Menikah dengan Ketua geng motor yang sangar, kejam , badboy dan juga tengil nya itu membuat siapapun kesal di buat nya
Nikah muda ataupun perjodohan tidak terlintas di pikiran mereka berdua ,dari orangtuanya pun sama ingin sekali menjodohkan mereka...
Jujur ini sangat menyakitkan • • • • HAPPY READING ______________________________
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Menarik nafas dalam-dalam saat mereka sudah sampai di depan pintu rumah mewah berwarna putih hitam itu.
Gadis dengan sweater berwarna putih dan rok selutut berwarna hijau tosca."Ra, gue deg - deg an."Ucap pelan nya.
Clara tertawa kecil melihat wajah tegang Bella."Santai bell, ini rumah mertua lo."sahut nya.
Vano mengetuk pintu itu tiga kali.
Tok Tok Tok
"Assalamualaikum."Ucap mereka bersama.
Wanita yang sedang membersihkan sofa mendengar ketukan pintu rumah nya dan mulai berjalan ke arah pintu dan membukanya.
Ceklek
"Waalaikumsalam."Jawab wanita itu sambil membuka pintu.
Laila tersenyum lebar melihat mereka yang berdiri di depan pintu rumahnya dengan senyum tipis.
"Mah, apa kabar?"Tanya Bella seraya menyalimi tangan Laila.
Laila mengusap kepala Bella pelan."Alhamdulillah, sehat. Kalian gimana kabar nya?"
Laskar menyerobot agar bisa melihat Laila."Baik Tante kalau Laskar."Jawab nya dengan tertawa kecil.
Akbar mengeplak kepala nya."Nyerobot baek lo!"Maki nya.
Laila tersenyum tipis seraya tertawa kecil."Laskar sudah besar ya, baru kelihatan nih. Mamah papah kamu kemana udah lama gak jadi tamu di rumah Tante."Ucap Laila.
Bukan nya Laskar yang menjawab ini malah Vino, cowok dengan Hoodie warna merah kehitaman itu."Biasalah Tante. Mamah papah nya Laskar lagi program kehamilan, ye gak Las?"Tanya Vino dengan terkekeh.
Laskar menatap nya tajam."Tau aja lo!"Dan ikut tertawa terbahak-bahak.
Vano menggeleng dengan kelakuan Vino adik laknatnya itu."Venzo, gimana kabar nya Tante?"Tanya Vano dengan pelan.
"Ya gitu, belum pulih."Jawab nya membuat mereka terdiam.
Bella terdiam dengan menunduk kepalanya.
Laila menepuk keningnya sendiri."Tante lupa, kalian belum di ajak masuk. Ayok masuk."Ajak Laila mempersilahkan mereka masuk kedalam rumah dan duduk di sofa.