Kita dan Bahagia (End)

201 13 8
                                        

🍃🍃

Ketika ku mendengar bahwa
Kini kau tak lagi dengannya
Dalam benakku timbul tanya

Masihkah ada dia
Dihatimu bertahta
Atau ini saat yang tepat untuk singgah dihatimu

Namun, siapkah kau tuk jatuh cinta lagi ...

Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti ku tak merasa
Ada yang berbeda diantara kita
Dan tak mungkin ku melewatkanmu
Hanya karena diriku tak mampu untuk bicara

Bahwa aku, ingin kan kau ada dihidupku~

"WOOOO! LAGI! LAGI!"

"LAGI?!!" Bani balas berteriak dari atas panggung.

"IYAAAA!"

"WANI PIRO?!!"

Lalu gelak tawa terdengar. Ahmad Arbani memang ada-ada saja.

Meski begitu, selebgram bersuara merdu itu tetap menyanyikan satu lagu sebagai penutup.

Saat lagu yang Bani nyanyikan berputar santai dan selow, Kara mengikuti alunan nada dengan bertepuk tangan pelan. Melirik Kafa yang kebetulan juga tengah menoleh kearahnya, lalu menyimpul senyum.

I like your eyes you look away when you pretend not to care
I like the dimples on the corners of the smile that you wear
I like you more the world may know
But don't be scared
'Cause i'm falling deeper baby be prepared~

Lagi, senyum Kara mengembang. Bani pintar memilih lagu ternyata.

Love you every minute, every second
Love you everywhere any moment
Always and forever i know i can't quit you
Cause, baby, you're the one, i don't know how~

"I LOVE YOU 'TIL THE LAST SNOW DISSAPEAR~" Kini, serentak seluruh pengunjung kafe ikut bernyanyi.

"LOVE YOU 'TIL RAINY DAY BECOMES CLEAR~" Kara tanpa sadar mengikuti irama, gadis itu tertawa canggung setelah ditatap beberapa orang karena bernyanyi terlalu kencang.

"LAGI KAR!!" Pekik Lani yang duduk cukup jauh darinya.

Kara menatap Kafa, gadis itu perlahan berdiri ketika Kafa mengangguk kecil, suaranya memelan. "Never knew a love like this, now i can't let go, i'm in love with you and now you know ~"

"NICE KARA!" Dari atas panggung, Bani mengacungkan dua jempol sembari tersenyum jenaka.

Kara tertawa lepas sekarang. Begitu bahagia karena tepuk tangan meriah menyambutnya ketika kembali duduk.

"Maluuuu," Dia berdesis sembari menyembunyikan wajah dilengan Kafa.

Kafa terkekeh, mengusap puncak kepala cewek itu pelan, "Pas nyanyi semangat banget." Godanya.

"Orang-orang masih ngeliatin?" Kara mengangkat sedikit kepalanya untuk melihat ekspresi Kafa.

"Udah nggak. Justru kalo kamu gini terus, makin diliatin ntar."

Gadis itu refleks menegakkan kepala. Dan wajahnya memerah kala para pengunjung kafe masih menatapnya dengan senyum tertahan.

"Kafa issh!"

Kafa tertawa sedang. Menggeleng kecil melihat tingkah menggemaskan sang pacar. "Kok aku sih?!"

🍭🍭🍭

Waktu berlalu pesat. Banyak hal hebat yang sudah mereka lewati sejauh ini.

Masa kecil, remaja, lalu sekarang dewasa.

Remaja Kita (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang