Suara gelas pecah terdengar. Di ruangan yang sama, Hanji berusaha menahan emosinya. Semua ini hampir saja membuatnya gila. Rasanya memecahkan sebuah gelas tidak cukup untuk meredam amarahnya.
Pertama, pendeta Nick terbunuh sebelum Hanji sempat mengorek informasi darinya. Yang kedua, cadet manisnya menghilang tanpa jejak. Ditambah anak buah yang ia perintahkan menjaga [Y/n] kini telah tebujur kaku kehabisan darah.
Erwin sendiri kini hanya bisa duduk terdiam. Andai saja Erwin tidak teliti, bisa saja ia menuduh [Y/n] sebagai dalang di balik semua ini. Namun melihat adanya jejak sol sepatu yang mengarah dari pintu ke tempat tidur membuatnya yakin bahwa kini [Y/n] tengah diculik.
Entah siapa yang menculik anak itu, namun satu hal yang pasti. Penculiknya bukanlah orang sembarangan. Hal ini terbukti dari sayatan yang rapi di setiap leher para penjaga. Seolah sang pelaku adalah orang yang berpengalaman dalam hal tersebut.
"Oh, Levi! Kau sudah mendapat petunjuk?!" Suara Hanji langsung menginterupsi tidak lama setelah pintu ruangannya terbuka.
Levi yang baru saja datang tidak menyahut sama sekali. Wajahnya suram, kilat amarah jelas terlihat pada obsidian miliknya.
Hanji tidak digubrisnya, pria yang menyandang titel sebagai prajurit terkuat umat manusia itu langsung menghampiri Erwin. Kerah baju sang komandan ia cengkram kuat, membuat Erwin mau tidak mau membungkukkan badannya.
"Sudah kubilang bukan? Jika terjadi sesuatu pada [Y/n], maka kaulah yang harus bertanggung jawab!"
Suara dingin itu begitu menusuk. Erwin diam, ia tidak berniat membalas ucapan yang ditujukan padanya itu. Sudah cukup ia membuang waktu, lagi pula bertengkar dengan Levi tidak akan membuahkan hasil apapun.
Hanji yang sempat terdiam melihat pemandangan itu kini mendadak panik serta berusaha memisahkan keduanya. Hanji sudah lama bersama dengan kedua orang ini. Bagaimanapun, ia sangat mengenal baik bagaimana kilatan murka seorang Levi Ackerman.
Andaikan Erwin membuka mulutnya sedikit saja untuk menyanggah, maka tidak mengherankan jika sang korporal mendaratkan bogemnya di wajah pria pirang itu.
"Hentikan pertengkaran ini! Tidak hanya kalian, aku juga pusing!" Hanji meninggikan intonasinya. Kacamata yang sedari tadi bertengger di batang hidungnya ia angkat dan gunakan untuk menahan rambut yang membingkai wajahnya. Jemarinya memijat pelipisnya pelan, migrain sepertinya.
Helaan nafas berat terdengar dari wanita berkuncir kuda itu. Pikirannya kalut, rasanya semua menjadi kacau. Pada akhirnya, ia hanya bisa bergumam putus asa.
"Astaga, [Y/n]... Kemana lagi kami harus mencarimu..."
*****
[Y/n] hanya bisa terdiam ketika Kenny menurunkannya di sebuah ruangan yang seluruh dindingnya terlihat seperti kristal. Di sana, orang-orang dengan pakaian seragam yang sama seperti milik Kenny berbaris rapi bersama seorang dengan pakaian kasual yang menenteng sebuah koper.
"Kemana saja kau?!" Pria dengan koper itu mendadak meneriaki Kenny. [Y/n] hampir saja bersembunyi di belakang pria jakung itu karena teriakan barusan.
"Tentu saja menjemput nona kecil ini. Apakah kau sudah terlalu tua sampai-sampai kedua matamu itu rabun dan tidak melihat siapa yang kubawa?" Kalimat itu terdengar seperti candaan, namun orang yang dituju seketika memicingkan matanya tanda tidak suka. Mata yang sama kini tertuju ke arah [Y/n], seolah tengah menguliti gadis itu dari kepala sampai ujung kakinya.
"Oh, kau rupanya. Kupikir anak ini sudah menjadi makanan titan di luar sana." Wajah pria itu terlihat begitu sinis. [Y/n] sendiri bersumpah, demi wajah sinis si korporal muda yang menyebalkan, pria dihadapannya ini bahkan seribu kali lipat lebih mengesalkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triangle Love? No, This Is Square! [Levi x Reader x Eren x Erwin]
FanfictionCover by: @gincerman Terjebak didalam cinta segitiga? Itu sudah biasa. Bagaimana jika terjebak dalam cinta Persegi? Antara Aku, Kamu, Dia, dan Dirinya. SLOW UPDATE! ~~~~~ All Characters belongs to: Isayama Hajime-Sensei. And this fanfiction is min...
![Triangle Love? No, This Is Square! [Levi x Reader x Eren x Erwin]](https://img.wattpad.com/cover/88473467-64-k926428.jpg)