Ciuman yang Y/n berikan sangat singkat membuat Mikey mencibir lagi seperti anak-anak, "Mau lagi!" Cibir nya sambil melingkarkan tangannya di pinggang Y/n dan menarik dia lebih dekat ke badannya hingga tidak ada jarak sedikit pun di antara mereka.
Kali ini Mikey yang mengambil langkah untuk mencium Y/n. Ciuman itu sangat lembut namun lama kelamaan semakin bergairah.
Tanpa mereka tau, diam-diam Kokonoi merekam kejadian itu. Awalnya untuk iseng-isengan tetapi lama kelamaan dia menjadi sirik.
.
.
.
Malam nya, Y/n dan Mikey sudah ada di rumah Y/n untuk MAKAN MALAM bersama sambil berbincang-bincang beberapa hal.
Setelah selesai membuat dorayaki sebagai makanan penutup, Y/n menaruh beberapa dorayaki yang masih hangat itu ke sebuah piring lalu ia taruh di meja, di depan Mikey. Kemudian Y/n duduk di kursi di sebelah Mikey.
Dengan senang, Mikey memakan makanan kesukaannya yang di buat oleh orang yang ia sukai juga.
"Aku dengar kau bergabung dengan Rokuhara Tandai." Kata Mikey setelah ia menghabiskan satu dorayaki lalu mengambil dorayaki lainnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My One and Only
FanfictieTentang kisah seorang perempuan yang Time Leap seperti Takemichi. Ia bingung kenapa ia bisa kembali ke masa lalu tetapi ia mengambil kesempatan itu untuk melindungi orang tercinta nya dari masa depan yang berantakan. Tentu aku bukan pemilik cerita T...
