MANTAN!! 33
....
Aira, Aneta dan juga Reza menatap rumah yang menjulang tinggi itu. Rumah megah dengan desain minimalis namun elegan, tetapi rasa hampa sangat teeasa ketika menginjakkan kaki didepàn bangunan itu.
"Kalian yakin dia masih tinggal disini?," tanya Reza menatap dua cewek disampingnya.
"Gak ada salahnya kita coba," jawab Aira.
Reza mengangguk lalu menekan bel pintu.
Ding dong
Ding dong
Ding dong
Sudah tiga kali Reza memencat bel, tetapi tidak ada yang keluar. Rasanya aneh jike memang rumah ini sudah tidak ditinggali lagi tapi kenapa masih tampak bersih.
"Dek cari siapa ya?."
Tiga sekawan itu langsung berbalik menatap seorang ibu- ibu yang membawa kantong belanjaan.
"Kami cari tante Anya apa beliau masih tinggal disini?," tanya Aneta sopan.
"Ooo.. bu Anya teh masih tinggal disini sama anaknya."
Ketiganya menghela nafas, hati mereka sedikit tenang ketika mendengar Alfra kembali tinggal dirumah lamanya.
"Tapi kok kosong ya bu?."
"Udah beberapa hari ini teh bu Anya sama anaknya gak pulang neng, mungkin ada urusan di luar kota."
"Terimakasih bu atas informasinya."
"Sama- sama neng, kalau gitu ibu teh pulang dulu."
Aneta mengangguk, setelah kepergian ibu itu dia memandang rumah Alfra sendu.
Aira menunduk, dia menatap aspal yang ditapakinya dengan tatapan kosong. Hatinya masih gelisah, walaupun dia bisa tenang sedikit ketika mendengar Alfra masih tinggal disini tetap saja hatinya benar- benar tidak tenang.
"Gu-gue masih takut..., gimana kalau dia gak kembali?."
Reza menatap Aira yang masih menunduk, dia hanya bisa diam. Bahkan Aneta saja tidak bisa menjawab pertanyaan Aira.
...
Keesokan harinya Rion membolos sekolah, diam- diam tanpa sepengetahuan kakaknya dia mengunjungi Alfra di rumah sakit.
Rion membeku melihat pemandangan didepannya, adik kecil yang selalu dijaganya dulu kini terbaring lemah. Dia mendekati Alfra yang saat ini dibantu dengan alat- alat medis.
"A-andraa..."
Alfra membuka matanya, cowok itu tersenyum lemah dibalik alat pernapasannya itu. Benar- benar diluar dugaan ternyata Rion datang menjenguknya.
"K-kak."
Alfra mencoba menyentuh Rion, tangannya gemetar karna lemah. Didalam hati ia mengumpati dirinya yang lemah ini.
Rion yang menyadari Alfra hendak menyentuhnya langsung menggenggam tangan lemah itu dengan erat.
"Bertahan plis... gu-gue mohon...."
"Gue minta maaf hiks."
Alfra menggeleng, dia sudah tidak kuat lagi. Rasanya tubuhnya seperti benar- benar disiksa.
"A-andra titip Ai-ra sama ka-kak" ucapnya terbata- bata.
Rion tak suka mendengar ucapan Alfra barusan, dia menatap garang Alfra. "Lo ngomong apaan sih?! Kita!! Kita yang jaga Aira bukan cuma gue!!!."
KAMU SEDANG MEMBACA
RION IS MY MANTAN!
Ficção AdolescentePERHATIAN CERITA INI BELUM SEMPET REVISI JADI MOHON PENGERTIAN ATAS TYPO² YANG ADA ..... " enggak yon! aku gamau putus dari kamu! aku cinta sama kamu yon!" seru gadis bernama Aira memohon menggenģgam tangan kekasihnya yang mungkin sekarang akan menj...
